- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mengejar tapi Tak Mendapatkan

Banyak orang berpikir mengumpulkan amal tidak berguna, sedangkan harta benda dan kekayaan yang diperoleh di tangan adalah hal yang nyata, semakin lama semakin ingin memiliki, harga properti yang semakin mahal semakin dikejar, akhirnya merasa hidup selalu kekurangan dan pikirannya terus bergelut dengan cara bagaimana memperoleh uang lebih banyak lagi, akhirnya karena serakah mulai berbuat yang tidak lurus. Sebenarnya, mengumpulkan harta tetapi tidak mengumpulkan kebajikan, akhirnya hanya sia-sia saja. Apa yang didapat kelak akan pergi juga. Berikut ini kisah nyata orang zaman dahulu, ini adalah cerita untuk pelajaran membantu orang zaman sekarangļø°

Jiang Yuanlong adalah penduduk desa Jinhan, dia memiliki tanah yang luas dan kaya. Tapi kebanyakan tanah dan propertinya, diperoleh dengan cara licik. Dia juga seorang rentenir, dia melihat seseorang memiliki sawah yang subur dan rumah yang bagus, maka dia akan mencari kesempatan ketika orang tersebut mengalami kesulitan dia akan mengambil keuntungan dengan sengaja menjadi rentenir. Dengan bunga yang sangat tinggi, setelah jangka waktu lama maka orang tersebut akan sulit untuk membayar, maka Jiang Yuanlong akan mengambil kesempatan mengambil tanah mereka. Dengan cara demikian dia terus membeli dengan murah atau menyita sawah dan tanah orang lain, dalam 20 tahun dia telah memiliki ratusan hektar sawah dan tanah.

Jiang Yuanlong mempunyai seorang putra yang bernama Jiang Dezhang. Karena terbiasa hidup enak, Jiang Dezhang menjadi orang yang malas dan pengangguran, selepas selesai sekolah tidak mau bekerja pada orang lain juga tidak mau membantu ayahnya, baru berumur dua puluh tahun sudah terjerumus pada perjudian dan pelacuran dan bermabuk-mabukkan. Setiap kali dia keluar rumah akan membawa beberapa lembar akte tanah sebagai agunan untuk berjudi, sering menggadaikan untuk meminjam uang atau sebagai rentenir meminjamkan kepada orang lain dengan bunga tinggi, tapi lain dengan ayahnya, iamemakai uang tersebut malah untuk berjudi sampai seluruh uangnya ludes, Orang lain juga dengan sengaja akan berbohong kepadanya: “Bukankah kemarin Anda berutang kepada saya 50 ribu, bagaimana dalam satu malam engkau telah melupakannya? ” Jiang Dezhang tidak membantah, mungkin semalam ia mabuk. Orang lain melihat dia gampang ditipu, mereka berkomplotan menipunya. Saat hutang sudah menumpuk, setiap hari penagih hutang datang membentak ayahnya. Kurang dari satu dekade, harta benda habis terjual, ayah dan anak hidup prihatin. Memperoleh kekayaan bukan di jalan yang lurus, imbasnya kepada memiliki keluarga yang tidak akan sukses, malah membuat masa tua begitu menderita.