Kebanyakan dari kita tidak terlalu berpikir tentang teh, selain teh sebagai minuman alternatif setelah kopi dan dapat Anda temukan di restoran Tiongkok. Namun, teh adalah minuman yang paling banyak dikonsumsi di Bumi setelah air putih.

Berikut adalah beberapa hal lain yang Anda mungkin tidak tahu tentang minuman yang luar biasa ini:

1. Teh berasal dari tanaman, camellia sinensis

Tumbuh di daerah dingin di seluruh dunia, terutama di Asia Timur (Tiongkok,Jepang) Asia Selatan dan Tenggara. Teh putih, kuning, hijau, oolong, hitam, dan puerh semua berasal dari tanaman camellia, namun diproses secara berbeda untuk mendapatkan rasa yang berbeda.

2.Teh herbal mengandung buah-buahan dan rempah-rempah, tetapi dibuat tanpa daun teh camellia

Teh herbal dapat dikonsumsi untuk mendapatkan rasa yang diinginkan atau untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Dalam pengobatan Tiongkok, salah satu cara utama konsumsi herbal adalah direbus dengan air, yang pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai teh herbal. Beberapa ramuan Tiongkok yang umumnya dapat diminum bersama teh diantaranya mint, jahe, kayu manis, dan krisan.

3. Mengapa teh hijau yang disajikan di restoran Tiongkok?

Jawabannya berdasarkan pada terapi diet Tiongkok fundamental, yakni Anda perlu sedikit minuman hangat, atau memanaskan pencernaan, agar dapat mencerna makanan Anda dengan benar. Ketika Anda minum minuman dingin bersama dengan makanan, Anda akan memperlambat pencernaan dan mengambil lebih banyak energi bagi tubuh untuk menghangatkan dan mengubah makanan yang sudah Anda makan menjadi energi dan nutrisi. Oleh karena itu, sedikit teh hangat dianggap dapat membantu pencernaan.

4.Teh menyehatkan dengan cara lain

Sedikit teh bagus bagi Anda yang menderita asma, karena teh dianggap sebagai bronkodilator -dapat membuka paru-paru Anda. Selain itu, studi penelitian menunjukkan bahwa teh menawarkan efek perlindungan terhadap kanker. Tidak yakin? Teh juga dikemas bersama vitamin dan antioksidan untuk melawan stres oksidatif pada tubuh Anda dari radikal bebas yang meningkatkan risiko berbagai penyakit dan proses penuaan.

5. Teh dikemas dalam bentuk daun kering dan untuk kenyamanan, dalam bentuk celup

Bagaimanapun, meski pasar menawarkan kenyamanan dalam bentuk teh celup, daun-daun teh lebih cepat mengering dan kehilangan rasa mereka. Daun-daun akan terpecah saat proses pengantongan, dan ukuran kantong teh yang kecil menyebabkan daun dikemas dengan lebih ketat dan kurang mampu menyebar dengan baik ketika diseduh. Jadi jika Anda ingin mendapatkan rasa terbaik, pertimbangkan teh dalam bentuk daun kering. Atau, jika Anda suka kemasan kantong, biarkan tetap ketat dan minum lebih awal.

6. Teh adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia

Di Inggris, ada jamuan minum teh dengan banyak makanan dan kue-kue, dan di Tiongkok dan Jepang upacara teh fokus pada pentingnya dan ketepatan ritual dalam membuat teh itu sendiri.

Di Pakistan dan negara-negara Timur Tengah lainnya, teh disiapkan sebagai Chai, campuran pistachio, almond, kapulaga, dan kayu manis. Di Amerika Serikat, lepas dari semua konvensi, teh telah dibuat dalam bentuk es, ditambah rasa pemanis, perasa, dan telah diambil sebagai persona dari minuman ringan.

7. Baik teh dan kopi mengandung kafein, teh memiliki lebih sedikit kafein dan cocok untuk relaksasi dan refleksi

Semakin tinggi kandungan kafein dalam kopi membuatnya menjadi sedikit pemicu ketegangan dan penambah energi. Jika saya ingin bersantai, berbincang-bincang dengan teman atau menyaksikan matahari terbit, saya akan memilih teh. (Fei/Yant)

Share

Video Popular