Keterangan gambar: Galaksi-galaksi raksasa kuno tersebut tidak memiliki keteraturan bentuk yang pasti, dan masih banyak lagi galaksi sejenis yang belum ditemukan. (screenshot video)

Oleh: Su-Yang

Astronom Eropa menemukan sekaligus 574 galaksi raksasa yang terbentuk pada masa awal alam semesta di kedalaman ruang angkasa, dengan massa-nya lebih dari 50 miliar massa matahari. Ini adalah kali pertamanya ilmuwan menemukan sejumlah besar galaksi raksasa yang tersembunyi di kedalaman ruang angkasa, namun, teori kosmologi yang berlaku saat ini tidak dapat menjelaskan fenomena astronomi ini.

“Galaksi raksasa yang kami maksudkan, adalah galaksi yang bermassa dua kali dari galaksi sekarang. Contoh teori pembentukan galaksi terbaru saat ini tidak dapat menjelaskan tentang pembentukan galaksi-galaksi ini dua miliar tahun silam setelah kelahiran alam semesta,” demikian ungkap Dr Karina Caputi dari Kapteyn Astronomical Institute di Universitas Groningen, Belanda, seperti dilansir space.com, Sabtu (19/11/2015) lalu.

Ini merupakan galaksi kuno dengan jumlah terbesar yang pernah ditemukan sekaligus oleh ilmuwan selama ini di kedalaman ruang angkasa menggunakan teleskop inframerah.

“Teori pembentukan galaksi yang sebagian besar diterima masyarakat sekarang sebagai acuan spekulasi adalah hierarchical model, sementara pembentukan galaksi perlu waktu yang lama dengan menghimpun sejumlah besar materi halus, sehingga menurut pandangan teori ini bahwa tidak akan ada galaksi-galaksi yang sudah terbentuk di masa awal semesta,” jelas Dr Henry Joy McCracken, peneliti lain dari Institut d’Astrophysique de Paris, Perancis.

Karena galaksi-galaksi tersebut terlalu tua, sehingga membuat pembentukannya tidak menentu, juga tidak ada bentuk cakram atau spiral maupun keteraturan bentuk pada galaksi umumnya. Menurut peneliti, bahwa dari hasil pengamatan tersebut menunjukkan masih banyak galaksi gelap yang belum ditemukan.

Sementara itu, laman dailygalaxy.com, Rabu (18/11/2015) lalu menyebutkan, bahwa dengan mengkalkulasi jumlah galaksi di angkasa dapat memeriksa pembentukan dan teori evolusi galaksi. Namun, karena maha luasnya alam semesta, jadi, agar bisa secara akurat menghitung keseluruhan galaksi, seharusnya juga termasuk galaksi-galaksi yang sulit diamati. Karena itu bagi ilmuwan, ini adalah tugas yang sangat sulit terkait bagaimana menemukan sekaligus menghitung galaksi-galaksi gelap yang sangat jauh.

Sebagian besar galaksi raksasa yang ditemukan saat ini adalah galaksi yang terbentuk 300 juta tahun silam setelah kelahiran alam semesta, selain itu, waktu pembentukan galaksi-galaksi raksasa yang baru ditemukan ini juga jauh lebih awal 100 juta tahun dari waktu pembentukan galaksi yang sudah diketahui.

“Sebanyak 574 galaksi raksasa baru yang kami gali/temukan ini adalah kelompok galaksi terbesar dan tersembunyi di alam semesta.” Dan temuan baru ini berhubungan dengan satu pertanyaan penting : galaksi raksasa pertama di alam semesta itu sebenarnya kapan terbentuk,” ujar Dr Karina Caputi menambahkan.

Sebenarnya, sejak 2009 lalu, Dr Karina Caputi dan rekan-nya sudah mulai mengamati angkasa, menemukan sejumlah besar galaksi jauh yang pernah diamati sebelumnya. Dengan menggunakan sinar tampak dari European South Observatory (ESO) dan teleskop VISTA (Visible dan Infrared Survey Telescope for Astronomi) mereka menemukan sekelompok besar gugusan galaksi raksasa tersembunyi di sekitar spektrum inframerah. Penilaian awal mereka (galaksi) terbentuk pada 750 juta tahun – 2,1 miliar tahun setelah pembentukan alam semesta,. Belakangan, dengan menggabungkan data pengamatan dari spektroskopi infrared medium dan panjang-nya teleskop luar angkasa Spitzer mikli NASA, mereka memastikan bahwa galaksi-galaksi raksasa ini sudah ada “semasa bayi” alam semesta (usia alam semesta saat ini sekitar 13.8 miliar tahun).

Karena tidak ditemukannya Nilai Redshift (pergeseran merah-red) dari galaksi tersebut melampaui titik 6, jadi, dalam kesimpulan penelitian Dr Henry Joy McCracken mengatakan, “Kami tidak menemukan bukti dari galaksi masif yang lebih awal 1 miliar tahun setelah Big Bang, tapi kami yakin galaksi-galaksi ini merupakan galaksi pembentukan pertama di alam semesta.”

Hal itu dijelaskan rekan penulis Dr Henry Joy McCracken, dari Institut d’Astrophysique de Paris, Perancis. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular