Tiroid adalah kelenjar terbesar di dalam tubuh. Terletak di depan leher tepat di bawah jakun, yang menghasilkan hormon sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh. Lemahnya produksi tiroid, dikaitkan dengan gejala seperti obesitas, kelelahan, hipertensi, rambut rontok, sulit berkonsentrasi, sering infeksi, dan sembelit.

Untuk mengidentifikasi masalah tiroid, serta menentukan dosis obat yang tepat, biasanya dokter melihat tingkat hormon dalam hasil pengujian darah. Hormon yang paling penting dalam mengevaluasi masalah tiroid sebenarnya adalah yang dihasilkan oleh hipofisis, disebut thyroid stimulating hormone (TSH).

TSH dapat diibaratkan sebagai pesan pendorong. Ketika tiroid tidak memproduksi cukup hormon, hipofisis akan mengirimkan lebih banyak TSH untuk memberitahu tiroid agar meningkatkan produksi. Apabila tingkat TSH melebihi normal maka menunjukkan bahwa tiroid gagal menanggapi pesan hipofisis karena terlalu lemah dalam memenuhi kebutuhan tubuh.

Pengobatan standar bagi penderita hipotiroidisme adalah suatu versi sintetis dari tiroksin (T4) -hormon paling banyak menghasilkan tiroid. Obat ini dikenal sebagai levothyroxine atau nama merek Synthroid. Ini adalah obat yang paling diresepkan di Amerika, yakni sebanyak 21,5 juta lebih resep yang diberikan pada tahun lalu.

Dalam pengobatan konvensional, pasien diberikan T4 untuk memenuhi permintaan hipofisis akan hormon tiroid. TSH menurun, gejala menghilang.

Setidaknya hal itulah bagaimana ia bekerja. Namun banyak pasien yang menunjukkan gejala klasik dari hipotiroidisme, disaat TSH mereka tetap dalam kisaran normal. Pasien lain menunjukkan TSH rendah, tetapi ketika diresepkan dosis yang tepat dari T4, gejala masih terus berlama-lama.

Menurut dr. Annette Schippel, seorang dokter chiropractic yang mengkhususkan diri dalam endokrinologi fungsional di Illinois, AS, pengobatan konvensional telah hilang dari gambaran besar pengobatan.

Dr. Annette percaya bahwa banyak dokter dan pasien berfokus pada tiroid, mereka mengabaikan akar permasalahan yang lebih dalam pada sistem endokrin -kelenjar adrenal.

Epoch Times berhasil mewawancarai dr. Annette untuk lebih memahami sifat permasalahan tiroid, bagaimana peran adrenal, dan pendekatan penyembuhan yang bebas dari obat.

Epoch Times (ET): Ada begitu banyak orang saat ini terlibat dalam pengobatan tiroid. Bahkan orang dengan kadar TSH yang normal juga mengonsumsi Synthroid. Apa yang sebenarnya terjadi?

Dr. Annette Schippel: Menurut saya hal yang terjadi adalah orang telah melihat gejalanya, sementara tingkat tiroidnya masih masih normal, karena utamanya bukanlah tiroid mereka. Saya pikir itu dimulai dari adrenal. Masalah adrenal ini yang membuat orang merasa lelah, memengaruhi metabolisme mereka, pengaturan berat badan, bahkan memengaruhi kerontokan rambut. Dengan gejala ini, tiroid dan adrenal berjalan beriringan.

Sering kali tiroid merupakan kompensasi bagi adrenal yang melemah. Jadi apa yang terjadi sebenarnya, mungkin Anda tidak menjalani sebuah pengujian tiroid, jika Anda memberitahu mereka bahwa Anda lelah dan tidak dapat menurunkan berat badan, maka banyak wanita disarankan memakai obat tiroid. Namun Synthroid, Armor, Levo (semua ini kontra indikasi dalam kekurangan adrenal) karena dapat membuatnya lebih buruk. Ini terdapat dalam Physicians’ Desk Reference.

Jadi ada orang yang melakukan hal ini, pada awalnya mereka merasa sedikit lebih baik, kemudian stagnan sehingga akhirnya mereka menginginkan dosis lebih. Jika Anda mengambil tugas kelenjar tiroid -Anda berikan zat yang seharusnya diproduksi- lantas apa yang akan Anda miliki sekarang? Anda akan memiliki kelenjar yang malas. Jika Anda menonaktifkan satu lengan Anda selama dua minggu, lihat bagaimana otot atrofinya.

Kita kehilangan hal ini ketika hanya berfokus pada tiroid. Secara konvensional, sangat mudah untuk melihat tiroid, tetapi Anda harus lebih cerdas. Anda harus berpikir tentang hal itu secara berbeda. Anda harus melihat adrenal dan mengamatinya dengan tepat.

Tapi coba tebak? Jika Anda berada dalam ranah pengobatan alopathic, tidak ada resep obat untuk adrenal yang lemah. Mereka tahu berbahaya jika memberikan kortisol (hormon adrenal), atau prednisone (resep steroid) -yang tidak diberikan dengan begitu mudah. Sehingga membuat orang mudah mengatakan, setiap yang memiliki masalah tiroid, atau jika adrenal Anda cukup lelah atau sakit untuk menyeret tiroid turun-karena tiroid akan memberikan kompensasi dan melambat untuk sistem adrenal yang lemah -dan akhirnya mungkin akan muncul dalam tes darah, tapi pada saat itu mereka masih menangani hal yang salah.

Jadi mereka mengabaikan masalah yang lebih dalam yakni kekurangan adrenal. Dan memanifestasikan gejala yang kita kaitkan dengan hipotiroid.

ET: Bagaimana situasi di mana orang memiliki TSH tinggi menunjukkan masalah hipotiroid yang sesungguhnya. Bisakah masalah adrenal masih menjadi akar penyebabnya?

Dr. Annette: Tentu saja. Pikirkan tentang analogi dua ekor kuda yang menarik sebuah gerobak. Salah satunya adalah tiroid dan yang lainnya adalah adrenal. Jadi jika adrenal semakin lemah, tiroid tidak akan mencoba untuk menyeret mereka bersama. Ia benar-benar akan memperlambat untuk mengimbangi mitranya yang melemah.

Jadi, bahkan jika seseorang melakukan pengobatan tiroid, dan bahkan jika mereka sudah berhasil menyingkirkan tiroidnya, maka hal yang harus mereka lakukan untuk kesehatan, vitalitas, dan sistem kekebalan tubuh sendiri adalah mendukung adrenal mereka.

ET: Apa yang menyebabkan melemahnya adrenal?

Dr. Annette: Seperti yang dapat Anda bayangkan, itu bukan jawaban yang sederhana. Adrenal dianggap kelenjar yang menangani stres tetapi berdampak pada sistem kekebalan tubuh, regulasi gula darah, metabolisme, energi, hormon, dan lain-lain. Dikatakan singkatnya, itu adalah stres berkepanjangan dan kumulatif yang mengarah ke insufisiensi adrenal dan akhirnya kelelahan adrenal.

Beberapa faktor yang menyebabkannya adalah rasa khawatir yang berlebihan, kecemasan, hubungan yang penuh kekerasan, resep obat seperti pengontrol kelahiran (KB), obat-obatan tiroid, HRT (yang menguras nutrisi tubuh dan dapat membahayakan fungsi hati), antibiotik yang berlebihan, dan antasida.

Olahraga yang berlebihan atau sedikit berlebihan, stimulan atau kafein, stres negatif, stres emosional, kekurangan gizi, pola makan yang buruk pada makanan olahan, merokok, alkohol, trauma, dan pembedahan.

Pikirkan jika semua hal ini menumpuk di punggung unta sampai akhirnya meletus! Kelenjar adrenal seharusnya menanggapi stres dan kemudian kembali ke allostasis (homeostasis dicapai melalui perubahan fisiologis atau perilaku). Mereka tidak dimaksudkan untuk dalam keadaan siaga tinggi! Persepsi atau reaksi kita terhadap stres adalah sama pentingnya dengan komponen fisik. (Ajg)

Bersambung

Share

Video Popular