Keterangan foto: Para praktisi Falun Gong ketika berlatih Metode ke 1 Senam Meditasi dalam suatu kegiatan “Dukung seluruh rakyat Tiongkok menggugat Jiang Zemin” di Vancouver – Kanada belum lama ini. (Tang Feng / Epoch times)

Pada 1992, Master Li Hongzhi menyebarkan metode kultivasi yang berprinsip pada karakter alam semesta “Sejati, Baik, Sabar” yakni Falun Dafa (disebut juga Falun Gong). Falun Gong mengajarkan kebajikan yang selalu berpedoman pada “Sejati, Baik, Sabar”, sehingga hanya dalam tempo 7 tahun saja, ratusan juta pengikutnya telah merasakan manfaatnya.

Pada1998, laporan hasil survey Kongres Rakyat Nasional RRT telah menunjukkan bahwa Falun Dafa merupakan maha hukum bermoral tinggi yang sangat bermanfaat dan sama sekali tidak merugikan bagi masyarakat, maupun perorangan. Bangsa Tionghoa sejak dulu kala telah menjunjung tinggi moralitas serta peningkatan spiritualitas. Falun Gong telah memadukan intisari budaya dan tradisi Tiongkok kuno ini, sehingga sejak diperkenalkan Falun Gong telah mendapatkan tempat di hati masyarakat Tiongkok.

Ketika Master Li Hongzhi dicalonkan untuk menerima hadiah Nobel perdamaian pada tahun 2000 silam, di dalam uraian nominasi para nominator menuliskan sebagai berikut: “Falun Dafa yang disebarkan oleh Master Li Hongzhi telah menciptakan perdamaian manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Pada saat ditindas oleh Partai Komunis Tiongkok/ PKT, praktisi Falun Gong menunjukkan keyakinan yang luar biasa akan perdamaian. Master Li Hongzhi berikut pengikutnya telah menjadi simbol pembela kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat di Tiongkok.

Sejak Juli 1999 kelompok Jiang Zemin PKT mulai melakukan penindasan terhadap praktisi Falun Gong, dan masih berlangsung hingga sekarang setelah lebih dari 16 tahun. Ratusan juta praktisi Falun Gong telah ditindas, tak terhitung sudah banyaknya yang dijebloskan ke dalam kamp kerja paksa, dipenjara, disiksa hingga tewas bahkan ada yang dirampas organ tubuhnya hidup-hidup. Tapi selama belasan tahun ini, praktisi Falun Gong di seluruh dunia tidak melakukan balasan dengan tindak kekerasan apa pun. Ini adalah teladan bagi perdamaian dunia yang belum pernah ada sepanjang sejarah manusia. Damainya praktisi Falun Gong berasal dari prinsip moral yang begitu kuat di dalam hati nurani mereka yakni “Sejati, Baik, Sabar”. Ini adalah kekayaan mental paling berharga bagi masyarakat dunia.

Di tengah masyarakat modern dengan moralitas yang kacau ini, di tengah dunia yang penuh dengan kekerasan, kebencian, pembantaian bahkan peperangan ini, ketika masyarakat melihat sosok praktisi Falun Gong di jalan-jalan dengan spanduk dan brosur di tangan, atau di taman kota saat sedang melakukan latihan 5 gerakan Falun Gong diiringi suara musik yang penuh belas kasih, tak sedikit hati orang yang melihatnya akan tersentuh dan menyerukan: dunia membutuhkan “Sejati, Baik, Sabar!”

Sementara penindasan kelompok Jiang Zemin terhadap Falun Gong adalah penindasan paling ekstrim terhadap norma moral dan peradaban manusia. Andaikan moral manusia telah hancur total, maka peradaban manusia pun tidak akan eksis lagi. (sud/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular