Keterangan gambar: Sebelumnya, ilmuwan pernah memetakan materi gelap (warna biru) di gugus-(an) galaksi berdasarkan tabrakan galaksi, dan menemukan materi gelap di luar bayangan mereka.(NASA/ESA/D. Harvey/R. Massey等)。

Oleh: Lin Yan

Untuk pertama kalinya pengamatan astronomi menemukan galaksi materi gelap dengan konsentrasi tertinggi, kecerahan bintang yang dapat diamati di galaksi tersebut hanya ada enam, dan ini mengejutkan para ilmuwan.

“Kita telah menemukan materi gelap berkonsentrasi tertinggi di antara galaksi yang dikenal dari galaksi Triangulum II di ujung galaksi Bima sakti,” kata Evan Kirby, astronom dari California Institute of Technology (Caltech), AS, Rabu 18 November lalu.

Galaksi Triangulum II merupakan galaksi kecil bercahaya gelap, hanya berisi1000 bintang, jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan Bima Sakti yang berisi antara 100 – 400 miliar bintang. Astronom Kirby menggunakan teleskop Keck mengamati bintang di dalam galaksi Triangulum II, dan mendapati hanya ada enam bintang yang dapat diamati kecerahannya dalam medan penglihatan teleskop, sedangkan sisanya gelap tak bercahaya.

Selain itu, asisten professor Kirby juga telah mengukur tingkat kecepatan dan parameter gravitasinya, untuk memastikan massa galaksi. Setelah itu, membandingkan massa keseluruhan galaksi Triangulum II dengan salah satu massa bintang lainnya, dan menemukan proporsi materi gelap di antaranya itu sangat besar, artinya konsentrasi materi gelap ini sangat tinggi

Materi gelap yang “membingungkan”

Menurut pandangan Fisika saat ini, bahwa materi gelap akan memancarkan sinar gamma hampir di setiap tempat di alam semesta. Namun, secara “noise”(sinyal gangguan-sumber cahaya yang berasal dari sumber yang tidak sama atau sinar yang berbeda dan faktor ketidakpastian lainnya) di galaksi, bagaimana memastikan sinar gamma itu berasal dari materi gelap, inilah masalah rumitnya.
Keterangan gambar: Penyebaran materi tampak dan materi gelap di alam semesta.(NASA

Galaksi Triangulum II adalah sebuah galaksi yang sangat tenang, bahkan ada astronom yang menyebutnya galaksi “mati”, karena galaksi tersebut tidak memiliki gas dan materi lain yang diperlukan untuk membentuk bintang. Mungkin inilah yang membuat galaksi Triangulum II menjadi objek yang lebih baik untuk mengamati materi gelap.

Laporan terkait mengatakan, bahwa pengukuran total massa galaksi yang dilakukan Kirby itu belum bisa dipastikan. Ilmuwan dari University of Strasbourg, Perancis, mengukur kecepatan dari bintang di luar Triangulum II, dan menemukan kecepatan mereka jauh lebih cepat dari bintang yang dekat di pusat galaksi, dan ini terbalik dengan perkiraan sebelumnya.

“Langkah saya berikutnya adalah mengukur sekaligus memastikan temuan dari kelompok studi lainnya. Jika kecepatan bintang di luar galaksi itu tidak lebih cepat dari bintang di dalam galaksi, maka galaksi Triangulum II bisa disebut memiliki keseimbangan dinamis, dan ini akan membuatnya menjadi calon yang paling baik untuk mendeteksi materi gelap dan sinar gamma,” kata Kirby menjelaskan.

Materi gelap ada di mana-mana

Menurut pandangan fisika dan astronomi modern, bahwa materi gelap menyumbang 80 – 90% komposisi materi pembentukan alam semesta, namun, tidak terlihat. Selain itu, materi gelap bukan hanya tidak bisa dilihat dengan mata manusia, bahkan peralatan instrumen juga tidak mampu mempersepsinya.

Keterangan gambar: Materi gelap di galaksi Bima Sakti (Lingkaran cahaya wana biru)(NASA

September 2015 lalu, laman phys.org menyebutkan, bahwa secara prinsip seperti mengamati daun pohon yang bergerak ditiup angin, ilmuwan dapat mempersepsikan udara, menggunakan metode teknis mengeksplorasi materi gelap di alam semesta. Misalnya, para astronom modern berencana menggunakan wahana antariksa mutahir, pengamatan pelensaan gravitasi, struktur skala besar di alam semesta, The Cosmic Microwave Background radiation dan sebagainya, untuk mengintai jejak materi gelap. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular