Keterangan foto: Berita intelijen Uni Eropa menyebut Inggris dijadikan target serangan IS menyusul Paris. Gambar PM. Cameron sedang mengusulkan kepada parlemen tentang penyerangan IS di Suriah pada 2 Desember 2015. (PRU/AFP)

Oleh Chen Juncun

Dari berita intelijen yang didapat oleh Badan Keamanan Uni Eropa diketahui bahwa Inggris menjadi target serangan teror Islamic State/ IS setelah Paris. Organisasi teroris IS berencana untuk menyerang Inggris meskipun soal waktu dan tempatnya masih belum jelas.

Berita intelijen menunjukkan IS berencana menyerang Inggris

Menurut CNN, seorang pejabat senior kontra terorisme Eropa mengatakan bahwa IS berencana untuk menyerang Inggris setelah Paris. Berita intelijen mengungkapkan IS telah menunjuk anggotanya yang berkebangsaan Inggris untuk ‘pulang kampung’ demi merealisasikan penyerangan di Inggris.

Pejabat tersebut mengaku tidak mengetahui kapan dan di mana serangan teror akan dilakukan IS. Ia juga tidak pernah mengungkapkan hubungan antara berita rahasia ini dengan seorang anggota IS berwarganegara Inggris Aine Lesley Davis yang tertangkap di Turki pada November lalu.

Aine Lesley Davis tertangkap di Istanbul pada hari yang sama terjadinya serangan teror Paris atas kerjasama badan intelijen Turki dengan Inggris. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju Eropa untuk memberi instruksi serangan teror.

Parlemen Inggris melalui pemungutan suara pada 2 Desember 2015 lalu, telah menyetujui usulan pemerintah untuk melaksanakan serangan udara terhadap basis IS di Suriah. Beberapa jam setelah persetujuan itu, Departemen Pertahanan Inggris langsung mengirim 4 unit pesawat tempur ke Suriah untuk membombardir lokasi IS.

“Setelah persetujuan parlemen maka kekhawatiran terhadap Inggris menjadi target serangan IS makin bertambah,” kata pejabat senior tersebut.

Beberapa berita yang berkaitan dengan serangan teror Paris

Pejabat tersebut kemudian juga mengungkapkan, salah satu perancang serangan teror di Paris yaitu Fabien Clain adalah anggota IS berwarganegara Prancis. elalui rekaman suara yang disiarkan IS sehari setelah kejadian ia mengaku ikut bertanggung jawab terhadap serangan Paris. Terhadap anggota IS berkebangsaan Tunisia yang juga menjadi salah satu perancang serangan Paris. Kini identitas dirinya sudah dikuasai oleh badan intelijen Barat.

Berita intelijen menyebutkan bahwa Fabien Clain bersama seorang buron bernama Abdelhamid Abaaoud bertanggung jawab merekrut anggota baru IS untuk melaksanakan serangkaian serangan di Paris. Menurut pejabat tersebut bahwa Abdelhamid Abaaoud bukan dalang utama dalam serangan Paris tetapi seorang pemimpin lainnya.

Sebenarnya Is sudah memutuskan untuk mengorbankan Abdelhamid Abaaoud ketika serangan Paris, Abaaoud memang tidak dipertahankan untuk melaksanakan tugas serangan lainnya. Namun badan intelijen Barat pun sempat dibuat terkejut. Kata pejabat itu, pihak berwenang pun tidak tahu kapan dia masuk ke Eropa dari Suriah dan di mana ia berada sekarang.

Selain itu, pejabat senior tersebut juga mengungkapkan rincian baru tentang penggerebekan di kota Saint Dennis oleh kepolisian Prancis pada 18 November 2015 lalu, terhadap tersangka serangan teror Paris. Saat itu, Abaaoud bersama kawanan lainnya sedang bersembunyi dalam sebuah tempat kediaman di sana sambil merancang serangan baru.

Ketika terdengar berita bahwa Abaaoud masih berada di Paris bersama adik perempuan yang masih sepupunya, Hasna Ait Boulahcen, kepolisian Prancis pun tidak langsung percaya, tetapi tempat persembunyian mereka akhirnya diketahui setelah dibuntuti petugas. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular