Keterangan foto: Seorang tentara Kurdi (tengah) menggiring 2 orang anggota IS yang tertangkap melintasi garis batas wilayah untuk memasuki wilayah Kurdi pada 16 November 2015. (John Moore/Getty Images)

Oleh Liu Quan

Info intelijen AS dan hasil pemantauan pesawat pengintai tanpa awak menunjukkan bahwa makin banyak anggota organisasi teroris Islamic State/ IS yang membelot, sehingga melemahkan kekuatan angkatan bersenjata mereka di wilayah Irak.

USA Today mengutip ucapan juru bicara militer AS yang ditempatkan di Bagdad, Kolonel Steve Warren melaporkan bahwa melalui beberapa petanda seperti kian bertambahnya personil IS yang membelot, pos-pos penjagaan yang biasanya dipenuhi oleh anggota militan, kini sudah jauh berkurang. Militan asing elite dijadwalkan untuk melakukan tugas-tugas umum dan seterusnya telah membuktikan bahwa serangan melalui udara oleh militer koalisi yang dipimpin AS serta serangan melalui darat yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Kurdi di Irak terbukti efektif dalam melemahkan kekuatan organisasi teroris IS.

Sumber militer senior memperkirakan bahwa sedikitnya sudah ada 20.000 – 30.000 orang anggota militan IS yang tewas dalam berbagai serangan militer. Sejak Oktober sampai sekarang saja, korban tewas anggota IS sudah mencapai lebih dari 3.000 orang,

Namun Steve Warren memperingatkan bahwa meskipun beberapa indikasi mengarah pada mulai melemahnya kekuatan IS, namun karena kesulitan untuk memperoleh keakurasian data IS maka masalah tersebut sebaiknya dianggap sebagai rumor belaka.

Militan IS sampai sekarang masih merekrut 20.000 – 30,000 pesonil di Irak dan Suriah. Sementara itu mereka juga masih menduduki kota-kota Irak seperti Mosul, Ramadi dan sebagian besar wilayah Suriah.

Ahli militer dari Brookings Institution Michael O’Hanlon mengatakan, “Masih terlalu dini untuk bisa dikatakan bahwa IS sedang dipusingkan oleh kekurangan pesonil. Itu mungkin hanya terjadi sementara waktu yang belum tentu tidak mengandung unsur penipuan, khususnya kalau dikaitkan dengan sulitnya untuk memperoleh angka yang akurasi. Saya pribadi lebih setuju dengan pandangan yang dikemukakan oleh Komandan Pusat bahwa meskipun kedengarannya menggembirakan, tetapi rumor-rumor semacam ini tetap perlu kita sikapi dengan rasa skeptis sampai pada indikasi tentang hal itu menjadi lebih nyata.

Pekan lalu 90 orang personil IS meletakkan senjata dan menyerah pada militer Kurdi di sekitar Kirkuk, Irak. Mereka adalah penduduk lokal yang sebelumnya dipaksa untuk bergabung dengan IS kemudian menaruh harapan besar pada kelompok itu, atau yang menyerah karena mendapat kesempatan.

Baru-baru ini, Angkatan Bersenjata Kurdi yang berada di Irak dan Suriah berhasil melumpuhkan kekuatan IS dengan bantuan serangan udara dan konsultasi militer dari AS. 2 pekan lalu, militer Kurdi mengambil kembali daerah Sinjar dari penguasaan IS, memutus jalur suplai IS utama yang terletak antara Irak dengan Suriah. Bersama dengan itu, pasukan keamanan Irak berhasil memblokir Ramadi dan memutus jalaur suplai terakhir bagi anggota militant IS.

Tanda-tanda yang mendukung perkiraan menurunnya kekuatan IS adalah penjagaan di pos-pos IS, di mana jumlah personilnya sudah banyak berkurang bila dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Hal ini bisa terlihat dari rekaman gambar yang dipancarkan oleh pesawat pengintai tanpa awak. Dengan berkurangnya personil IS yang menjaga di pos memberi kesempatan kepada warga untuk keluar dari daerah yang diduduki IS. Sekelompok warga yang terdiri dari 22 orang baru-baru ini berhasil keluar dari daerah Ramadi.

IS sekarang menggunakan kaum militan elite bersenjata lengkap dan sudah terlatih itu untuk bertugas di pos-pos penjagaan. Mereka itu dulunya berfungsi sebagai ‘pasukan khusus’ untuk merebut wilayah bagi IS, sebagai kekuatan reaksi cepat melawan pasukan Kurdi dan militer koalisi.

Pada Juli pejabat mengatakan bahwa sudah ada 15.000 pasukan IS yang tewas sejak tahun lalu setelah mulai dilakukan serangan udara oleh militer koalisi. Dan angka tersebut sudah naik menjadi 23.000 pekan lalu.

Meskipun jumlah korban tewan dan luka-luka dari anggota kelompok IS cukup serius, tetapi mereka juga terus merekrut anggota baru dan menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan serangan teror di luar Timur Tengah. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular