Keterangan gambar: Gambar terkait di atas menunjukkan area terjadinya aktivitas yang sengit, sementara lingkaran di sebelah kanan bawah adalah materi plasma yang menyembur ke angkasa. (video screenshot)

Oleh: Yue Xiao-dong

Baru-baru ini, terjadi aktivitas sengit dari matahari, menyemburkan sejumlah besar materi plasma dan menghilang di angkasa. Untungnya, karena perlindungan medan magnet bumi, sehingga semburan yang menimbulkan aurora yang luar biasa indah itu di Kutub Utara, tidak menyebabkan bencana lain. Jika tidak ada perlindungan dari medan magnet bumi, semburan plasma dari matahari ini akan menyebabkan komunikasi elektronik global terputus, meningkatkan kanker kulit dan musibah besar lainnya.

Laman “Daily Express”Inggris baru-baru ini menyebutkan, The Solar Dynamics Observatory atau Observatorium Dinamika Matahari milik NASA mencatat, adanya semburan besar di permukaan matahari.

Laporan terkait mengatakan, materi energi tinggi yang disemburkan plasma akan mencapai bumi, dan di bawah pengaruh medan magnet bumi, menciptakan sinar aurora yang menyilaukan mata di Kutub Utara, luar biasa indah. Namun, jika tidak ada perlindungan dari magnetik bumi, maka dua kali letusan ini dapat menyebabkan terputusnya komunikasi elektronik di Bumi, merusak planet kita, dan banyak yang akan terserang kanker kulit.

Sementara itu, menurut informasi yang dirilis NASA, bahwa rekaman dari observatorium dinamika matahari kali ini merupakan gambar yang direkam dengan gelombang ultraviolet ekstrem 304 Angstrom, ditampilkan dalam warna merah seperti foto terkait di atas. Sebenarnya, semburan-semburan ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang kita.

Tampaknya aktivitas matahari baru-baru ini makin kuat, di bawah sinar UV gelombang ekstrem 193 Angstrom di observatorium dinamika matahari pada 10 Oktober lalu, berhasil merekam lubang koronal raksasa yang dapat menampung 50 bumi.
Keterangan gambar: Baru-baru ini terjadi aktivitas yang sengit dari matahari, lubang koronalnya diperkirakan 50 kali lipat dari bumi, artinya lubangnya dapat menampung 50 bumi. (video screenshot)

Lubang koronal adalah area permukaan Matahari yang membuka atau celah jalur untuk ujung medan magnet keluar ke ruang angkasa. Lubang di wilayah korona ini juga merupakan sumber angin matahari yang meluncur dengan kecepatan relatif stabil sekitar 800 km perdetik (sekitar 1,8 juta mph).

Seperti Bumi, Matahari juga terus berputar pada porosnya terus dimana angin kecepatan tinggi bertiup yang membawa partikel Surya dari lubang dapat mencapai Bumi dalam beberapa hari dan dapat memicu beberapa aktivitas aurora dalam radius jangkauan medan magnet Bumi.

Beruntung, meskipun aktivitas lubang koronal yang kuat itu menyemburkan sejumlah besar sinar partikel energi tinggi ke bumi, tapi tidak terjadi gangguan pada komunikasi satelit dan transmisi gelombang radio atau bencana lainnya, sebaliknya justru menghadirkan pemandangan aurora yang menakjubkan selama beberapa hari yang indah dinikmati. (joni/rmat)

 

Share

Video Popular