Laptop (Epochtimes)

Dell mengakui adanya celah keamanan pada beberapa laptop terbarunya yang dikirim baru-baru ini, di mana celah ini bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk membobol komputer dan mengakses data pribadi pengguna, demikian pernyataan Dell, Senen 23 November 2015.

Laman Reuters menyebutkan, bahwa beberapa laptop terbaru Dell, telah di pra-instal sebuah program virus yang hanya bisa dihapus oleh pengguna secara manual. Namun, program bawaan yang diinstal oleh Dell ini membuat komputer tersebut rentan terhadap serangan siber, peretas bisa dengan mudah membaca pesan yang terenkripsi, dan mengarahkan kembali lalu lintas browser ke situs yang jauh lebih rentan diserang.

Dell menyalahkan sebuah sertifikasi pihak ketiga yang pada awalnya dimaksud untuk memberikan pengalaman yang lebih baik, lebih cepat, dan dukungan lebih mudah kepada konsumen. “Sayangnya, sertifikasi ini memperkenalkan kerentanan keamanan yang tidak diinginkan,” tulis Dell dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir Reuters.

Dell menolak mengatakan berapa banyak komputer atau model terbaru yang terpengaruh isu keamanan ini. peranti lunak tersebut mulai diinstal pada bulan Agustus lalu. Namun Dell mengatakan bahwa tidak akan ada lagi masalah kerentanan keamanan pada sistem tersebut di masa depan.

Dell mengatakan, akan menyediakan sebuah instruksi detail untuk menghapus peranti lunak yang rentan itu melalui email dan situs web. Namun, ini membutuhkan tingkat kemahiran yang tinggi. Celah keamanan yang dialami laptop Dell kali ini mirip dengan celah keamanan “Superfish” yang terdeteksi pada komputer Lenovo awal tahun ini.

Peneliti keamanan melaporkan bahwa program tersebut bisa dimanfaatkan peretas untuk mengintai korban, merekam aktivitas di internet, termasuk saat mereka bertransaksi perbankan, berbelanja, hingga mengakses sosial media. Orang yang menemukan celah keamanan pada laptop Dell ini adalah seorang pengguna Reddit, sebuah situs jejaring sosial berbasis konten berita yang populer di AS (di Indonesia diblokir oleh Kemkominfo-red). (Jhon/asr)

Share

Video Popular