Keterangan gambar: Jika materi gelap menembus bumi, maka bumi akan dibuatnya menjadi “segumpalan rambut” materi gelap, kata ilmuwan NASA. (NASA / JPL-Caltech)

Oleh: Lin Yan

Ilmuwan NASA menyebutkan, seandainya materi gelap di segenap alam semesta ini menembus bumi, maka bumi akan dibuatnya menjadi “segumpalan rambut” materi gelap, setiap helai “rambut” bisa mencapai tiga juta kilometer panjangnya.

Materi gelap memiliki suatu struktur serat panjang yang disebut “rambut materi gelap”, ini adalah fenomena pembentukan materi gelap setelah menembus planet. Jika menembus bumi, maka “rambut materi gelap”itu akan memiliki “akar rambut” dan “ujung rambut”, sehingga bumi akan tampak seperti sebuah “gumpalan rambut”, yang eksis di ruang alam semesta, ungkap Gary Prézeau, ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA (24/11/2015).

Menurut NASA, materi gelap merupakan suatu materi misterius yang tak terlihat, sebesar 27%-nya membentuk materi dan energi alam semesta. Sementara materi biasa di sekelilingnya itu hanya menduduki 5% di alam semesta. Namun, sejauh ini ilmuwan belum berhasil mendeteksi materi gelap atau energi gelap baik melalui percobaan di bumi maupun di angkasa. Melalui berbagai bentuk pengamatan, ilmuwan memastikan bahwa materi gelap itu eksis, dan dapat memetakan keakuratan penyebaran materi gelap dengan kekeliruan kurang dari 1%.

Menurut teori utama saat ini, materi gelap selain “dingin”(tidak bergerak) dan “gelap” (tidak menghasilkan cahaya, juga tidak berinteraksi dengan cahaya). Namun, materi-materi yang “dingin” dan “gelap” ini bisa membentuk berbagai materi tampak di galaksi, selain itu juga mampu membentuk “arus mikro” partikel, sehingga atas dasar teori-teori ini, Gary Prézeau menganalisis terkait apa yang akan terjadi jika “arus mikro”dari partikel materi gelap itu mencapai Bumi.

Keterangan gambar: “Gumpalan rambut” dari materi gelap memiliki “akar rambut”dan “ujung rambut”, dengan panjang total hingga tiga juta kilometer. (NASA/JPL-Caltech)

Dari hasil perhitungan Gary Prézeau ditemukan, bahwa “rambut” materi gelap yang menembus bumi ini memiliki “akar” dan “ujung” rambut. Adapun yang dimaksud “akar” disini adalah mengacu pada bagian yang paling padat, sedangkan “ujung” mengacu pada bagian kepadatan terkecil. Terutama “akar”yang memiliki ciri yang mencolok. Ia (akar) adalah ikatan partikel materi gelap yang terbentuk dengan kepadatan ekstrim setelah menembus inti bumi, dengan kepadatan 10 kali lebih padat dari partikel materi gelap biasa, bentangannya setara dengan dua kali jaraknya antara bumi dengan bulan jika dihitung dari permukaan bumi, yakni satu juta kilometer. Sementara “ujungnya” itu terbentuk ketika materi gelap menembus permukaan bumi, dengan panjangnya sekitar dua kali lipat dari “akar”, yakni dua juta kilometer. Selain itu, Gary Prézeau juga memperkirakan bahwa “rambut” materi gelap yang terbentuk saat menembus Jupiter itu juga akan memiliki “akar rambut”yang lebih padat.

“Jika bisa menetapkan akar-akar rambut dari materi gelap ini, kita akan menempatkan wahana antariksa ke sana, dan mendapatkan banyak data dari materi gelap,” kata Gary Prézeau menambahkan.

“Selama 30 tahun ini, orang-orang terus berusaha semaksimalnya mencoba mengamati materi gelap secara langsung. Jika kepadatan akar-akar rambut materi gelap ini disimpulkan sedemikian tinggi, maka itu adalah tempat yang layak untuk dikunjungi dan dipelajari lebih lanjut,” kata Charles Lawrence, kepala ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA, Pasadena, California, AS. (joni/rmat)

Studi terkait telah dipublikasikan di “Astrophysical Journal” edisi terbaru.

 

 

 

Share

Video Popular