Keterangan foto: Hampir selama seminggu ini, warga Luzhou Sichuan berbondong-bondong masuk sungai untuk mencari batu jenis Giok. (foto internet)

Hampir seminggu ini tepi sungai yang dulunya digunakan untuk membersihkan ternak babi di kampung Nantan, Hejiang County yang masuk wilayah kota Luzhou, Sichuan ‘diserbu’ oleh sejumlah warga. Saat ramai, jumlahnya bisa mencapai ribuan orang untuk mengadu nasib dengan mencari batu jenis giok yang katanya ada di dasar sungai.

“Mereka berharap dapat menemukan batu jenis giok yang sekarang laku dijual dengan harga RMB. 300 sekilo,” kata warga di sana.

Media Tiongkok memberitakan bahwa orang pertama yang menemukan batu jenis giok di dasar sungai itu adalah warga Nan Jiang yang bernama Yang Jian. Ia adalah pemilik dari sebuah pabrik pengolahan aluminium yang sejak Februari tahun ini mulai mencari batu dari dasar sungai yang mengalir melalui kampung itu. Awalnya ia hanya tertarik pada batu yang berwarna-warni indah yang digunakan untuk pajangan, namun datang orang yang bersedia membeli dengan harga RMB.100 sekilo.

Ia kemudian menjual lebih dari 40 kilo batu-batu koleksi itu. Pada Juni lalu, tengkulak batu kembali menghubungi Yang Jian meminta ia mencari batu dan bersedia memberikan harga lebih tinggi, yaitu RMB, 300 per kilo. Ia pun langsung mengiyakannya.

Menurut Yang Jian bahwa ia pernah membawa sebuah batu temuannya untuk diperiksakan ke seorang ahli batu profesional yang katanya batunya itu sejenis giok. Ia kemudian memberitahu beberapa kenalannya. Tak lama sejak itu, sungai mulai ‘diserbu’ warga yang pernah sampai ribuan orang beradu nasib di sungai itu untuk mencari batu-batu ‘berharga’ itu.

Penduduk wanita setempat bernama He Liyun memberitahu, batu yang ditemukan di sini mampu ditembus oleh sinar senter dan memiliki pola atau motif yang indah.

Menanggapi masalah itu pejabat pemerintah setempat hanya mengatakan bahwa biarlah pihak berwenang yang mengerti yang menetapkan apa jenis batunya.

“Kita hanya ingin mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan ada pihak tertentu yang mencari kesempatan untuk meraih keuntungan,” katanya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular