Keterangan foto: Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2016, pada Selasa (1/12/2015) di Hotel Borobudur, Jakarta. (eb/rpudiyanto)

Terkait pencatutan namanya dan Presiden Joko Widodo terkait rencana perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia (PTFI), Wapres Jusuf Kalla geram dan marah. Menurutnya kasus yang melibatkan pimpinan DPR itu merupakan skandal ‎terbesar di negeri ini. Pasalnya pada masa pemerintahan sebelumnya, kasus seperti itu tidak pernah terjadi, bahkan di masa Orde Baru.

“Kita geram menghadapi situasi ini, apalagi Freeport ini skandal terbesar di Indonesia,” kata Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2016, pada Selasa (1/12/2015)  di Hotel Borobudur, Jakarta.

Acara dihadiri beberapa tokoh seperti Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Pengamat Ekonomi Anggito Abimanyu, dan lain-lain itu. Wapres berharap kasus ini dapat ditangani dan diungkap oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dengan baik dan tidak dibungkam.

Apa yang membuat marah Wapres itu, seperti diketahui public terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang menyebutkan bahwa ada politisi kuat di DPR yang melakukan pencatutan nama Jokowi-JK terkait rencana perpanjangan kontrak Freeport. Politisi yang dimaksud tak lain adalah pimpinan DPR Setya Novanto.

Sementara terkait kondisi perekonomian bangsa, pada kesempatan yang sama Wapres menyatakan bahwa  meski mengalami perlambatan akibat ekonomi global, namun perekonomian Indonesia bukan yang terburuk.

“Dibanding dengan Singapura, Thailand dan Vietnam, perekonomian Indonesia lebih baik,” kata Wapres yang juga Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini. (rmat)

Share

Video Popular