Apakah hukuman untuk mendisiplinkan anak akan benar-benar berjalan dengan baik? Orangtua umumnya bingung ketika mendidik anak yang tidak mau mendengar. Beberapa orangtua bahkan percaya bahwa satu-satunya cara untuk mendisiplinkan anak membandel adalah dengan hukuman yang keras.

Pada awalnya, mungkin hukuman tampak berhasil, tetapi kenyataannya adalah mereka kontra produktif. Hukuman dapat membuat efek yang tidak diinginkan dan bahkan mungkin membekas luka dipikiran anak-anak. Inilah sebabnya mengapa hukuman tidak selalu bekerja.

Berikut beberapa alasan mengapa hukuman fisik harus dihindari dalam mendisiplinkan anak.

Hukuman menimbulkan perasaan benci

Jika Anda menampar anak Anda atau menghukumnya dengan cara yang keras, menurut Anda apakah anak Anda akan mencintaimu? Mungkin dengan cara yang sama ia / dia lakukan untuk Anda. Anak mungkin mulai membenci Anda, jika Anda sering menyakitinya.

Membentuk karakter dan watak  pemberontak

Beberapa anak mungkin hanya diam untuk sementara waktu; Namun, jika sakit menjadi tak tertahankan mereka mungkin mulai memberontak untuk setiap hal kecil. Ini bisa berbahaya karena anak-anak yang pemberontak dapat menjadi liar dan juga dapat menumbuhkan perilaku anti-sosial ketika mereka tumbuh dewasa.

Mengembangkan rasa ketakutan / fobia

Penelitian menunjukkan bahwa beberapa anak yang diperlakukan buruk, ketika mereka masih kanak-kanak, cenderung mengembangkan fobia tertentu. Jika Anda menciptakan rasa takut pada anak Anda, pertumbuhan psikologis mereka mungkin akan terganggu, merupakan hal yang buruk.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang mendapat perhatian, kasih sayang dan sering mendapat perlakuan yang tidak baik dalam keluarganya, cenderung mendapat gejala fobia ( ketakutan) tertentu . Dan ini dapat menjadi gangguan bagi pertumbuhan psikologis anak Anda, hingga tumbuh dewsa nantinya.

Membuat perasaan rendah diri yang komplek

Anak Anda dapat mengembangkan rasa rendah diri jika Anda terus menghukumnya untuk setiap kesalahan kecil yang ia lakukan. Oleh karena itu, lebih baik untuk menangani anak-anak dengan hati-hati bukannya dengan kekerasan pada mereka sepanjang waktu.(Anai)

Share

Video Popular