Kita sering mengatakan kalau sepasang tangan itu memiliki selaksa kehebatan. Memang, sebagian besar hal yang kita lakukan perlu sepasang tangan, berbagai hal sepele dalam kehidupan sehari-hari juga tidak lepas dari bantuannya. Tangan manusia dipenuhi dengan saraf perifer dan pembuluh darah, sensitivitasnya melebihi sebagian besar organ tubuh lainya. Sehingga, ketika ada perubahan patologis tertentu dalam tubuh, sepasang tangan kita juga bisa menunjukkan tanda-tanda atau gelagatnya.

Ketika muncul 3 jenis sinyal ini di tangan Anda, sebaiknya waspadalah, karena bisa jadi hal ini menyiratkan indikasi dari suatu penyakit tertentu.

 Tangan gemetar, besar kemungkinan adalah hipertiroidisme

Ada orang yang tangannya gemetar ketika gugup, demikian juga saat lapar, tangan akan gemetar. Faktor yang membuat tangan seseorang gemetar itu mungkin adalah essential tremor yaitu gangguan sistem saraf (gangguan neurologis) yang menyebabkan tubuh bergetar secara ritmik dengan sendirinya atau hipertiroidisme (kondisi berlebihnya jumlah hormon tiroid). Faktor yang menyebabkan terjadinya essential tremor itu tidak jelas, dan hal ini biasanya akan terjadi misalnya ketika membuat gerakan halus, perasaan tegang atau lelah, dapat terjadi pada segala usia, tapi tidak terlalu berdampak dalam kehidupan sehari-hari.

Tremor (tangan gemetar) adalah gejala umum dari hipertiroid. Jika muncul gejala tangan gemetar pada manula, biasanya dicurigai menderita penyakit Parkinson. Sebaliknya jika tangan gemetar terjadi pada anak muda, maka besar kemungkinan itu adalah hipertiroidisme.

Beberapa gejala hipertiroid sebagai berikut : Cepat lelah, lemah, gugup, moody. Tangan bergetar (tremor), jantung berdetak dengan cepat, kesulitan bernapas. Mudah berkeringat, kulit gatal dan kemerahan. Pergerakan usus (fungsi kerja) yang tidak biasa. Rambut rontok. Bisa jadi berat badan menurun walaupun sudah makan dengan teratur. Perubahan jadwal menstruasi. Sensitif terhadap suhu panas, sulit tidur.

Hipertiroidisme disebut sebagai “hipertiroid”, faktor utamanya disebabkan disfungsi kekebalan tubuh dan neuropsikiatri (gangguan mental). Panik, bingung, tangan bergetar, takut (tidak tahan) panas, mudah berkeringat, banyak makan mudah lapar dan penurunan berat badan adalah gejala yang umum dari hipertiroidisme. Sementara serangkaian gejala hipertiroidisme yang relatif lebih kecil, diagnosisnya bisa dengan mudah disalahartikan sebagai penyakit lain.

Kebas tangan pada manula, memiliki risiko stroke

Sebagian besar orang pernah mengalami atau merasakan kebas atau mati rasa di tangan, jika terlalu lama dalam satu posisi statik, rentan terjadi tangan kebas sementara, ini adalah gejala normal. Namun, jika mereka yang kerap mengalami mati rasa di tangan atau memang memiliki penyakit tertentu yang mendasar itu tiba-tiba mengalami gejala kebas (tangan), maka sebaiknya berhati-hatilah, karena tidak tertutup kemungkinan ini adalah sinyal tanda stroke.

Sebelum stroke mungkin akan mengalami Transient Ischemic Attack (stroke ringan), muncul numbness (rasa kebas) dan tak bertenaga sementara sekitar lima atau sepuluh menit, tapi biasanya akan pulih dalam tempo sekitar satu jam, dan mungkin bisa terjadi secara berulang.

Jika orangtua yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, diabetes atau penderita yang punya riwayat infark serebral, tiba-tiba terjadi mati rasa di tangan, disertai dengan mati rasa anggota tubuh lainnya, pusing, muntah, bicara tidak jelas dan mata kabur dan gejala lainnya, bisa jadi ini adalah sinyal tanda stroke.

Eritema di telapak tangan, organ hati mungkin sudah rusak

Telapak tangan orang-orang pada umumnya menunjukkan warna merah muda normal, namun, jika muncul gejala hiperemia, plak, bintik merah di telapak tangan, maka sebaiknya berhati-hatilah, karena tangan Anda kemungkinan telah menjadi “telapak hati”, menunjukkan bahwa hati Anda telah mengalami perubahan patologis yang lebih serius.

Adapun yang dimaksud dengan “Telapak Hati”adalah mengacu pada kulit di area thenar pada bagian akar ibu jari dan jari kelingking di telapak tangan itu telah terjadi hyperemia (darah berlebih) atau bintik-bintik merah, plak, yang menjadi pucat setelah diberi tekanan. Munculnya gejala itu setelah terserang hepatitis kronis, terutama setelah sirosis. Karena ketika terjadi perubahan patologis, kemampuan hati menonaktifkan estrogen akan menurun, akibatnya estrogen akan menumpuk di dalam tubuh, dan lama kelamaan membentuk telapak hati. Jika gejala ini berlangsung lama, warnanya akan semakin pekat, dan menjadi coklat keunguan. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular