Keterangan foto: RRT selalu memiliki pemerintahan yang kuat, namun RRT masih belum merupakan masyarakat yang bersupremasi hukum penuh, karena partai komunis menetapkan hukum, namun tidak terikat oleh hukum itu sendiri secara menyeluruh”, pungkas cendekiawan AS tersohor Francis Fujuyama. (internet)

Oleh: Tang Wen

Beberapa hari lalu, media resmi caixin.com yang mempunyai hubungan erat dengan kubu Xi Jinping telah menerbitkan sebuah pembicaraan sensitif dari seorang cendekiawan Amerika Serikat, Francis Fukuyama, tentang peralihan sistem demokrasi Tiongkok. Fukuyama mengatakan, “Partai Komunis menetapkan hukum namun tidak terikat oleh hukum itu secara menyeluruh”. RRT dapat meniru negara Eropa, yang dimulai dari mendirikan masyarakat yang bersupremasi hukum, kemudian baru beralih ke sistem demokrasi.

Wang Qishan, Sekretaris Komisi Inspeksi Disiplin Pusat, dan Xi Jinping, kepala negara RRT, masing-masing pada April dan awal November lalu telah menemui Fukuyama, membicarakan masalah reformasi politik dan lain-lain topik sensitif. Kalangan asing memerhatikan, pemerintah Xi dan orang-orang di luar system pemerintahan belakangan ini banyak sekali menyampaikan sinyal tentang “perubahan besar” yang akan terjadi di RRT.

Pada 1 – 3 November di Beijing telah dilangsungkan konferensi internasional ke-2 “Membaca Tiongkok”, 40 lebih mantan politikus, ahli strategi dan peminpin kalangan bisnis dari berbagai negeri telah hadir. Selama konferensi berlangsung, kolom “Opinions” Phoenix Comment mewawancarai cendekiawan dan pengarang ternama, professor Stanford University USA Francis Fukuyama.

Pada 25 November, blog caixin.com daratan Tiongkok telah melansir hasil wawancara Fukuyama dari kolom “Opinions” Phoenix Comment. Di tengah wawancara Fukuyama menyampaikan, ditegakkannya sistem demokrasi berhubungan erat dengan pengumpulan kekayaan di negara tersebut. Pengumpulan kekayaan akan memengaruhi tingkat pendidikan, sedangkan kelas menengah ingin memiliki dan mendapatkan perlindungan atas kekayaan dirinya itu, tuntutan mereka terhadap pemerintah akan lebih tinggi, mereka menginginkan sebuah pemerintahan yang dapat melindungi hak asasi, hak kekayaan dan hak hak individu mereka. Tentu saja ini juga tidak mutlak, seperti India, walau masih miskin, namun telah mendirikan sebuah sistem demokrasi yang cukup baik.

Sejak 1970 hingga sekarang, negara-negara di seluruh dunia yang memiliki sistem pemilihan demokratis telah bertambah hampir 100 kali lipat. Dewasa ini 2/3 negara di seluruh dunia telah melaksanakan pemilihan demokratis. Fukuyama mengatakan, namun terdapat beberapa negara dalam pelaksanaan transisi ke negara demokrasi telah mengalami kegagalan, termasuk Rusia, Ukraina dan sejumlah negara lainnya, sebagian disebabkan efektifitas pengendalian pemerintahan negara-negara tersebut kurang efektif, tidak mempunyai pemerintahan yang kuat, tidak dapat lepas dari korupsi, tidak dapat memberikan pelayanan fundamental yang dituntut oleh khalayak.

Fukuyama berpendapat, sistem politik modern memiliki 3 elemen, harus memiliki pemerintahan yang kuat dan ampuh, sistem hukum dan sistem pertanggungjawaban demokratis. Jika hanya memiliki pemerintahan yang kuat, maka dapat mengakibatkan terjadinya otoriterisme, jika hanya memiliki demokrasi, mungkin dapat mengakibatkan terjadi pemerintahan yang lemah dan invalid. RRT selalu memiliki pemerintahan yang kuat, “namun RRT masih belum merupakan masyarakat yang bersupremasi hukum penuh, karena partai komunis menetapkan hukum, namun tidak terikat oleh hukum itu sendiri secara menyeluruh. Sistem pertanggungjawaban demokrasi yang resmi di RRT masih belum eksis.

Francis Fukuyama adalah seorang pengarang dan sarjana politik ekonomi Amerika Serikat, dalam karangannya yang berjudul “The End of History and the Last Man” mengatakan, seiring dengan berakhirnya Perang Dingin, “Kebebasan dan demokrasi” serta kapitalisme telah diberi kedudukan tertinggi. Hal ini merupakan kemenangan “Kubu kapital”.

Banyak signal DikeluarkanTentang “Perubahan Besar Situasi” RRT

Caixin.com RRT mempunyai hubungan khusus dengan kubu Xi Jinping-Wang Qishan, dan sering menyampaikan sinyal yang dilepas oleh kubu Xi-Wang, serta menerbitkan laporan yang mempunyai makna arah perkembangan situasi politik.

Pada 5 November, media Caixin menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi ke-6, anggota Akademi Ilmu Sosial RRT Yu Yongding mengatakan, dewasa ini RRT sedang menghadapi 4 bahaya besar eksternal, dan menyebutnya sebagai “Perubahan situasi yang belum pernah terjadi dalam 30 tahun ini”.

Pada 9 November halaman depan “Majalah Mingguan Caixin” mencantumkan sebuah laporan “Hari Perhitungan”. Sejak terjadi peristiwa penyelamatan Market Sekuritas pada Juli lalu, “Hari Perhitungan” yang lama ditunggu-tunggu sedang datang menyongsong. Dalam majalah edisi yang sama juga diterbitkan sebuah laporan yang menyingkap latar belakang boss private placement Xu Xiang beserta sepak terjang perusahaannya yang mempunyai hubungan kerja-sama dan kepentingan dengan Zeng Qinghong (pentolan kubu mantan sekjen PKT Jiang Zemin) serta Jiang Mianheng (putra Jiang Zemin).

Komentator peristiwa terkini Xie Tianqi menyatakan, laporan caixin.com setengah terbuka mengungkap kubu Jiang dan clan Jiang Zemin maupun clan Zeng Qinghong telah menggunakan bencana saham sebagai jenis lain gerakan “Kudeta Ekonomi” serta mengatakan ‘Hari Perhitungan’ yang telah lama ditunggu, sekarang sedang datang menyongsong, ini tidak lain telah menyatakan hari kiamat Jing Zemin sedang mendekat.

Berita wafatnya mantan presiden Korea Selatan Kim Young-sam pada dini hari, 22 November waktu setempat, media RRT dalam laporan menonjolkan Kim yang sejak berkuasa melakukan tindakan anti korupsi dan menangkap mantan presiden. Dalam laporan corong resmi PKT www.xinhuanet.com dan www.people.com.cn juga muncul kata-kata sensitif tindakan politik Kim tentang “pendaftaran terbuka harta kekayaan”, “gerakan demokratis” dan “anti kekuasaan tirani”, dan lain sebagainya.

Lapisan tingkat tinggi pusat kekuasaan PKT dalam rapat intern maupun secara terbuka telah beberapa kali mengakui adanya krisis kepunahan PKT. KKN, kekuasaan mafia/ geng, gerakan kudeta dan perampasan secara hidup organ praktisi Falun Gong dan lain-lain kejahatan, semua itu saling bersandaran diri dengan system organisasi PKT yang tidak dapat terpisahkan. Ketika seluruh fakta terekspos keluar di tengah masyarakat Tiongkok, PKT akan segera runtuh.

Sesungguhnya hingga sekarang lebih dari 200 juta penduduk RRT telah melakukan pemilihan yang adil, memilih mundur dari PKT serta organisasi afiliasinya. Nasib hancurnya PKT sudah tidak dapat diubah. Komentator Xie beranggapan, seiring dengan tidakan pengepungan terhadap Jiang Zemin, Xi Jinping juga sedang menata situasi perubahan politik, sedang melalui berbagai jalur dan bentuk melepaskan signal, memuluskan jalan bagi opini publik.

Awal Oktober lalu, Wangshi, ketua dewan direksi Vanke ketika menerima wawancara khusus majalah “Zhongguo Cishanjia (Dermawan Tiongkok)” menyampaikan pendapat, bahwa melalui perbandingan sejarah Tiongkok dan asing, sekarang Tiongkok sedang berada dalam “Kegelapan menjelang subuh, zaman perubahan besar akan segera tiba.” (tys/whs/rmat)

 

Share

Video Popular