Keterangan foto: Cui Huifang, mantan polwan Jiamusi, Heilongjiang yang menjadi praktisi Falun Gong. (video screenshot)

Oleh Yan Qingliu

Mantan polwan Jiamusi, Heilongjiang, Tiongkok di masa lalu pernah terlibat penganiayaan Falun Gong, namun setelah memahami kebenaran, ia pun menjadi praktisi Falun Gong. Pada 20 November 2015, Cui Huifang disidang di pengadilan negeri karena dituduh kepolisian PKT (Partai Komunis Tiongkok) menyimpan dokumen rahasia negara tanpa ijin.

Li Xiongbing dan Zhang Keke 2 orang pengacara melakukan pembelaan agar Cui divonis tidak bersalah. Dalam pembelaan dirinya Cui Huifang mengatakan bahwa ia sangat mengharap pengalamannya dapat dijadikan cerminan bagi rekan-rekan yang masih bertugas, secepatnya memahami kebenaran dan menyadari bahwa menganiaya Falun Gong adalah tindakan yang salah.

Menurut pemberitaan NTDTV bahwa sidang kasus Cui Huifang digelar pada 20 November pagi. Di luar gedung sejumlah polisi berpakaian preman berjaga-jaga, anggota keluarga Cui Huifang tidak diijinkan untuk mengikuti persidangan, selain menerima perlakuan kasar, keluarga juga dipukuli dan ditangkap.

Pengacara terkenal Li Xiongbing dan Zhang Keke melakukan pembelaan bagi Cui di pengadilan.

Pengacara Li mengatakan, “Penindasan terhadap diri Cui Huifang yang pernah menjadi polisi peradilan, semata-mata karena ia pernah terlibat dalam penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Namun setelah memahami fakta kebenaran dan menyadari bahwa menganiaya Falun Gong itu salah. Ia kemudian ikut berlatih Falun Gong karena merasa tersentuh oleh ketulusan hati para praktisinya.”

Cui yang kini berusia 52 tahun, pernah bertugas sebagai polisi peradilan di Jiamusi. Ia baru pensiun di awal tahun ini. Karena pernah terlibat tugas pengalihan keyakinan, penganiayaan terhadap praktisi sehingga berkesempatan untuk memahami fakta yang kemudian menghantarkannya sebagai salah satu orang yang mendalami kultivasi melalui Falun Gong. Februari lalu, rumahnya digeledah dan ia pun ditangkap karena dalam komputernya tersimpan 3 ‘dokumen’ soal ‘belajar bersama’ antar polisi tahanan.

Li Xiongbing percaya bahwa pengalaman khusus dan riwayat Cui Huifang-lah yang memicu kemarahan pihak berkuasa, sehingga ia ‘dibuat susah’.

Menurutnya, ketiga dokumen yang disimpan Cui itu tidak termasuk dokumen rahasia seperti yang diatur dalam undang-undang. Jadi Cui tidak bersalah.

Terhadap tuntutan hukuman selama 3 tahun yang diajukan oleh jaksa penuntut, Pengacara Li menolak dan mengatakan, “Kami pikir yang bersangkutan tidak bersalah, sehingga tidak patut untuk menerima hukuman.”

Sidang kasus tersebut diakhiri sekitar pukul 13:00 siang hari itu, vonis akan diambil di lain hari.

Melalui catatan pengalamannya Cui Huifang berharap rekan-rekan polisi memahami kebenaran

Cui di persidangan membuat pernyataan akhir, bila pengalamannya memungkinkan para petugas peradilan yang terlibat dalam penganiayaan Falun Gong menyadari kesalahan mereka. Maka perlakuan buruk terhadap dirinya hari ini menjadi berharga.

Ia berharap kepada seluruh jajaran peradilan untuk secepatnya menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong. Di bawah ini adalah pernyataannya.

Saya tidak menciptakan dampak negatif yang merugikan masyarakat. Bila suatu hari, pemerintah melakukan koreksi atas kesalahannya menindas Falun Gong dan kemudian memulihkan nama baiknya. Maka semua orang yang terlibat akan menjadi penjahat.

‘Golongan Pemberontak’ di masa Revolusi Kebudayaan suatu saat dielu-elukan sebagai golongan yang paling setia mengikuti arahan Partai Komunis Tiongkok dalam melaksanakan strategi yang mereka rancang. Anggotanya kemudian ditangkap dan sebagian menjalani pemenggalan kepalanya setelah Revolusi Kebudayaan berakhir. Apakah ini bukan pengalaman berharga ?

Hari ini, kalian mendudukkan saya di kursi tertuduh, saya pikir itu tidak masuk akal dan menyedihkan !

Sejati-Baik-Sabar karakteristik alam yang menjadi filisofi dan dijunjung tinggi oleh praktisi Falun Gong, membuat saya selalu berpikir untuk orang lain, berbuat baik bagi orang lain, menghilangkan keinginan untuk mencari ketenaran dan kekayaan. Sehingga apa yang saya lakukan dapat diakui pimpinan maupun sesama rekan di tempat tugas saya. Sehingga saya sempat beberapa kali mendapat penghargaan seperti ‘PNS Teladan’ dan ‘Individu Terdepan’. Ketika orang lain dipromosikan untuk menjabat kedudukan wakil cabang, saya pun mengambil inisiatif dan mendukung mereka dengan memberikan indikator-indikator penting yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.

Saya berharap semua orang di dunia bisa memperoleh kembali hati nurani sehingga tidak lagi bertindak menyakiti orang lain agar dunia menjadi tempat yang lebih menarik.

Semoga saja para penegak hukum beserta seluruh hadiran yang berada dalam ruang persidangan ini menggunakan hati nurani dan pikiran yang baik untuk membedakan yang baik dan jahat, Stop menganiaya Falun Gong. Kami tidak membunuh orang atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

Secara khusus kami ingatkan kepada para hakim dan jaksa penuntut bahwa tanda tangan dan nama jelas kalian ada di atas dokumen kasus yang kalian putus. Kalian harus bertanggungjawab seumur hidup terhadap itu. Jika kalian membuat vonis salah sehingga mencelakakan praktisi Falun Gong, maka kalian adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab secara pidana. Mudah-mudahan kalian dapat membuat keputusan yang adil dan bijaksana pada kasus ini.

Para kaki tangan Partai Komunis Tiongkok yang terlibat langsung dalam penganiayaan Falun Gong seperti Wang Lijun, Bo Xilai, Zhou Yongkang, Li Dongsheng, Xu Caihou serta sejumlah pejabat tingkat propinsi dan menteri satu per satu jatuh terkena hukuman karma.

Meskipun saya sekarang berada di balik ruang jeruji. Namun saya tidak merasa sedih karenanya, kecuali merasa cemas terhadap mereka-mereka yang tidak mau insaf dan masih melakukan penganiayaan Falun Gong. Kesedihan yang saya alami hanya sementara, tetapi kalian akan kehilangan masa depan untuk selamanya.

Jika pengalaman saya bisa membuat lebih banyak orang terjaga, kemudian memahami kebenaran Falun Gong. Maka sakit yang saya alami tidak sia-sia, justru saya rasakan berharga.

“Perlakukan Dafa secara baik, Anda akan diberkati dengan keselamatan dan kebahagiaan.” Inilah ucapan akhir yang saya berikan untuk Anda beserta keluarga agar dapat aman dan bahagia! (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular