Keterangan foto: Ilustrasi (pixabay.com)

Oleh Zhou Cheng

Majelis rendah Parlemen Britania Raya pada Rabu (2/12/2015) malam melalui perdebatan sengit sebelum dilakukan pemungutan suara, akhirnya memberikan persetujuan kepada pemerintah Inggris untuk melakukan serangan udara ke Islamic State/ IS di Suriah. Departemen Pertahanan Inggris sudah mempersiapkan senjata rudal presisi-dipandu untuk menyerang para pimpinan IS.

Perdebatan dalam parlemen sudah dimulai sejak siang hari itu berlangsung sampai sekitar pukul 22:00 waktu setempat. Gedung Majelis Rendah tempat pertemuan penuh sesak oleh anggota yang tampaknya semua hadir hingga lorong-lorong pun dipenuhi mereka. Perang mulut terjadi antara yang mendukung dan menolak serangan udara, dan masyarakat yang anti perang melakukan unjuk rasa di luar gedung.

Majelis Rendah melakukan 2 kali pemungutan suara. Pertama menunjukkan hasil 211 anggota majelis setuju untuk tetap mempertahankan amandemen yang dibuat 2 tahun lalu berisikan pernyataan mencegah serangan udara ke Suriah. Sedangkan 390 anggota menolak untuk mempertahankan amandemen itu. Pungutan suara kedua menghasilkan 397 anggota majelis menyetujui serangan ke IS di Suriah, 223 anggota yang menentang.

Perdana Menteri Inggris David Cameron yang mendukung serangan udara ke IS di Suriah mengatakan, “Majelis Rendah Inggris perlu menyadari bahwa teroris sedang merancang serangan untuk kita, mempengaruhi anak-anak kita agar berbuat ektrem. Masalah yang sedang kita hadapi sekarang adalah keselamatan masyarakat kita sedang terancam. IS membunuh sandera kita secara brutal. Mereka menghasut orang untuk melancarkan serangkaian serangan teror yang paling serius sejak insiden 7 Juli. Terhadap warga Inggris di Teluk Tunisia. Mereka juga telah berulang kali melakukan serangan brutal di jalan-jalan dalam negeri kita.”

Partai Demokrat Liberal dan Partai Unionis Demokrat (DUP) Irlandia Utara mendukung usulan Partai Konservatif Inggris. Partai Buruh juga menyertakan beberapa anggotanya yang memberikan suara mendukung, termasuk mantan Menteri Dalam Negeri Inggris Alan Johnson, mantan Sekretaris Luar Negeri Bayangan Yvette Cooper serta lainnya.

Kebanyakan yang menentang adanya serangan udara adalah mereka yang berasal dari Partai Buruh Inggris dan Partai Nasional Skotlandia. Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan, alasan mengapa Cameron menghendaki secepatnya diadakan pemungutan suara adalah karena ia khawatir terhadap makin banyaknya suara yang menentang peperangan. Pemimpin Partai Nasional Skotlandia meminta para anggota majelis untuk tidak lupa terhadap pelajaran dari pengalaman di Afghanistan, Irak dan Libya.

Pemerintah Inggris sudah mulai melakukan persiapan serangan ke IS sebelum pemungutan suara. Beberapa pesawat tempur Royal Air Force terbang dari pangkalan di Norford menuju daerah pegunungan di Wales untuk berlatih terbang rendah. Menurut laporan, dalam beberapa hari ke depan Departemen Pertahanan Inggris berencana mengirim sedikitnya 2 pesawat tempur supersonik Panavia Tornada GR4 dan 6 unit pesawat tempur multi peran Eurofighter Typhoon ke pangkalan militer di Siprus agar lebih mudah melakukan serangan ke Suriah.

Dalam rangka memerangi IS, Departemen Pertahanan Inggris telah menyiapkan senjata rudal sulfur presisi-dipandu Brimstone. Senjata yang berharga GBP. 100.000 ini dapat diluncurkan dari pesawat tempur supersonik Panavia Tornada GR4, memiliki kemampuan untuk menjangkau target kecil yang bergerak cepat sekalipun. Sampai saat ini rudal semacam ini baru dimiliki oleh Inggris dan Arab Saudi.

Rudal sulfur dikembangkan pertama kali oleh Inggris, pernah digunakan dalam pengejaran diktator Libya Muammar al-Qaddafi pada 2011. Senjata ini efektif digunakan untuk menyerang dengan tepat target yang diharapkan, tetapi tidak menimbulkan banyak serpihan yang mungkin akan melukai sipil yang berada di sekitar target. Cocok untuk menargetkan pemimpin IS.

Inggris sudah mulai menentukan target serangan udara. Bila menemukan pimpinan IS menggunakan sepeda motor meninggalkan suatu lokasi, maka pihak militer akan mengirim pesawat pengintai untuk menentukan lokasi yang bersangkutan. Pesawat pengintai akan mengirim data ke pilot pesawat tempur supersonik Panavia Tornada GR4 yang kemudian dimasukkan ke dalam program rudal. Melalui laser dan radar, rudal akan melepaskan diri dari pesawat dan meluncur menuju sasaran. Markas dan tempat latihan militer IS juga termasuk dalam target serangan udara.

Selain itu, para awak pesawat tempur Royal Air Force juga akan dilengkapi dengan senjata genggam untuk melindungi diri bila mereka terpaksa harus meninggalkan pesawat karena jatuh tertembak lawan. Pekan lalu, saat pesawat tempur Rusia ditembak militer Mesir, seorang penerbangnya tewas akibat ditembak oleh pasukan darat Mesir. Maka Rusia sekarang sudah mulai melengkapi para awak penerbang pesawat tempur dengan pistol dan senapan mesin.

Penerbang pesawat tempur AS biasa tidak dilengkapi senjata, Departemen Pertahanan akan menyiapkan pistol buat mereka. Di masa perang Irak, 1 pesawat tempur Inggris jatuh tertembak dan kedua penerbangnya ditangkap kemudian dipukuli sampai babak belur juga diarak di jalanan dan disiarkan ke publik lewat televisi. Meskipun akhirnya kedua penerbang itu mendapat kebebasan setelah sekian waktu. Tetapi bila penerbang Inggris sampai tertangkap oleh IS, kemungkinan untuk dibebaskan akan sangat kecil. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular