JAKARTA – Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  (BKPM) menyatakan terus menyempurnakan  layanan izin investasi 3 jam untuk memberikan kemudahan bagi investor. Langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait, investor yang menggunakan layanan izin investasi 3 jam akan menerima 8 produk perizinan plus 1 surat   booking   tanah   apabila   diperlukan.

Produk-produk   perizinan   yang   akan diberikan  pada  investor  layanan  izin  investasi  3  jam  adalah  adalah  izin  investasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa per 1 Desember 2015, investor yang akan memanfaatkan layanan izin investasi 3 jam dapat memperoleh 8 produk perizinan plus 1 surat booking tanah. “Pengembangan  layanan ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden untuk memberikan kemudahan bagi investor sehingga pelayanan  yang dilakukan  tidak lagi memakan  waktu  berhari-hari,”  ujarnya  dalam Soft Launching ‘Pengembangan Layanan Izin Investasi 3 Jam untuk 8 + 1’ di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Franky menambahkan delapan produk perizinan tersebut dikeluarkan oleh lima instansi diluar BKPM. Di antaranya Ditjen Pajak Kementerian  Keuangan untuk NPWP,  Ditjen  Bea  Cukai  Kementerian  Keuangan  untuk  NIK,  Kementerian Perdagangan  untuk  TDP  dan  API-P,  Kementerian  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi untuk IMTA dan RPTKA, serta Notaris untuk Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, ditambah surat booking tanah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

BKPM  juga  telah  menyiapkan  pendamping  investor  (Priority  Investment  Officer) untuk  membantu  investor  yang  akan  memanfaatkan  layanan  izin investasi  3 jam. Investor yang hadir langsung dengan rencana investasinya di atas Rp 100 miliar (atau setara  US$  8  juta)  dan  atau  menyerap   tenaga  kerja  1.000  orang  diharapkan menyiapkan   data  diri  (paspor  atau  akte  perusahaan   asing)  serta  alur  aktifitas produksi perusahaan.

Deputi Bidang Pelayanan Penaman Modal Lestari Indah menambahkan  bahwa dari alokasi waktu 3 jam, proses pelayanan akan terbagi dalam empat tahapan. Menurut dia, untuk tahap pertama akan dialokasikan untuk menggali informasi serta memberikan waktu kepada investor untuk menyerahkan data dan dokumen yang dibutuhkan. Dia melanjutkan, sebagai tahapan yang kedua adalah untuk mengurus izin investasi, NPWP dan akte pendirian perusahaan serta surat booking tanah apabila diperlukan, “Selanjutnya tahapan yang ketiga  untuk  mengurus  TDP, IMTA dan RPTKA,  serta  yang  tahapan  yang  ke empat adalah untuk pengurusan NIK dan API-P,” pungkasnya. (asr)

Share

Video Popular