Sebanyak 45% air kemasan dalam botol berasal dari sumber air pemerintah kota, begitu juga dengan air leding berasal dari sumber yang sama. (THOMAS COEX/AFP)

Ada banyak barang-barang keperluan rumah tangga beredar di pasar, memberi kemudahan dan kenyamanan dalam keseharian masyarakat. Namun, perlu diketahui, bahwa sejumlah barang-barang keperluan itu mengandung bahan kimia, yang berpotensi menimbulkan bahaya tersembunyi terhadap kesehatan.

Sebagai referensi, berikut adalah 6 jenis barang-barang rumah tangga, dimana pada umumnya dokter atau ahli kesehatan tidak menyarankan membeli barang-barang tersebut.

1. Air freshener (penyegar udara)

Ada keluarga yang terbiasa menggunakan air freshener atau penyegar udara untuk menghilangkan bau tak sedap atau sekadar menyegarkan ruangan, terutama di kamar mandi. Namun, menurut keterangan dokter, bahwa penyegar ruangan sebagian besar adalah preparat kimia sintetis, tidak dapat memurnikan udara, ia hanya mengacaukan pencium melalui aroma harum untuk “mencairkan” bau tak sedap, dan tidak bisa menghilangkan. Selain itu, partikel kimia yang disemprotkan itu dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru.

Jika produk penyegar udara itu berkualitas buruk, akan menjadi sumber polusi udara. Dan jika penyegar udara itu mengandung bahan terkontaminasi (misalnya methanol dan sejenisnya) dan menyebar ke udara, maka bahayanya terhadap kesehatan manusia itu jauh lebih fatal.

Cara terbaik untuk memperbaiki udara dalam ruangan adalah ventilasi udara, atau menempatkan beberapa tanaman dalam ruangan.

2. Makanan kaleng

Menurut laporan dari Environmental Working Group, EWG di Amerika, bahwa setidaknya sepertiga dalam wadah makanan kaleng itu mengandung bahan kimia Bisphenol A, BPA. BPA adalah suatu bahan baku kimia, yang dikenal sebagai endocrine disruptor

Dokter menyarankan sebaiknya konsumsi makanan segar, makanan beku atau makanan dalam kemasan kaca.

3. Air kemasan dalam botol

Banyak orang selalu beranggapan air leding itu tidak bersih, sebaliknya air kemasan dalam botol lebih bersih, padahal tidak juga. Banyak air kemasan dalam botol itu sama sumbernya dengan air leding, karena itu, air kemasan dalam botol itu juga belum tentu kualitas sumber airnya lebih baik. Jika ada produsen menyaring air leding dan mengolahnya menjadi air kemasan dalam botol, lalu menjualnya, maka tidak ada banyak perbedaannya dengan merebus air leding di rumah, apalagi harganya mahal jika sudah diolah menjadi air kemasan dalam botol.

Apalagi di musim panas, sebaiknya jangan minum air kemasan yang disimpan di dalam bagasi mobil. Suhu di dalam mobil itu bisa dengan mudah melebihi 60 derajat Celsius, sehingga akan membuat racun plastik meresap ke dalam air, imbasnya akan rentan menyebabkan masalah kesehatan tubuh.

4 . Mainan dari karet

Berwisata bersama anak-anak sambil tidak lupa membawa mainan karet kesukaannya. Asal tahu saja, dalam proses pengolahan, produksi mainan karet dan balon, kemungkinan akan membentuk senyawa nitrosamin N dan dan substansi N-Nitrosatable, sebagian besar nitrosamin N adalah suatu zat beracun, sangat berbahaya bagi manusia terutama rentan terhadap anak-anak.

5. Bantalan sofa (sandaran punggung)

Membersihkan bantalan sofa umumnya tidak akan terlalu sering dilakukan, tapi ketahuilah kalau tungau debu (binatang halus sejenis kutu, menyebabkan alergi seperti bersin-bersin, asma, batuk, gatal-gatal dsb), jamur maupun debu itu tidak lebih kurang jumlahnya dari alas duduk toilet. Sekali pun bantalan/sandaran maupun alas itu terbuat dari wol dan katun, tapi juga harus sering-sering dibersihkan.

Sandaran atau alas yang dijejali dengan busa itu juga tiidak baik bagi kesehatan karena mengandung flame retardants yang beracun.

6. Pembersih selokan, toilet dan pembersih khusus lainnya

Jika kulit terkontaminasi oleh pembersih dari jenis yang disebutkan di atas itu, akan menyebabkan luka bakar, dan lebih berbahaya lagi jika terkena mata. Untuk membersihkan tempat-tempat seperti itu, Anda bisa gunakan baking soda campur cuka, direndam dulu, setelah itu cukup gunakan air panas untuk membersihkannya.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular