Keterangan gambar: Ilustrasi

Hou Dao Hua, adalah seorang penganut Tao (Taoisme), yang berasal dari Gunung Emei, kemudian mengembara hingga tiba di padepokan Tao, Yong Le Guan Zhong dan menetap di sana.

Pada suatu hari, terjadi angin topan, bangunan di Guan Zhong roboh tertiup topan. Taoisme lainnya meninggalkan Yong Le Guan dan pergi ke padepokan Tao yang lain, hanya Hou Dao Hua yang tetap tinggal di sana, dengan pengalaman yang tak terperikan, akhirnya berhasil memperbaiki tempat itu yang rusak.

Dao Hua sangat ramah dan rendah hati. Setiap Taoisme atau wisatawan yang datang ke Guan Zhong, ia sambut dengan hangat dan ramah. Banyak sekali orang yang menganggap Dao Hua bagaikan abdi suruhan, namun Dao Hua tetap melayaninya dengan senyuman, tidak mempermasalahkan sikap orang lain. Dao Hua suka membaca buku, acap kali membaca dengan suara nyaring dan keras. Suatu kali ada yang bertanya kepadanya, “Untuk apa belajar?”

Dia menjawabnya, “Di atas dunia tidak ada dewa yang buta pengetahuan.”

Dalam sekilas puluhan tahun telah berlalu, pada suatu hari, dari atas tiang istana di Guan Zhong tiba-tiba keluar cahaya berwarna, semua Taoisme banyak yang menyatakan aneh. Dan lagi di suatu hari, ketika Dao Hua naik ke atas tiang untuk memperbaiki, kemudian terlihat lagi cahaya seperti yang dilihat sebelumnya. Dao Hua berusaha mencari dengan seksama, akhirnya menemukan sebuah kotak kecil, dan cahaya memang berasal dari kotak kecil tersebut. Dao Hua lalu membuka kotak kayu itu, dan menemukan di dalamnya masih terdapat sebuah kotak kayu yang telah disepuh dengan emas, setelah dibuka menemukan beberapa obat. Dao Hua berpikir bahwa ini mungkin adalah obat peninggalan Liu Tian Shi seperti yang dikatakan orang. Lantas, obat itu dimakannya.

Paginya setelah 7 hari, Dao Hua bangun tidur, mandi dan berhias diri, kemudian di depan kelenteng membakar dupa, memandangi langit memberi penghormatan, dan berkata, “Tidak lama lagi akan ada dewa yang datang menjemputku naik ke langit.”

Semua orang menganggap perkataannya adalah omongan gila. Namun tidak lama kemudian, tampak di atas pohon pinus depan Guan Zhong ada burung bangau berputar-putar, serta terdengar alunan musik kayangan, Dao Hua tiba-tiba membubung ke angkasa, terbang ke atas pohon, dan duduk bersila, serta cukup lama tidak bergerak. Semua orang yang melihatnya baru mengetahui bahwa Dao Hua benar-benar telah menjadi dewa, dan dengan segera memberi penghormatan perpisahan kepada Dao Hua. Dao Hua juga melambaikan tangan kepada semua orang mengucapkan terima kasih, kemudian duduk di awan dan melayang naik ke angkasa di tengah alunan musik kayangan.

Dalam Taoisme, Buddhisme dan legenda rakyat Tiongkok, banyak sekali kisah latihan kultivasi yang mencapai kesempurnaan. Membubung ke langit pada siang hari adalah semacam bentuk kesempurnaan. Saat melayang terbang, tidak peduli apakah dengan menggunakan bangau, naga, atau awan, semuanya begitu indah dan sangat luar biasa.

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular