Keterangan foto: Para pemimpin yang hadir dalam KTT G20 bersepakat untuk meningkatkan kersama dalam memerangi terorisme. (saul Loeb/AFP/Getty Images)

Oleh Ma Li

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kelompok 20 ekonomi utama (G20) telah ditutup pada Senin (16/11/2015). Para pemimpin berjanji akan meningkatkan kerjasama dengan berbagi informasi intelijen, memutus saluran dana, memperkuat keamanan perbatasan dan langkah-langkah lainnya dalam memerangi terorisme yang akhir-akhir ini kian mengancam.

Pernyataan bersama G20 untuk memerangi terorisme

Pernyataan bersama ini diumumkan pada akhir hari kedua KTT G20. Para pemimpin dunia mengutuk serangan yang dilakukan teroris di kota Paris dan berjanji untuk bersatu dalam memerangi terorisme. Ini adalah pertama kalinya dalam pertemuan G20 masalah anti terorisme mendapat perhatian lebih penting daripada isu-isu ekonomi dan perdagangan.

Para pemimpin dunia yang hadir termasuk Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin semua mengutuk serangan teroris di Paris. Dalam pernyataan bersama itu pun disebutkan, “Kami mengutuk keras serangkaian teror yang terjadi di kota Paris, karena ini adalah penghinaan terhadap umat manusia yang tidak dapat diterima”.

Para pemimpin yang hadir dalam KTT juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk tetap bersatu dalam memerangi terorisme.

“Perkembangan dan penyebaran yang signifikan dari oeganisasi teroris di seluruh dunia, secara langsung telah melemahkan upaya untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, membahayakan upaya kita untuk memperkuat ekonomi global, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” bunyi komitmen itu.

Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa terorisme tidak bisa dikaitkan dengan agama, kebangsaan maupun etnis. Karena khawatir pelaku teror akan menyebar ke banyak negara, maka para pemimpin negara G20 menyerukan kepada setiap negara untuk lebih mengintensifkan pengamanan batas nasional dan meningkatkan keselamatan penerbangan. Pertukaran berita intelijen perlu terus dipertahankan, dan memperkuat kerjasama dalam memerangi pendanaan terorisme, melakukan pembekuan terhadap aset-aset milik teroris.

Mereka juga menyerukan untuk memberlakukan sanksi keuangan yang ditargetkan terhadap pendanaan teroris. Secepatnya mengimplementasikan melalui semua wilayah yuridiksi financial Action Task Force (FATF), memerangi pendanaan terorisme sesuai hukum.

Para pemimpin bersikap positif dalam memerangi terorisme

Obama dalam konferensi pers yang diadakan usai pertemuan mengatakan, “Kita harus mengerahkan segala kemampuan untuk mencegah serangan dan untuk melindungi warga”.

CTV memberitakan bahwa Obama menyebut terorisme bersenjata sebagai wajah iblis (the face of evil), menyerukan kepada negara-negara lain berbuat lebih banyak untuk memerangi ancaman terorisme. Tetapi Obama menolak mengintensifkan serangan militer dengan mengirim pasukan darat kecuali berjanji untuk memperkuat serangan udara yang dipimpin AS, memberikan latihan militer dan melengkapi angkatan bersenjata anti pemerintah Suriah.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, terorisme tidak bisa diselesaikan hanya melalui operasi militer, meskipun operasi militer merupakan salah satu dari sekian banyak tindakan.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyambut gembira peserta KTT yang sama-sama memiliki keinginan untuk menyelesaikan perang saudara di Suriah yang sudah berlangsung selama 4 tahun. Namun ia mengakui bahwa dari sikap terhadap diktator Assad yang ditunjukkan oleh Rusia dan negara-negara Barat, tampaknya masih terdapat perbedaan yang besar.

Perdana Menteri India Modi saat jamuan makan malam mengatakan bahwa beberapa negara masih menggunakan teror sebagai “alat kebijakan nasional.” Negara yang demikian ini seyogyanya diberikan sanksi berupa isolasi internasional, dan mendanai terorisme seharusnya dikriminalisasi. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular