Keterangan gambar: Ilustrasi

Oleh Zheng Xiaoqi

Pihak berwenang Hungaria pada Selasa (24/11/2015) mengumumkan bahwa polisi anti terorisme Hungaria pada pekan lalu telah menangkap 4 orang yang berada dalam satu kendaraan bermuatan bom yang sedang melaju menuju ibukota Budapest. Kemudian, polisi dalam penggeledahan sebuah rumah mereka menemukan satu ruangan yang dijadikan laboratorium pembuatan bom yang dapat digunakan untuk pembunuhan massa. Pihak berwenang tidak mengesampingkan adanya hubungan langsung dengan organisasi ekstrem IS.

Reuters mengutip laporan Pusat Anti terorisme Hungaria memberitakan bahwa pengamanan keselamatan terhadap beberapa pejabat tinggi sudah ditingkatkan sejak minggu lalu. Penanggungjawab Pusat tersebut, Janos Hajdu mengatakan bahwa para tersangka yang diperkirakan bisa mengancam keselamatan para pejabat tinggi itu sudah ditangkap pihak berwenang dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Namun demikian, Janos menolak untuk mengungkapkan nama pejabat yang dimaksud.

Setelah keempat tersangka itu diciduk, pihak berwenang melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah yang mereka tempati. Kemudian menemukan di dalam rumah itu ada satu ruangan yang dijadikan laboratorium untuk membuat bom. Janos Hajdu kepada stasiun TV Hungaria M1 mengatakan, “Ditemukan bahan-bahan peledak dalam ruang laboratotium itu, termasuk peralatan bom yang bisa dipakai untuk melakukan pembunuhan massal.”

Kabarnya 2 orang lainnya juga turut ditangkap karena petugas menemukan senapan mesin ringan, amunisi dan alat peredam suara senapan dalam kendaraan yang mereka tumpangi. Sampai saat ini belum diketahui sejauh mana hubungan kedua orang tersebut dengan keempat orang yang sudah tertangkap lebih dulu.

Ketika ditanya soal apakah mereka memiliki hubungan dengan organisasi ekstrem? Janos Hajdu menngatakan, “Nanti baru bisa saya jawab dalam beberapa hari ke depan.”

Janos menolak mengungkapkan identitas para tersangka, kebangsaan serta motif mereka, tetapi ia menambahkan bahwa kasus tersebut berhubungan dengan tingkat internasional.

Pejabat Pusat Anti Terorisme Hungaria tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang kasus ini. M1 dalam siarannya menyebutkan bahwa 2 dari tersangka itu sudah resmi ditahan dan menjalani tuntutan pengadilan, sedangkan kasus yang melibatkan tersangka lainnya itu baru akan diputus pengadilan pada Rabu (25/11/2015).

Organisasi ekstrem Islamic State (IS) melakukan serangan terror di Paris pada 13 November yang menewaskan 130 orang. Tak lama setelah itu, sebagian besar Eropa memasuki kondisi kewaspadaan tinggi. Termasuk ibukota Belgia, Brussel yang sudah memasuki keadaan darurat selama 4 hari terakhir karena intelijen menginformasikan akan ada serangan yang dilakukan oleh teroris. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular