Keterangan gambar: Ilustrasi

Oleh Ma Li

Kepolisian Israel menuding dan menyebut orang Palestina sebagai teroris yang telah melakukan serangan dan menyebabkan 5 orang tewas pada Kamis (19/11/2015). Diketahui bahwa satu korban di antaranya adalah turis asal Amerika.

Fox News mengutip media Israel memberitakan bahwa 2 orang Palestina dengan menggunakan senjata api dan tajam melakukan serangan teror yang menyebabkan 5 orang tewas. Kedua pelaku tersebut sudah ditangkap oleh pihak berwenang sekarang.

Jerusalem Post melaporkan, seorang ‘teroris’ Palestina melepaskan sejumlah tembakan dari dalam mobil yang dikendarai ke mobil-mobil yang berlalang di Gush Etzion, Tepi Barat. Akibat tindakan itu 3 orang korban tewas seketika dan 3 lainnya terluka.

Mobil yang dikendarai tersebut masih terus melaju sampai bertabrakan dengan mobil lainnya, ia baru menghentikan mobil, menghampiri mobil lawan dan mau menembak pengendaranya. Namun naas menghampirinya lebih awal. Ia roboh oleh tembakan petugas keamanan Israel yang meringkusnya kemudian.

Dari petugas medis yang datang ke lokasi kejadian diketahui bahwa salah seorang korban tewas adalah turis Amerika berusia 18 tahun yang gagal diselamatkan, ia meninggal ditempat kejadian. Korban lainnya adalah warga Israel berusia 50 tahun lebih yang meninggal di rumah sakit karena mengalami cedera serius. Dan seorang pejalan kaki warga Palestina juga tewas akibat tembakan ‘teroris’ itu.

Korban luka lainnya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Shaare Zedek. Media Israel mengatakan bahwa di antara korban yang luka-luka itu juga terdapat warga Amerika.

Menurut berita media ‘Algemeiner’ bahwa, sebelum insiden penembakan itu, seorang warga Palestina menusukkan senjata tajam yang dibawanya ke 2 orang warga Israel saat sembahyang siang, menyebabkan mereka tewas dan terluka.

Diberitakan bahwa insiden penusukan itu terjadi di ruang dalam gedung panorama Israel dan pusat perbelanjaan ketika orang-orang sedang sembahyang siang.

“Ketika kita sedang sembahyang, seorang pria tiba-tiba roboh ke depan dengan tubuh bersimbah darah,” tutur seorang saksi mata.

Pelaku itu kemudian turun ke lantai bawah dan melanjutkan serangan sampai seorang dengan pipa besi berhasil memukul dan melumpuhkannya. Warga sekitar langsung memberikan bantuan untuk meringkus dan menyerahkan kepada polisi yang datang tak lama kemudian.

Petugas penyidik mengatakan bahwa pelaku penusukan tersebut berusia 36 tahun adalah ayah dari 5 orang anaknya. Ia bekerja di sebuah rumah makan yang terletak di Jaffa. Insiden penusukan menyebabkan orang yang roboh saat bersembahyang itu tewas di tempat. Seorang lagi meninggal di Rumah Sakit Sourasky, dan seorang lainnya masih dirawat.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa di hari yang sama itu, 3 orang wanita Palestina mencoba melewati pos militer Israel di Tepi Barat yang kemudian berhasil dicegah petugas. Namun petugas menemukan 3 bilah pisau yang mereka sembunyikan dalam tubuh.

Penyerangan itu bertepatan dengan setahun terjadinya pembunuhan terhadap 5 orang yang sedang bersembahyang. Satu tahun silam, 2 orang militan Palestina dengan senjata api dan tajam yang dibawa masing-masing, melakukan serangan terhadap orang-orang di dalam rumah ibadat Yahudi di Jerusalem yang sedang bersembahyang. 3 orang di antara korban tewas itu adalah warga Amerika. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular