Keterangan foto: Jenasah tersangka serangan terror di Mali yang disiarkan oleh Stasiun TV pemerintah Mali

Oleh Yu Ning

Stasiun televise pemerintah Mali pada Senin (23/11/2015) telah menyiarkan beberapa foto jenasah tersangka serangan terror di Mali. Selain itu menghimbau masyarakat yang mengenali mereka agar bisa memberikan informasi kepada kepolisian. Reuters memberitakan bahwa televisi Mali menyiarkan beberapa foto dari 2 orang pria berusia muda yang diduga terlibat dalam serangan teror. Satu tersangka di antaranya berbaring di dalam kereta dorong. Pembawa acara menghimbau masyarakat yang mengenali mereka dapat membantu kepolisian dengan memberikan identitas mereka.

Serangan teror pada 20 November 2015 itu, mengakibatkan 20 orang tewas, di antaranya terdapat 6 orang warga Rusia, 3 orang warga Tiongkok, 1 orang warga Amerika, 1 orang warga Belgia, 1 orang warga Senegal dan 1 orang warga Israel.

AQIM (Al Qaeda in the Islamic Maghreb) dan sebuah organisasi Jihad Islam Al Mourabitoun mengklaim melakukan serangan pada 20 November di Mali. Tetapi organisasi lain yang menamakan diri the Massina Liberation Front pada 22 November juga menyatakan ikut bertanggung jawab atas insiden serangan di Mali.

Pemerintah Mali mengatakan mereka sudah menemukan ponsel dan senjata api dari jenasah kedua tersangka. Ini akan cukup membantu dalam penyidikan kasus serangan terror itu. Di samping itu, pemerintah Prancis, Belgia, Kanada dan Amerika juga bersedia memberikan bantuan teknis yang dibutuhkan.

Kantor berita negara tetangga Mali, Mauritania mengatakan, Mauritania telah menangkap informasi audio dalam bahasa Arab dari Al Mourabitoun yang menyebutkan bahwa kedua orang tersebut terlibat langsung dalam serangan terror di Mali. Menurut informasi audio itu, kedua orang tersebut tewas setelah memberikan perlawanan keras. Tetapi saat ini masih belum dapat mengkonfirmasi keandalan dari informasi ini.

Mali pernah dijajah oleh Prancis. Serangan teror Mali menyoroti sulitnya militer Prancis bersama 10.000 orang pasukan perdamaian PBB yang ditempatkan di Mali dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Mali sekarang. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular