Keterangan foto: Wahana antariksa Lisa Pathfinder diluncurkan, pada Kamis, 3 Desember 2015 pagi waktu setempat,. Wahana yang akan membantu para peneliti untuk meneliti gelombang gravitasi di ruang angkasa. (ESA)

Oleh: Su Yang

Untuk meneliti misteri gelombang gravitasi di ruang angkasa, European Space Agency (ESA) dan Aeronautic Defence and Space Company Airbus telah menyiapkan satelit ilmiah yang baru. Wahana antariksa “Lisa Pathfinder” diluncurkan dari tempat peluncuran di Guyana, Perancis, pada Kamis, 3 Desember lalu. Guyana Perancis atau Guiana adalah sebuah département luar negeri Perancis di pesisir Karibia, Amerika Selatan.

Tujuan diluncurkannya satelit baru tersebut untuk meneliti gelombang gravitasi-nya Einstein sekaligus mengobservasi lubang hitam, bintang ganda dan benda langit ganjil lainnya di ruang angkasa. Satu abad silam, Albert Einstein mengatakan adanya gelombang gravitasi, sehubungan dengan itu, wahana antariksa “Lisa Pathfinder” bisa membantu penelitian terkait. Aeronautic Defence and Space Company Airbus-ADS mengatakan bahwa satelit yang diluncurkan ini adalah “Space Astrophysics Laboratory” (laboratorium astrofisika)

“Ini adalah misi yang menggembirakan,” pernyataannya.

Para ilmuwan berharap, dengan adanya sarana baru dan teknologi, bisa mendeteksi gelombang gravitasi di ruang angkasa. Dan yang lebih menarik lagi adalah tidak ada yang bisa memprediksikan apa saja informasi baru yang akan diberikan wahana antariksa, kata Alvaro Giménez, Direktur Sains dan Eksplorasi Robotic di ESAEuropean Space Agency.

Pembuatan dan desain wahana antariksa “Lisa Pathfinder” dan pengujiannya berlangsung lebih dari sepuluh tahun, hanya dari ESA saja telah menginvestasikan sekitar 430 juta Euro. Sementara itu, lembaga penelitian dan lebih dari 40 perusahaan dari Eropa dan Amerika juga cukup besar investasinya.

Wahana yang jauhnya 1.5 juta km dari bumi itu akan beroperasi sekitar 12 bulan di orbit yang ditetapkan sebelumnya, dan mungkin akan diperpanjang enam bulan.

“Kami harap agar bisa segera menilai hasil dari observasi wahana tersebut,” kata Alvaro Giménez menambahkan.

Einstein mencetuskan teori terkait gelombang gravitasi, tapi hingga saat ini belum ada yang berhasil mendeteksi mereka. Barangkali gelombang gravitasi itu memenuhi segenap alam semesta, mengisi alam semesta, tapi sulit dideteksi.

Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan peringatan satu abad atas lahirnya teori relativitas umum yang dicetuskan Einstein, dimana secara fundamental, teori ini telah mengubah pandangan kita tentang alam semesta. Salah satu teorinya, bahwa alam semesta ini penuh dengan apa yang disebut gelombang gravitasi, benda langit digerakkan dan akan menghasilkan gelombang gravitasi ketika menerobos alam semesta dengan kecepatan cahaya. Namun gelombang misterius yang dicetuskan oleh Einstein itu kemungkinan tidak begitu kuat, karena hingga detik ini tidak dapat dideteksi secara langsung, namun, tidak dipungkiri buktinya secara tidak langsung memang ada. (joni/rmat)

 

 

 

 

Share

Video Popular