Suasana acara Yokoso Nippon, Welcome Japan (Humas Kemenprin)

JAKARTA – Tiga menteri kabinet pemeritahan Jokowi menghadiri undangan makan malam Duta Besar Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki di Jakarta, Minggu (22/11/2015). Menteri yang hadir adalah Menperin Saleh Husein, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Pada kesempatan para menteri Jokowi juga bertemu dengan 250 pengusaha Negeri Sakura pada acara yang bertajuk Yokoso Nippon, Welcome Japan. Menteri Saleh mengatakan sebagai negara dengan investasi terbesar kedua setelah Singapura, pemerintah dan pengusaha Jepang memang intens membangun komunikasi dengan Indonesia.

“Mereka tetap melihat Indonesia sebagai negara yang strategis untuk kemitraan jangka panjang,” katanya dalam rilisnya, Senin (23/11/2015).

Menurut data BKPM, investasi Jepang di Indonesia pada 2014 menduduki peringkat kedua setelah Singapura dengan nilai sebesar USD 2,7 miliar dan 1.010 proyek. Investasi Jepang di Indonesia masih didominasi oleh industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya.

Pada beberapa kali kesempatan sebelumnya, Menperin mendorong Jepang meningkatkan investasi yang memberi nilai tambah. Termasuk meminta Jepang menanam modal di kawasan industri serta mengembangan Indonesia sebagai basis produksi otomotif berorientasi ekspor.

Hadir pula pada acara itu, Ketua Liga Parlemen Jepang-Indonesia Toshiro Nikai, dan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade, and Industry/METI) Yoichi Miyazawa.

Pada pertemuan itu juga hadir Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Achmad Sigit Dwiwahjono. Pejabat tinggi negara yang turut hadir adalah Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih, anggota Wantimpres lainnya, Sidarto Danusubroto, serta Dubes Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra.

“Kita optimistis, investasi Jepang akan semakin meningkat seiring aktivitas bisnis global terus bangkit. Indonesia siap bermitra, asalkan menguntungkan kedua belah pihak dan meningkatkan kesejahteraan Indonesia melalui penambahan lapangan kerja serta transfer teknologi,” pungkas Menperin. (asr)

Share

Video Popular