Dokter menuturkan, jika dalam jangka waktu panjang selalu mengonsumsi dalam jumlah besar jus buah asam murni, besar kemungkinan akan menyebabkan gastritis erosif, esofagitis korosif atau ulkus peptikum.

Banyak yang mengeluh tidak enak badan, terutama di lambung, sebelumnya tidak pernah merasakan, namun, tiba-tiba muncul gejala sakit lambung,  Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau akibat refluks asam lambung, persamaan dari para penderita yang mengeluh ini adalah minum jus buah murni setiap hari, demikian ungkap Qiu Zhan-xian, dokter bidang Gastroenterologi/gastrologi di Shu Tian Zhen Suo (klinik Shu Tian-red) di Taipei, Taiwan.

Contoh kasus, karena mengeluh sakit lambung, dada sesak, muntah cairan asam, seorang pria 40 tahun lalu memeriksakan diri ke dokter, dalam sesi tanya-periksa oleh dokter setempat, diketahui kalau sang pasien selalu minum jus murni dari buah nanas, kiwi, markisa atau jus murni dari buah lainnya setiap hari. Sementara itu, seorang wanita usia 50 tahun, sehari-hari tidak minum obat (umum), pola makan juga normal, tidak menenggak minuman keras, atau mengonsumsi makanan pedas, namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ia didiagnosis terserang gastritis erosif, dan dari ungkapkannya kepada dokter bahwa ia selalu minum jus lemon murni setiap hari.

Jus buah murni mengandung vitamin C tinggi dan berbagai asam buah lainnya, biasanya akan menunjukkan sifat keasaman moderat sampai keras (rasa), terutama lemon, jeruk, tomat, nanas, markisa dan buah-buahan dengan aroma asam lainnya. Jika selalu menyerap jus murni dalam jangka panjang akan memengaruhi sekresi asam lambung, dan kemungkinan akan mengikis kerongkongan, dinding lambung, lalu memicu timbulnya gastritis erosif, esofagitis korosif atau ulkus peptikum, ungkap Qiu Zhan-xian menjelaskan.

Ia mengingatkan, sebaiknya hati-hati dengan buah yang sifatnya (rasa) asam, terutama tujuh kelompok orang-orang berikut ini ; (1) Mereka yang punya gejala asam lambung tinggi, (2) Mereka yang terinfeksi Helicobacter pylori, (3) Mereka yang punya riwayat pepticulcer/ulkus peptikum atau dalam proses pengobatan, (4) Penderita acid reflux, (5) Penderita gastritis atrofi, (6) Mereka yang punya sejarah gastritis akut dan kronis, (7) Mereka yang punya gejala tidak nyaman pada pangkal kerongkongan setelah minum jus. Kepada tujuh kelompok ini sebaiknya kurangi porsinya saat konsumsi buah-buahan, demikian juga ketika dijadikan jus sebaiknya diencerkan, hal ini untuk menghindari cedera pada lambung.

Bagi mereka yang memiliki sejarah penyakit lambung, sebaiknya sesuaikan pola makan/minumnya, hal ini untuk mengurangi kekambuhan penyakit. Sementara bagi mereka yang memang menderita ulkus peptikum, dari sisi minuman sebaiknya sebisa mungkin hindari minum teh atau kopi, minuman beralkohol atau minuman berkarbonasi, sedangkan dari sisi makanan hindari makanan tinggi lemak, buah-buahan yang rasanya asam, makanan pedas dan sejenisnya, jika semua ini bisa dihindari dapat membantu memulihkan lambung. Bagi Anda yang menderita ulkus peptikum bisa mengonsumsi buah-buahan seperti apel, pisang, blueberry, ceri, anggur merah, pepaya, pir, wortel, sayuran hijau, bawang dan sejenisnya.

Saat minum jus, pengencerannya minimal 1 berbanding 1 atau lebih, untuk mengurangi konsentrasi asam, meringankan stimulasi lambung saat terkontak dengan jus, demikian saran Dr. Qiu Zhan-xian.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular