Diakui atau tidak, hampir semua orang pasti akan takut terhadap beberapa hal, misalnya takut dengan kucing, anjing, takut gelap, takut serangga dan sejenisnya. Ada juga yang takut membuat komitmen dalam hal asmara, takut diketahui atasan atas kesalahan yang tidak bisa dimaafkan dan sebagainya.

Fobia atau rasa takut ini adalah hal yang biasa, lagipula sedikit banyak dianggap sebagai reaksi yang wajar bagi orang-orang pada umumnya. Namun, ada beberapa rasa takut itu justru tergolong ganjil, hampir tak masuk akal.

Kendati bagaimanapun tak habis dimengerti, fobia itu tetap ada pada sejumlah orang, yang membuat orang mengalami siksaan atau derita baik secara mental maupun spiritual.

Berikut adalah sembilan jenis fobia yang paling aneh, dan setelah mengenal fobia ini, tidak ada salahnya coba Anda perhatikan orang-orang sekitar dan Anda sendiri apakah punya gejala seperti ini, jika ada, cobalah dihilangkan.

1. Fobia tatapan (Scopophobia)/ takut ditatap orang : Ada beberapa faktor yang memicu seseorang berkelahi dengan orang lain, “Apa yang kamu lihat, hah!?” Orang seperti ini mungkin punya gejala rasa takut saat ditatap orang lain. Orang dengan jenis fobia ini merasa sangat tidak nyaman bila ada orang yang menatapnya, merasa terancam bahkan panik bila ditatap orang lain.

Reaksi fobia karena ditatap itu bervariasi tergantung individu masing-masing, ada yang merasa tidak nyaman sebentar, muntah atau berkeringat dingin ; ada juga yang menjadi cemas, panik, enggan keluar rumah, merasa ada yang sedang mengawasinya.

2. Fobia warna kuning (Xanthophobia): Cukup luas rentang rasa takut akan warna kuning ini. Ada yang hanya takut akan warna kuning, ada yang sampai takut dengan kata “kuning”. Penderitanya merasa kesulitan untuk berada dekat warna kuning, baik dalam bentuk warna pada bunga atau jas hujan. Gejalanya cukup klasik, seperti detak jantung meningkat, mulut kering, atau sensitivitas saraf di bagian wajah dan sebagainya.

3. Fobia selai kacang (Arachibutyrophobia) : Fobia ini cukup unik, merasa takut akan selai kacang yang menempel pada langit-langit mulut. Gejalanya antara lain, gemetar, merasa mual, berkeringat, pusing, detak jantung meningkat, kesulitan berbicara dan bekerja sekadarnya, serta serangan panik. Orang yang memiliki fobia ini akan sangat merasa terganggu atau malu untuk mengeluarkan selai yang terjebak di bagian atas mulutnya, terutama di tempat umum. Akibatnya, penderita fobia ini tidak akan makan selai kacang seumur hidup mereka.

4. Fobia menyeberang jalan (Agyrophobia): Ada yang takut menyeberangi jalan, karena menganggap hal itu akan mencelakai dirinya, tapi bukan karena takut dengan kendaraan bermotor. Orang dengan masalah ini mencari alasan untuk tidak menyeberang jalan hingga membuat mereka sulit beraktivitas seperti kebanyakan orang. Pergi berbelanja, berjalan dari tempat parkir ke ruang kerja, bahkan pergi berlibur pun menjadi hal yang sulit dilakukan. Gejalanya termasuk, takut saat mendekati jalan raya, tidak dapat mengendalikan reaksi dari rasa takut, detak jantung meningkat, dan segenap badan gemetar.

5. Fobia bunga mawar (Anthophobia): Tipe orang seperti ini tidak akan pernah menghentikan langkah kakinya walau hanya sekadar mencium bunga mawar di pingir jalan, tidak peduli bagaimanapun harumnya mawar itu, karena yang ditakuti orang ini adalah bunga. Meskipun mereka menyadari, bunga tak akan menyakiti mereka, tetapi tetap saja akan merasa takut bila memikirkan tentang bunga, bahkan ada yang merasa ngeri saat membayangkan bagian kecil dari bunga, seperti kelopak atau batangnya saja, mereka akan panik, kesulitan bernapas, pusing, detak jantung bertambah cepat, gemetar, dan sebagainya.

6. Fobia badut (Coulrophobia): Biasanya bermula sejak kecil, ketika ada badut yang mendekatinya dan memasang ekspresi wajah aneh. Atau menonton film horor dengan badut sebagai penjahatnya. Orang dengan masalah ini paling tidak suka mendatangi sirkus.

7. Fobia rumah (Oikophobia) : Fobia ini mungkin bisa dikatakan fobia yang paling menyiksa, karena penderita bukan hanya takut dengan rumah itu sendiri, tapi juga takut dengan segala isi di dalamnya, seperti peralatan eletronik, furnitur dan sebagainya. Yang paling sering ditemui adalah takut dengan segala sesuatu yang ada di dalam rumah. Tapi, jika takut mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bisa saja setiap orang itu digolongkan sebagai penderita Oikophobia.

8. Fobia jauh dari ponsel (Nomophobia) : Penderita ini takut tidak ada ponsel di sisinya, walau satu menit pun, ini menandakan tipe orang ini takut terputus dengan komunikasi dunia. Gejalanya selalu tanpa sadar mengecek batere ponsel berulang kali, atau tidak mau pergi ke tempat yang tidak ada sinyal ponsel. Penggunan ponsel saat ini sudah terlalu universal, boleh dikata hampir semua orang punya kecenderungan seperti ini, namun, mereka yang mengidap fobia ini sampai-sampai bayangan kehilangan ponsel saja tidak tahan. Mereka tidak bisa terima kemungkinan putus komunikasi dengan pacar, keluarga dan teman-teman.

9. Fobia kancing baju (Koumpounophobia): Takut dengan segala sesuatu yang berbentuk kancing. Umumnya bermula sejak anak-anak yang terus berlanjut hingga dewasa dan cenderung bertambah parah. Fobia ini bisa terkait dengan rasa takut melihat maupun menyentuh kancing. Biasanya orang dengan masalah ini akan hal-hal yang berbentuk kancing, sehingga membeli pakaian adalah sesuatu yang menakutkan baginya, setiap potong pakaian harus menggunakan ritsleting sebagai pengganti kancing. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular