JAKARTA – Hasil voting di Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akhirnya memutuskan persidangan kasus ‘papa minta saham’ yang menjerat Ketua DPR RI Setya Novanto tetap dilanjutkan. Sebanyak 11 anggota MKD menyatakan setuju untuk dilanjutkan sedangkan 6 anggota MKD lainnya tidak setuju untuk dilanjutkan karena tidak cukup verifikasi dan alat bukti.

Rapat dipimpin oleh Ketua MKD Surahman Hidayat yang digelar di ruang MKD Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2015). Rapat kali ini merupakan kelanjutan dari agenda-agenda sebelumnya yang berujung buntu. Tak ada kata mufakat hingga beberapa kali diskors dan berakhir dengan voting.

Anggota MKD yang memilih untuk menyetujui kasus Novanto dilanjutkan adalah M Prakosa (PDIP/Dapil Jawa Tengah IX), Junimart Girsang (PDIP/Sumatera Utara III), Marsiaman Saragih (PDIP/Riau II), Akbar Faizal (NasDem/Sulawesi Selatan II), Sarifuddin Sudding (Hanura/Sulawesi Tengah), Sukiman (PAN/Kalimantan Barat), Ahmad Bakri (PAN/Jambi), Guntur Sasono (Demokrat / Jawa Timur VIII), Darizal Basir (Demokrat/Sumatera Barat I), Acep Adang Ruhiat (PKB/Jawa Barat XI) dan Surahman Hidayat (PKS/Jawa Barat X).

Sementara anggota MKD yang menolak agar kasus Novanto dilanjutkan adalah Kahar Muzakir (Partai Golkar/ Sumsel I), Adies Kadir (Partai Golkar/ dapil Jawa Timur I), Ridwan Bae (Golkar/ Dapil Sulawesi Tengah), Zainut Tauhid (PPP/ Jawa Tengah IX, Sufmi Dasco (Gerindra) dari dapil Banten III.

Voting terbuka yang dilakukan di ruang MKD DPR RI melalui dua mekanisme yakni dua tahap dengan opsi masing-masing. Tahap pertama adalah melanjutkan persidangan dengan pengesahan jadwal persidangan serta menuntaskan verifikasi. Tahap kedua adalah tidak melanjutkan persidangan karena tidak cukup verifikasi dan alat bukti serta lanjutkan rapat MKD dengan melakukan verifikasi. Hasil voting menunjukkan 11 anggota MKD setuju tahap pertama dan 6 anggota MKD memilih tahap kedua.

Setelah hasil voting memutuskan bahwa kasus Novanto dibawa ke persidangan, seluruh anggota kembali melakukan voting untuk kedua kalinya. Namun voting yang kedua ini disertai dua opsi yakni pertama melanjutkan persidangan dan menuntaskan jadwal. Kedua, melanjutkan sidang dan menuntaskan verifikasi.

Hasil voting kedua menunjukkan sebanyak 9 anggota MKD mendukung opsi pertama. Sedangkan 8 anggota MKD lainnya memilih opsi kedua. Anggota MKD memilih opsi pertama adalah Surahman Hidayat (PKS/Jawa Barat X), Junimart Girsang (PDIP/Sumatera Utara III) Marsiaman Saragih (PDIP/Riau II) Akbar Faizal (NasDem/Sulawesi Selatan II), Sarifuddin Sudding (Hanura/Sulawesi Tengah), Sukiman (PAN/Kalimantan Barat), Ahmad Bakri (PAN/Jambi), Guntur Sasono (Demokrat/Jawa Timur VIII) dan Darizal Basir (Demokrat/Sumatera Barat I).

Sementara anggota MKD yang mendukung opsi kedua adalah M Prakosa (PDIP/Dapil Jawa Tengah IX), Kahar Muzakir (Golkar/Dapil Sumatera Selatan I), Adies Kadir (Golkar/Jawa Timur I), Ridwan Bae (Golkar/Sulawesi Tengah), Zainut Tauhid (PPP/Jawa Tengah IX), Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra/Banten III), Supratman (Gerindra/Sulawesi Tengah) dan Acep Adang Ruhiat (PKB/Jawa Barat XI).

Jadwal Persidangan

Setelah hasil voting memutuskan bahwa persidangan kasus Novanto dilanjutkan dan langsung kepada jadwal persidangan maka ditetapkan bahwa memanggil pelapor yakni Menteri ESDM Sudirman Said pada Rabu (2/12/2015). Hari berikutnya yakni Kamis (3/12/2015) akan memanggil saksi-saksi yakni Presiden Direktur Freeport Maroef Sjamsoeddin dan pengusaha Muhamad Riza Chalid.

Sejatinya dalam rapat akan diputuskan untuk penjadwalan pemanggilan kepada Ketua DPR RI Setya Novanto, namun kembali ditentang. Hingga akhirnya didukung oleh mayoritas anggota fraksi di MKD dan rapat pleno belum menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor. (asr)

Share

Video Popular