Keterangan foto: Beberapa laporan mengatakan bahwa ISIS menggunakan HJ-8 anti-tank rudal, The HJ-8 atau Hongjian-8, sistem rudal generasi kedua yang awalnya digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat sejak akhir 1980-an. (internet)

Pendukung Dibalik Terorisme Adalah PKT

Menurut berita, setelah terjadinya serangan teroris di Paris, seorang narasumber asal RRT yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan, dirinya pernah menjadi teknisi utama di perusahaan pemasok senjata. Sepengetahuannya, senjata AK47 yang digunakan pada peristiwa teror di Paris kali ini adalah buatan RRT, termasuk juga senjata yang digunakan para perompak Somalia, di Timur Tengah, serta yang digunakan oleh ISIS, selama ini sebagian besar dipasok oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Informan mengungkapkan, diantara jenis senjata lawas yang dieliminasi oleh PKT yang terbanyak adalah AK47, dan juga pelontar granat Howitzer. PKT memproduksi senjata dalam jumlah besar, tapi tidak banyak digunakan untuk tujuan militer, tidak ada negara demokrasi yang berniat menginvasi RRT, sehingga Howitzer yang kadaluarsa itu pun dijual ke luar negeri. Sekarang pelontar granat jenis ditarik mobil yang digunakan di Afrika, Timur Tengah, ISIS, adalah hasil produksi RRT.

Sudah banyak laporan yang dipublikasikan di tengah masyarakat internasional, yang membuktikan PKT terus menjadi pemasok senjata bagi Iran dan Arab Saudi. Badan Pengawas Perdagangan Senjata “Conflict Armament Research” tahun lalu mengumumkan, dari specimen peluru yang diperoleh di ajang perang Suriah dan Irak, sebanyak 61% selongsong peluru yang diproduksi sekitar tahun 80-an adalah buatan PKT, dan yang diproduksi setelah tahun 2010 sekitar 28%. Sebagian besar organisasi teroris di dunia saat ini sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan PKT.

PKT Terapkan Paham Teroris Negara

Dibandingkan dengan kelompok teroris, paham komunisme bahkan lebih sesat dan jahat, paham komunisme juga merupakan terorisme terbesar di dunia. Rezim komunis tanpa terkecuali selalu menerapkan terorisme kapan pun dan dimana pun, terutama PKT.

Abad lalu, gerakan komunisme yang dipimpin Uni Soviet memulai eksperimennya di seluruh dunia, revolusi berdarah ala komunisme mendatangkan perang, kelaparan, dan pembantaian yang menewaskan tak terhitung banyaknya korban, ideologi komunisme yang berlandaskan pada ateisme dan Teori Evolusi Darwin saling bertolak belakang dengan nilai universal serta ajaran Nasrani di Eropa dan Amerika. Gerakan komunisme pun menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dunia dan keselamatan umat manusia.

Setelah PD-II berakhir, dunia memasuki era perang dingin, kubu Barat yang diketuai Amerika Serikat akhirnya berhasil menggulingkan kubu komunisme yang dipimpin Uni Soviet setelah berupaya keras selama 40 tahun lebih, dan menyambut peta dunia yang baru. Setelah Perang Dingin, RRT menjadi negara sosialisme terbesar di dunia, dan dengan pertumbuhan ekonomi serta perluasan kekuatan militernya yang cepat, RRT pun menjadi ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. Di Tiongkok, media yang dikuasai PKT mengatakan bahwa “AS dan Barat menjadikan RRT sebagai lawan utama dalam pertumbuhan ekonomi, politik dan ideologi”. Sebenarnya dari dasar pendirian negara dan norma yang dianut di Eropa dan AS, negara Barat sama sekali tidak akan menganggap sebagai musuh seandainya RRT adalah negara demokrasi bebas yang perekonomiannya makmur.

Sebaliknya, jika Tiongkok eksis sebagai negara demokrasi bebas, justru akan memberikan sumbangsih terbesar bagi stabilitas dan perdamaian dunia, dan yang dianggap sebagai musuh bagi dunia Barat adalah paham komunisme yang dianut oleh rezim PKT. Inilah ancaman terbesar bagi perdamaian serta keselamatan umat manusia. Tidak hanya gerakan komunisme pada abad ke-20 telah membuktikan hal ini, rezim PKT yang memiliki senjata nuklir pun membuktikan: Juli 2005, seorang jendral PKT menyatakan pada wartawan di Hongkong, jika terjadi bentrok militer dengan AS terhadap masalah Taiwan, PKT tidak punya pilihan, “terpaksa akan menggunakan senjata nuklir”. Jendral tersebut juga menambahkan, jika kota-kota dari Xi’an ke timur

menjadi puing-puing akibat perang nuklir, maka ratusan kota-kota di AS pun akan dihancurkan.

Di dalam negeri RRT, PKT menerapkan paham terorisme negara untuk mengendalikan masyarakat dan warganya. Sejak mulai berdiri hingga sekarang, PKT tidak pernah berhenti menggunakan berbagai jenis gerakan politik untuk menindas dan membantai rakyat. Hal ini juga terlihat sepenuhnya di tahun 1999 pada saat Jiang Zemin dan komplotannya menindas Falun Gong. PKT mengerahkan segenap aparatur negara untuk menindas Falun Gong, melakukan pembantaian bersifat genosida terhadap praktisi Falun Gong, bahkan merampas organ tubuhnya dalam keadaan hidup-hidup dan jumlahnya sangat besar.

Anti-Terorisme Tak Bisa Abaikan Anarkis PKT

Darah yang mengalir di Paris menyadarkan dan menyulut keberanian masyarakat bahwa menumpas kejahatan sudah sangat mendesak. Semua kekuatan jahat memiliki kondisi lingkungan eksistensinya, PKT adalah kekuatan penopang yang ada di balik kelompok teroris di seluruh dunia, elemen sesat PKT menyediakan dukungan mental bagi nilai kejahatan para teroris, menjadi lahan bagi bertumbuhnya terorisme. Jika mengabaikan hal ini, maka aksi anti-terorisme tidak akan pernah berhasil, dan tidak akan ada kemenangan akhir.

Perang anti-terorisme pada dasarnya adalah perang bagi nilai-nilai moralitas, adalah duel antara kebaikan melawan kejahatan. Ketika sebagian orang hanya menyuarakan kecaman keras terhadap kelompok teroris tanpa bersuara terhadap PKT yang tirani, maka sikap seperti itu sangat rapuh dan ambigu, juga tidak akan efektif. Pepatah mengatakan, “Ada serigala menghadang, rubah yang ditantang”, begitulah yang terjadi.

Tirani PKT, penindasan kejamnya terhadap praktisi Falun Gong, penindasan terhadap nilai universal moralitas “Sejati, Baik, Sabar”, pengrusakan terhadap peradaban dunia yang ditimbulkan jauh melebihi kelompok teroris mana pun. Dibandingkan dengan PKT, ancaman terhadap perdamaian dunia yang ditimbulkan oleh kelompok teroris tidak ada apa-apanya. Karena penindasan dan pembunuhan PKT terhadap rakyatnya belum juga berhenti, kejahatan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong diam-diam masih berlanjut. Ini adalah masalah yang tidak bisa dihindari oleh para pemimpin dan pemerintahan semua negara di dunia. Bungkam akan penindasan tersebut karena diberi keuntungan bisnis oleh PKT adalah aib terbesar di dunia sekarang ini.

Di bawah kecaman, sorotan dan seruan banyak negara dan warga dunia untuk menghentikan terorisme, serta aliansi negara di seluruh dunia untuk menumpas terorisme, tidak bisa mengabaikan tirani PKT.

Menghentikan kekerasan terorisme PKT adalah tanggung jawab setiap negara, adalah tanggung jawab setiap Negara dan pemerintahan serta insan pribadi; menghentikan penindasan PKT terhadap Falun Gong dan mengakhiri tekanan PKT terhadap norma universal “Sejati, Baik, Sabar” adalah tanggung jawab seluruh umat manusia, karena dunia membutuhkan “Sejati, Baik, Sabar”. Katakan tidak pada PKT, adalah pencegahan terbesar terhadap terorisme global, juga merupakan pengawalan terkuat bagi peradaban umat manusia. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular