Masa anak –anak adalah masa yang paling bahagia, dimana dengan kepolosannya, tanpa memikirkan status dan ekonomi, anak –anak dapat bermain bersama teman sebayanya, penuh canda tawa dengan kegembiraan yang terlihat alami di wajah dan sinar mata mereka.

Ketika masih kecil, Anak –anak dapat bebas bermain dan berinteraksi dalam kegiatan bersama di alam seperti bermain kejar-kejaran, menangkap ikan di kolam, berjalan di sawah sambil bermain lumpur, bermain petak umpet, bermain angklek, pecah piring, lompat tali, masak –masakan sampai menangkap kumbang di taman dan sebagainya, yang selain membawa keceriaan juga dapat merangsang pertumbuhan motorik Anak. Di sinilah awal dari pembentukkan fisik dan mental yang sehat dan kuat, serta membentuk karakter, watak, sifat, kepribadian yang positif dan mandiri dari anak yang sesungguhnya.

Setelah anak tumbuh dewasa, semua kegiatan bersama ini, seakan dapat menjadi sebuah buku harian yang berisi memori dan kenangan indah masa kecil yang tak terlupakan.

Namun, bagaimanakah dengan kehidupan,karakter dan moral dari anak –anak di masa sekarang ? Apakah mempunyai nilai yang lebih dari anak masa lalu ?

Sayangnya, pada masa sekarang ini, karena berbagai kesibukan yang dimiliki, sehingga para orangtua menjadi kurang menjalin hubungan komunikasi dan perhatian yang hangat dengan anak-anaknya, dan sebagai gantinya cenderung dengan mudah memanjakan anak – anaknya dengan fasilitas elektronik yang serba canggih, yang tentunya berdampak kurang baik bagi pertumbuhan mental dan fisik dari anak tersebut.

Namun, bagaimana cara kita untuk membantu anak-anak menikmati masa kecil mereka? Ada beberapa langkah yang dapat dijadikan pedoman:

Memberikan mainan sesuai dengan umur anak

Umumnya, masalah terbesar yang dihadapi orangtua yang memiliki anak perempuan, yakni kurangnya alat permainan bagi anak perempuan setelah berusia lima atau enam tahun, sehingga orangtua cenderung mudah memberikan mainan berupa konsol game atau perangkat tablet sebagai hiburan bagi anaknya. Padahal cara ini belum tentu baik untuk pembentukkan fisik dan mental dari anak tersebut.

Salah satu mainan yang bisa mendukung intelegensi anak adalah boneka yang berunsur kebudayaan. Boneka-boneka ini berbeda dengan boneka Barbie atau boneka Disney yang hanya menampilkan aspek visual. Umumnya, boneka yang bertema kebudayaan juga melibatkan unsur sosial dan kehidupan daerah, pakaian adat daerah, pakaian negara-negara tertentu, atau dongeng dan cerita dengan pesan moral yang terkait dengannya.

Menjaga aspek sosial mereka

Bagian penting untuk membantu anak-anak menikmati masa kecil mereka adalah memberi perhatian terhadap hal-hal yang berpengaruh pada aspek sosial anak.

Tentu saja, ada keseimbangan yang harus dicapai di sini, karena tidak satupun dari kita ingin anak-anak kita menjadi anak yang aneh di sekolahnya, karena tidak pernah melakukan kegiatan tertentu, atau pergi ke tempat tertentu.

Pada saat yang sama, kita semua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, sehingga perlu untuk mengatur mereka sebaik mungkin, baik itu dalam hal mainan yang kita beli, makanan yang dimakan, atau bintang idola yang mereka tiru.(Anai)

Share

Video Popular