Oleh: Barbara Danza

Perayaan Thanksgiving dalam masyarakat Barat adalah salah satu contoh perilaku bersyukur bersama keluarga atas makanan, dan segala berkah yang telah diberikan pada kita.

Bagi orangtua, budaya semacam ini menjadi momen penting untuk mendorong anak-anaknya agar selalu bersyukur, karena rasa syukur tidak hanya dapat membuat keluarga Anda menjadi lebih bahagia, tetapi juga lebih sehat.

Ketika menyangkut masalah menjaga kesehatan keluarga, orangtua sering kali hanya berfokus pada fisik dan faktor eksternal, seperti makanan yang disajikan, seberapa banyak berolahraga setiap hari, kebersihan rumah, dan jumlah jam tidur setiap anggota keluarga.

Selain pentingnya faktor gaya hidup dalam menjaga kesehatan, pola berpikir kita juga memiliki peran yang sama pentingnya. Keterkaitan pikiran dan tubuh memiliki efek yang signifikan pada kesehatan kita.

Banyak studi menunjukkan bahwa kebiasaan bersyukur dapat menyebabkan peningkatan kesehatan.

Profesor Psikologi Robert Emmons dari University of California, Davis, AS, ahli terkemuka yang mempelajari rasa syukur, mengatakan kepada WebMD, “Literatur yang berusia ribuan tahun bicara tentang manfaat budaya bersyukur sebagai suatu kebajikan.”

Filsuf Romawi, Cicero ,mengatakan, “Bersyukur tidak hanya hal yang terbesar dari kebajikan, tapi induk dari semuanya.”

Penelitian Robert Emmons ini menunjukkan bahwa orang yang secara konsisten bersyukur, menikmati perbaikan kondisi fisik, termasuk peningkatan sistem kekebalan tubuh, berkurangnya stres, dan kecenderungan untuk mempertahankan asupan yang lebih baik, serta aktivitas fisik yang lebih banyak.

Peneliti lain telah menemukan hasil yang sama ketika mempelajari efek budaya bersyukur.

Jurnal Applied Psychology: Health and Well-Being mempresentasikan temuan sebuah studi yang menghubungkan rasa syukur dengan perbaikan kualitas tidur. Peserta menuliskan bahwa mereka bersyukur selama 15 menit sebelum tidur, dan akan tertidur lebih cepat serta tidur lebih lama.

Dr. P. Murali Doraiswamy, kepala psikologi biologis di Duke University Medical Center menyatakan: “Jika (bersyukur) adalah obat, itu akan menjadi produk terlaris di dunia dengan indikasi pemeliharaan kesehatan bagi setiap sistem organ utama.”

Jadi untuk saat ini, ketika dunia tengah bergiat wisata belanja, adalah bijaksana untuk berfokus menata keluarga -bukan pada kepentingan pengiklan yang mencoba merayu kita -tetapi pada kelimpahan besar dalam kehidupan yang telah kita nikmati. Ini adalah pergeseran dari kurangnya perasaan kelimpahan, mulai dari menghitung beban hingga menghitung berkah yang kita peroleh -yang dapat menyebabkan membaiknya kesehatan secara keseluruhan.

Mari kita menggali lebih dalam pada perilaku sederhana, menyenangkan, dan bermanfaat ini.

Berikut adalah empat cara untuk mendorong “sikap bersyukur” dalam keluarga.

Mensyukuri berkah saat perayaan Thanksgiving

Perayaan Thanksgiving menyajikan kesempatan besar untuk merasakan efek atas rasa syukur. Namun ini tidak akan berhasil, jika Anda hanya berfokus pada menu hidangan ataupun ritual perayaan.

Saat perayaan, pastikan untuk berbicara tentang berkah yang didapat bersama keluarga dan hal-hal yang Anda syukuri lainnya.

Kembangkan kreativitas

Keluarga saya suka sekali membuat sebuah rantai konstruksi-kertas klasik, di mana setiap hari kita menuliskan sesuatu yang kita syukuri pada setiap mata rantainya. Di sepanjang bulan November, bulan dimana perayaan Thanksgiving berlangsung, mata rantai tersebut semakin panjang, hal ini merepresentasi betapa diberkatinya kita.

Buatlah jurnal bersyukur

Doronglah setiap anggota keluarga untuk selalu membuat jurnal rasa bersyukur. Berikan anggota keluarga jurnal mereka sendiri agar selalu berada di samping tempat tidurnya. Dorong mereka untuk membentuk kebiasaan menulis jurnal tersebut sebelum tidur, fokus pada hal-hal yang mereka syukuri dalam hidupnya. Anak-anak yang masih belia dapat meminta bantuan orangtuanya untuk menuliskan atau menggambar hal-hal yang mereka syukuri.

Berikan catatan kecil ucapan terima kasih

Catatan kecil berisi ucapan terima kasih dengan tulisan tangan merupakan suatu hadiah yang indah baik bagi penerima maupun pengirimnya.

Secara teratur kirimkan ucapan terima kasih kepada siapa pun yang telah berperan dalam hidup Anda, misalnya pada kakek yang membantu menjaga anak-anak Anda, kerabat jauh yang masih teringat hari ulang tahun Anda, tetangga yang membagikan kuenya yang baru selesai dipanggang, para guru yang telah mendidik anak-anak Anda, tukang sampah yang telah membantu membersihkan rumah Anda, restoran langganan Anda atas pelayanannya yang sangat baik, dan sebagainya.

Ketika Anda mulai memikirkan semua orang yang telah berjasa begitu banyak dalam hidup, Anda mungkin seperti dibanjiri dengan perasaan syukur yang sesungguhnya.

Budayakan perilaku bersyukur dalam keluarga mulai saat ini, dan menjaganya terus berlangsung di sepanjang tahun untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh keluarga. (Ajg)

Share

Video Popular