Keterangan foto: Salah Abdeslam, tersangka utama dalam serangan terror Paris 13 November 2015, diperkirakan sudah melarikan diri ke Suriah. (foto Departemen Pertahanan Prancis)

Oleh Ma Li

Menurut sumber dari lembaga anti terorisme Prancis yang mengutip berita dari lembaga intelijen Prancis mengatakan bahwa tersangka utama dalam serangan teror di Paris yakni Salah Abdeslam diyakini sudah melarikan diri ke Suriah.

CNN memberitakan, pihak berwenang Prancis terus melakukan pelacakan dan pencarian terhadap Salah Abdeslam sejak peristiwa serangan teror Paris pada 13 November 2015 lalu, yang menelan korban tewas lebih dari 130 orang.

Minggu lalu otoritas Prancis menyadari bahwa Salah Abdeslam kemungkinan besar sudah berhasil lolos dari kejaran. Sebagaimana yang disampaikan oleh seorang pengacara yang bernama Olivier Martins, mengatakan bahwa kliennya Ali Oulkadi bersama seorang temannya dengan mengendarai sebuah mobil pergi ke sebuah stasiun KA bawah tanah di kota Brussel untuk menjemput Salah Abdeslam di hari kedua sesudah peristiwa serangan teror itu.

Menurut Pengacara Olivier Martins, kliennya tidak langsung mengenali yang akan dijemput karena “Salah memakai topi.” Di dalam mobil, Salah mengungkapkan bahwa adiknya Brahim membunuh orang di Paris kemudian meledakkan diri.

“Klien saya itu sudah sejak kecil berteman dan tumbuh bersama kedua kakak beradik itu. Ia sangat terkejut atas kejadian yang sulit untuk dibayangkan,” kata Oliver.

Penyidik tidak secara jelas merinci peran Salah dalam serangan teror itu, tetapi Jaksa Paris Francois Molins mengatakan bahwa Salah mungkin hanya mengantarkan pelaku bom bunuh diri ke Stadion Stede de France, kemudian pergi lagi ke tempat lain di sekitar Paris. Menurut Molins, petugas penyidik menemukan sidik jari milik Salah Abdeslam di sebuah mobil yang terkait dengan serangan teror Paris.

Pada malam penyerangan itu, pihak berwenang Prancis menyatakan ada 2 orang pria asal Belgia yang menjemput Salah di Paris dengan mobil kemudian membawanya ke Brussel. Kedua pria itu masing-masing bernama Mohammmed Amri, 27 tahun dan Hamza Attou, 21 tahun.

Pengacara Olivier Martins mengatakan bahwa kliennya itu, Ali Oulkadi bertemu Salah pada 14 November, yaitu keesokan hari setelah kedua pria itu mengantarkannya ke Brussel. Saat ini, Oulkadi, Mohammed Amri, Hamza Attou dan 3 orang lainnya masih ditahan oleh pihak berwenang Belgia karena dicurigai terlibat dalam serangan teror Paris. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular