Keterangan foto: Xi Jinping, Wang Qishan (kanan), Li Keqiang (kiri) dan orang-orang dari kubu Xi berkali-kali menegaskan, pemberantasan korupsi dengan “memukul macan” ini adalah duel maut hidup dan mati, “pemberantasan korupsi tidak akan pernah mundur, ibarat anak panah yang telah dilepaskan tidak bisa ditarik kembali”. (Epoch Times)

Oleh: Zhang Dun

Setelah berakhirnya lima sesi dari Rapat Pleno ke-18 Partai Komunis Tiongkok/ PKT, hanya dalam 12 hari saja, Xi Jinping dan Wang Qishan telah meringkus 8 “macan” dan 3 di antaranya termasuk “macan utama” dari Beijing, Shanghai, dan Ningxia. Tercatat sampai sekarang, sebanyak lebih dari 130 “macan” telah diringkus. Media Hongkong mengungkapkan, menurut data dari Komisi Disiplin Pusat, lebih dari 200 “macan” lainnya telah berstatus diawasi dan sedang diinterogasi.

Xi Jinping Secepat Kilat Ringkus 8 Macan Dalam 12 Hari

Pada Jumat (13/11/2015) lalu, wakil Komisaris Politik dari Second Artillery Engineering University bernama Wu Ruizhong dan wakil Komandan Satuan Lalu Lintas Polisi Bersenjata bernama Qu Mutian, diperiksa dengan tuduhan “pelanggaran disiplin” berat. Hingga saat ini, setelah berakhirnya “Rapat Pleno ke-18” PKT, sebanyak 45 orang perwira militer telah dilengserkan, termasuk 2 orang tangan kanan Jiang Zemin yakni mantan wakil Ketua Komisi Militer PKT Guo Boxiong dan Xu Caihou. Pada hari yang sama, wakil ketua Komisi Pengawas Sekuritas (SFC) PKT Yao Gang diperiksa karena terlibat “pelanggaran disiplin parah”, hingga saat ini, 2 orang “macan” di SFC telah diciduk, termasuk ketua SFC bernama Zhang Yujun. Pada Agustus sebelumnya 3 orang pejabat SFC lainnya juga diperiksa karena terlibat “transaksi internal.”

Sejak berakhinya lima sesi Rapat Pleno ke-18 PKT, yakni terhitung sejak 2 – 11 November 2015, selama 9 hari saja 5 “macan” telah ditangkap, termasuk General Manager dari Dongfeng Motor Corporation bernama Zhu Fushou, CEO dari China Southern Airlines Co. Ltd. bernama Si Xianmin, dan wakil ketua pemerintah Ningxia bernama Bai Yunshan, wakil Walikota Shanghai bernama Ai Baojun, wakil Sekkota Beijing bernama Lu Xiwen. Xi Jinping dan Wang Qishan meringkus 8 orang “macan” dalam 12 hari, ini adalah aksi pemberantasan korupsi “meringkus macan” yang paling cepat sejak Rapat Pleno ke-18 PKT.

Media Hongkong: 200 “Macan” Lebih Sedang Diinterogasi

Majalah “Trend” Hongkong edisi November 2015 mengungkap, menurut data terbaru dari Komisi Disiplin Pusat dan Departemen Organisasi Pusat, sejak berakhirnya Rapat Pleno ke-18 PKT sampai akhir Oktober lalu, aksi pemberantasan korupsi telah menciduk sebanyak 129 orang pejabat setara eselon satu di tingkat propinsi dan sedang diinterogasi, dan lebih dari 220 orang pejabat setaraf lainnya telah berstatus di bawah pengawasan.

Selain itu, lebih dari 2160 orang pejabat senior tingkat Kantor Sekretaris daerah telah dilengserkan dan diperiksa. Sebanyak 3270 orang sedang diinterogasi dan berada di bawah pengawasan. Berita menyebutkan, sejak era tahun 1980-an sampai November 2012 lalu sebelum Rapat Pleno ke-18 PKT, selama hampir 30 tahun hanya ada 130 orang pejabat bermasalah ditangkap. Sedangkan menurut statistik tidak lengkap secara ofisial, sejak berakhirnya Rapat Pleno ke-18, sejak Li Chuncheng dibawa pergi pada tanggal 2 Desember 2012, sampai diciduknya Gubernur propinsi Fujian Su Shulin pada malam hari 7 Oktober 2015, tercatat sebanyak 122 pejabat setingkat deputi propinsi telah diperiksa. Hingga akhir Oktober lalu, angka tersebut telah bertambah menjadi 129 orang. Ditambah 8 orang pejabat tingkat propinsi yang baru ditangkap belum lama ini, selama 3 tahun sejak pemerintahan Xi Jinping mulai memerintah sebanyak 137 orang pejabat tinggi tingkat propinsi telah dilengserkan, ini setara dengan jumlah yang dicapai dalam gerakan pemberantasan PKT selama 30 tahun menangkap “macan”.

“Pukul Macan” Berantas Korupsi Adalah Duel Maut Hidup dan Mati

Xi Jinping, Wang Qishan, Li Keqiang dan orang-orang dari kubu Xi berkali-kali menegaskan, pemberantasan korupsi dengan “memukul macan” ini adalah duel maut hidup dan mati. Pemberantasan korupsi tidak akan pernah mundur, ibarat anak panah yang telah dilepaskan tidak bisa ditarik kembali. Sementara mantan pemimpin PKT yakni Jiang Zemin dan tangan kanannya Zeng Qinghong juga berkali-kali menebar fitnah serta berupaya menjegal upaya pemberantasan korupsi oleh pihak Xi.

Menurut berita, Jiang Zemin pernah menyatakan pada Xi Jinping, derap langkah pemberantasan korupsi tidak bisa terlalu cepat. Surat kabar “Financial Times” Inggris menyebutkan, Jiang berusaha memberi tekanan pada Xi agar pihak pemerintah “mengekang dan memperlambat” gerakan pemberantasan korupsi tersebut. Media Hongkong pernah memberitakan, Jiang Zemin tidak menghiraukan “pamor tuanya”, dengan surat pribadi memberitahu Wang Qishan, agar mereka segera “injak rem” atas aksi pemberantasan korupsi yang tengah dilakukan, tapi permintaan Jiang tersebut ditentang oleh Wang Qishan. Sedangkan Zeng Qinghong sempat menghujat pemerintahan Xi Jinping dengan mengatakan gerakan “memukul macan” itu adalah “demam panas”.

Menurut berita ofisial PKT, momentum ketika lengsernya 3 orang “macan besar” dari kubu Jiang Zemin yakni Zhou Yongkang, Xu Caihou dan Ling Jihua, bertepatan dengan ketika beredar rumor “anti-korupsi akan guncang partai”, “oknum korup akan melawan”, serta “aksi sesaat”. Berita menyebutkan, lengsernya “macan besar” dan suara yang menentang pemberantasan korupsi muncul silih berganti, ini bukanlah suatu kebetulan. Fenomena ini merupakan bukti nyata bahwa tren anti-korupsi masih dalam “kondisi banyak kebuntuan”. Menurut berita, kelompok Jiang Zemin berkali-kali berupaya melakukan kudeta terhadap pemerintahan Xi Jinping, namun belum berhasil. Kubu Jiang Zemin bahkan pernah mencoba melakukan pembunuhan terhadap Xi Jinping dan Wang Qishan namun selalu gagal. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular