JAKARTA – Menteri ESDM Sudirman Said yang menjadi pelapor atas pengaduan kasus ‘papi minta saham’ dengan terlapor Ketua DPR Setyo Novanto akhirnya memenuhi panggilan dalam sidang perdana MKD di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2015). Namun selama persidangan posisinya sebagai terlapor seakan-akan menjadi terdakwa.

Sidang dalam kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wapres itu diwarnai dengan interupsi anggota MKD dari Fraksi Partai Golkar, Ridwan Bae, Adlies Kader dan Kahar Muzakar. Interupsi mulai legal standing Sudirman Said sebagai pelapor hinggga tudingan melakukan penyadapan terhadap Setya Novanto.

Ridwan setelah berhasil mengajukan interupsi mempersoalkan legal standing Sudirman Said sebagai pelapor. Dia menuding sosok Sudirman belum berhak memberikan keterangan pada sidang di MKD DPR RI. Namun ditanggapi oleh pimpinan persidangan Surahman Hidayat bahwa pertanyaan yang dimaksud sudah tuntas dibahas dalam pleno sebelumnya. Namun Ridwan terus berusaha mengajukan interupsi, hanya saja tidak ditanggapi oleh pimpinan sidang.

Tak berhenti di situ, politisi Golkar Adles Kader kembali mencecar atas validasi rekaman yang diserahkan sebagai alat bukti dugaan pencatutan minta saham dengan terlapor Setya Novanto. Dia mempertanyakan Sudirman Said bagaimana mengetahui akan rekaman tersebut otentik dan ilegal. ‘Dari mana tahu rekaman ini valid,” ujarnya.

Rekaman tersebut, bagi Adles, sebagai penyadapan terhadap Setya Novanto. Namun dibantah oleh Sudirman dengan mengatakan rekaman tersebut didapat dari Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoedin sebagai orang yang terlibat dalam pertemuan.

Interupsi serupa turut dilontarkan oleh Kahar Muzakar, dia kembali menanyakan legalitas rekaman yang diserahkan oleh Sudirman. Tak hanya soal rekaman, Kahar turut mengajukan interupsi dengan tudingan mengeluarkan izin ekspor minerba yang melanggar Undang-Undang dan pembuangan limbah beracun PT Freeport.

Menerima kedua tersebut langsung dibantah secara bersamaan oleh Sudirman Said dan menyatakan dia tak melanggar ketentuan hukum. Berkaitan izin ekspor minerba, hal demikian menurut Sudirman sudah dibicarakan kepada Komisi VII DPR RI. Sudirman juga menjawab materi pertanyaan tidak sesuai dengan materi persidangan.

Wakil Ketua MKD dari PDI-P, Junimart Girsang turut menyikapi fenomena persidangan MKD yang terjadi pada sore itu. Dia menyatakan kepada seluruh anggota MKD harus menyepkati secara bersama-sama untuk tidak mendudukkan pengadu menjadi terdakwa selama persidangan. Dia juga mengajak sesama anggota MKD untuk menghargai kehadiran pengadu.

Setelah diberi kesempatan oleh Ketua MKD Surahman, Sudirman menjelaskan serangan yang dilontarkan kepada dirinya. Dia menjawab poin-poin pada transkrip yang mengarah kepada upaya meminta saham kepada PT Freeport pada pembicaran antara M.Reza Chalid dengan Setya Novanto.

Pada kesempatan itu, Sudirman juga menyatakan tak bermaksud untuk menyerang pihak mana pun atas pengaduan yang disampaikannya kepada MKD DPR RI. Dia menilai seharusnya pengadu selama persidangan dimuliakan bukan dianggap sebagai orang yang bersalah. (asr)

Share

Video Popular