Keterangan foto: Adegan ancaman terror di jalanan New York yang terpampang dalam rekaman video IS. (video screetshot)

Oleh Zheng Xiaoqi

Menurut laporan CNN dan Fox News pada Rabu (18/11/2015) bahwa kelompok ekstremis IS menyatakan akan melakukan serangan teror di kota New York dengan target mungkin di Times Square.

Dalam rekaman gambar yang dibuat IS tampak seorang dengan mengenakan jaket untuk menutupi bom bunuh diri yang diletakkan di pinggang. Bom seperti ini yang digunakan oleh anggota teroris dalam serangan hari Jumat di Paris, ada juga gambar tentang proses penggabungan alat peledak. Meskipun rekaman video itu tidak menyebutkan Times Square sebagai target serngan, tetapi shooting video itu jelas berada di Times Square, New York karena terlihat dengan jelas toko GAP, Restauran TGI Friday’s dan mobil-mobil taxi berwarna kuning.

Rekaman juga memuat gambar beberapa adegan mengerikan yang sudah diambil beberapa waktu lalu.Rekaman juga memunculkan adegan ketika Presiden Prancis Hollande sedang berpidato.

Kepolisian New York : “Kita akan meningkatkan kewaspadaan meskipun sekarang belum ada ancaman.”

Juru bicara Kepolisian New York Stephen Davis mengatakan bahwa kepolisian telah mengetahui adanya rekaman video itu dan akan terus melakukan kerjasama dengan FBI untuk mendalami masalah tersebut.

“Meskipun beberapa adegan dalam rekaman itu sudah bukan hal baru, tetapi rekaman itu dengan tidak langsung telah menekankan bahwa target serangan adalah New York,” kata Stephen Davis.

Meskipun belum ada ancaman tetapi kepolisian New York berjanji untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala Polisi New York Bill Bratton pada Rabu (18/11/2015) mengatakan bahwa peningkatan keamanan terhadap beberapa lokasi penting di kota New York sudah dilakukan, dan Thanksgiving yang dimeriahkan pekan depan merupakan fokus kerja bagi kami sebagai petugas keamanan.

Gedung Putih : Belum menerima ancaman yang jelas mengenai serangan teror

Pada 16 November 2015, IS menyebarkan rekaman video baru mengerikan, mengatakan akan menyerang ibukota Amerika Washington DC. Di hari yang sama, Kepala FBI John Brennan memperingatkan bahwa serangan teror Paris bukan peristiwa yang hanya sekali dilakukan, kelompok IS akan melakukaan lebih banyak serangan terhadap dunia Barat.

Tim Keamanan Nasional Presiden Obama pada Minggu (15/11/2015) mengeluarkan pesan : Meskipun IS berambisi untuk melakukan serangan teror serupa di beberapa kota pesisir Amerika, tetapi mereka tidak memiliki banyak kemampuan.

Wakil Penasehat Keamanan Nasional untuk komunikasi strategis Gedung Putih Benjamin J. Rhodes pada hari Minggu juga menegaskan bahwa sampai saat ini belum terdengar ancaman spesifik dalam negeri, namun para pesonil dari jajaran keamanan yang relevan sudah meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Cia Brennan saat menghadiri forum pertemuan CSIS pada Senin 16/11/2015) mengatakan bahwa ia berharap serangan teror Paris menjadi lonceng peringatan bagi Amerika untuk berwaspada mengatisipasi serangan IS yang masih akan terus berlangsung.

“Saya perkirakan, ini (serangan teror Paris) bukan satu-satunya aksi teror IS,” kata Brennan.

Kelompok ektremis IS setidaknya telah melakukan serangan terhadap 6 lokasi di Paris pada hari Jumat 13 Nopember. Menyebabkan 129 orang tewas dan melukai 352 orang lainnya. Peristiwa serangan teror tersebut mengejutkan dunia.

Pada Selasa (17/11/2015) Dinas Intelijen Rusia memastikan bahwa pesawat mereka yang sedang terbang melintasi Semenanjung Sinai telah mengalami kecelakaan akibat ledakan bom IS yang dipasang dalam pesawat, menyebabkan seluruh 224 orang yang berada dalam pesawat penumpang itu tewas.

Sehari kemudian, Rusia bersama Prancis menggempur IS melalui udara. Prancis mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir ke Mediterania dan Rusia menggunakan pesawat berudal jelajah untuk menyerang basis-basis IS di Suriah, serta mengirim kapal perang ‘Moskva’ untuk mendukung serangan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular