Keterangan foto: Ilustrasi polisi Swedia. (rapidnewsnetwork.com)

Oleh Zheng Xiaoqi

Pihak berwenang Swedia baru-baru ini telah menggagalkan satu rencana serangan teroris. Dari dokumen yang diserahkan kepada sebuah pengadilan distrik di Stockholm pada Jumat (20/11/2015) diketahui bahwa tersangka yang sudah ditangkap dan dituntut itu adalah seorang warga Irak yang diperkirakan memiliki hubungan erat dengan Islamic State/ IS. Kepolisian Swedia kini sedang melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya.

Menurut ‘Russia Today’ bahwa tersangka berusia 22 tahun itu bernama Mutar Muthanna. Ia ditangkap ketika berada dalam bangunan tempat para pengungsi yang terletak di Boliden, satu daerah di timur laut Swedia oleh pihak keamanan. Seperti yang dilaporkan media Swedia bahwa orang tersebut berwarganegara Irak, tetapi belum dikonfirmasi oleh pihak resmi Swedia.

Dinas Keamanan Nasional Swedia dalam pernyataannya menyebutkan bahwa operasi penangkapan berjalan cukup tenang. Dinas Keamanan juga mengatakan bahwa tersangka sedang menjalani penyidikan untuk mendalami dengan siapa saja selama ini ia berkontak. Media Swedia memberitakan bahwa Muthanna mungkin memiliki hubungan dengan IS.

Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist kepada Tabloid Expressen mengatakan, masih terdapat banyak tersangka teroris yang sedang dikejar oleh polisi keamanan Nordik. Tetapi ia tidak mengungkapkan rincian.

‘Russian Today’ melaporkan bahwa Muthanna tiba di Swedia pada September. Ia meninggalkan Irak menuju Turki, lalu masuk ke Yunani melalui Laut Aegean. Dari Yunani ia pindah ke Bulgaria dan Hungaria, akhirnya tiba dan minta suaka di Swedia. Tinggal di tempat penampungan.

Media ‘Aftonbladet’ mengutip ucapan penghuni tempat pengungsian mengatakan, sering melihat tersangka pergi berenang atau ke tempat sauna, juga sering mengunjungi bar pesta di wilayah sekitar.

Jika tersangka terbukti memiliki hubungan dengan IS, maka masuknya pengungsi ke Eropa akan kembali menjadi perhatian serius dari Uni Eropa. Sedikitnya 1 orang yang terlibat melakukan serangan teror di Paris adalah teroris IS yang masuk Eropa sebagai pengungsi.

Akibat perkembangan situasi anti terorisme saat ini, pemerintah Swedia telah meningkatkan kewaspadaan dengan menaikkan tingkat kesiagaan dari 3 ke 4 (tertinggi 5), mengingatkan masyarakat untuk antisipasi adanya kemungkinan serangan teror.

Sejak 11 November 2015 lalu pemerintah Swedia memberlakukan pengetatan perbatasan untuk sementara selama 10 hari. Karena kejadian ini, pemerintah mengumumkan bahwa kebijakan tersebut diperpanjang hingga 11 Desember 2015 mendatang. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular