Erabaru.net. Paman bisu adalah sepupu jauh dari ibu saya, paman bisu ketika dilahirkan tidak bisu, ibu saya mengatakan, paman bisu ketika berusia 5 tahun mendadak sakit keras, sejak saat itu dia tidak dapat berbicara lagi.

Pada saat itu, ayah saya bekerja di kota, satu minggu baru pulang sekali.

Ibu saya sendiri yang menjaga kami dua bersaudara tinggal di desa.

Paman bisu sering datang ke rumah kami untuk membantu ibu melakukan pekerjaan kasar, setelah selesai melakukan pekerjaan dia akan membawa kami kakak beradik ke ladang untuk menangkap belalang, ke kali melihat ikan, pergi bermain ke pantai…… masa kanak-kanak kami yang gembira adalah berkat ditemani paman bisu, sampai sekarang kenangan manis ini sulit untuk dilupakan.

Paman bisu orangnya sangat jujur, juga sangat pintar, memiliki keahlian tukang kayu yang bagus, kerabat dan tetangga sangat suka memintanya membantu mereka, dia selalu dengan tenang, hati-hati melakukan segala hal, hasil kerja rapi dan memuaskan.

Pada saat itu pada musim panas desa tetangga sering memutar film di bioskop, paman bisu akan membawa kami pergi ke bioskop, dia selalu akan membeli sekantong pop corn untuk kami, dia sama sekali tidak beranggapan anak-anak sangat merepotkan.

Kemudian, keluarga kami pindah ke kota, sesekali paman bisu akan berkunjung ke rumah kami, seluruh keluarga gembira, suasana keluarga menjadi hangat tak terlukiskan, kami bersaudara selalu mengharapkan paman bisu bisa tinggal lebih lama dengan kami.

Ibu selalu memasak makanan kesukaan paman bisu, dan mengobrol terus mengenal perkembangan orang di kampung, kami selalu akan memamerkan lukisan, origami atau sesuatu hasil karya kami kepada paman bisu, paman bisu selalu dengan sungguh-sungguh menghargai “pekerjaan” kami, lalu tersenyum dengan sederhana dan jujur ​​sambil mengangguk. Karena bisu paman bisu, tidak pernah menikah, telah berusia empat puluh tahun masih lajang.

Karena gelombang reformasi, paman bisu juga membawa barang-barang pertukangannya ke metropolis Shanghai, di sebuah jalan kecil menuliskan papan nama Tukang Kayu Terampil.

Dia selalu membuka harga yang adil, dan pekerjaannya sangat teliti dan bagus, tidak lama kemudian, di sekitar daerah perumahan namanya sudah mulai terkenal, orang memujinya sebagai “tukang kayu bisu, orangnya baik, pekerjaannya sangat teliti dan bagus, mencari dia melakukan pekerjaan paling meyakinkan.”

Suatu hari, ketika dia sedang bekerja di toko seorang praktisi Falun Gong yang disebut Lao Zheng.

Lao Zheng memutar kaset music latihan Falun Gong, paman bisu tiba-tiba menghentikan pekerjaan yang sedang dikerjakan, mata menatap ke tape yang sedang memainkan musik latihan, dia mendengarkan dengan tenang, mendengarkan sampai musik berakhir, dia masih berdiri terpesona disana.

Lao Zheng melihat dia kemudian bertanya: “Adik, apa yang Anda pikirkan?” terlihat mata paman bisu meneteskan air mata, perlahan mengatakan sebuah kata “langit”. Lao Zheng mengerti bahwa ia sedang mencoba untuk mengatakan kepadanya bahwa ini adalah musik dari surga!

Lao Zheng membawa paman masuk ke kamarnya, menyuru dia duduk, membuka TV dan Video Player, dengan ramah berkata kepadanya :. “Adik, coba Anda melihat yang ini,” televisi sedang memutar video Guru Li Hongzhi sedang berceramah Fa, paman bisu menyaksikan dengan penuh perhatian, mendengarkan, ia tampak benar-benar lupa diri, menatap TV …… sampai seluruh ceramah selesai, dia berdiri, membuka mulut mengatakan sebuah kalimat kepada Lao Zheng: “Falun Dafa baik!”

Dengan begitu , hal ajaib yang menakjubkan terjadi, paman bisu yang sudah empat puluh tahun tidak bisa berbicara sekarang sudah bisa berbicara!

Karena pengalaman paman bisu, kami seluruh keluarga, muda dan tua lebih dari 30 orang mulai berlatih Falun Gong, di kampung, banyak orang baik dan tetangga juga mulai belajar Falun Dafa. Sejak saya berlatih Falun Gong, saya memahami alasan sebenarnya di balik kesembuhan paman.

Awalnya memang paman bisa berbicara sewaktu kecil, namun karena dirinya menderita penyakit, ia tidak bisa bicara lagi. Ketika tubuhnya dimurnikan saat berlatih Falun Gong, ia pun menjadi normal kembali.

Pada Juli tahun 1999, ketika Tiongkok mulai menganiaya Falun Gong, saya telah berada di Amerika Serikat.

Ibu sering mengobrol dengan saya di telepon mengenai paman.

Paman adalah orang pertama dari desa yang pergi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Gong.

Meskipun ditahan , dipenjara, disiksa, setelah dilepaskan, dia akan pergi lagi ke Lapangan Tiananmen, berteriak kepada orang-orang: “Falun Dafa baik.”

Ketika kelima kali pergi ke Beijing dan ditangkap, dia dibawa ke pusat penahanan lokal, polisi setempat di pusat penahanan melakukan banyak penyiksaan terhadapnya.

Ketika sidang, paman dengan semangat bercerita tentang keajaiban Falun Dafa terhadap dirinya, membela Falun Gong selama lebih dari satu jam.

Semua orang di pengadilan, semua dikejutkan oleh ceritanya, tidak ada yang bisa membayangkan bahwa dia dahulu adalah seorang bisu.

Kemudian, paman secara ilegal dihukum kamp kerja paksa, di kamp kerja dipaksa untuk terlibat dalam kerja paksa.

Dari sana muncul berita bahwa paman karena menolak untuk menulis surat jaminan untuk tidak berlatih Falun Gong, menolak untuk dibawa ke pusat cuci otak, beberapa pengawas ganas kamp kerja paksa menyeret ke kamar penyiksaan, terus menerus menyiksanya selama puluhan jam,

Kemudian, karena lukanya mengancam jiwanya, akhirnya dia dibawa ke rumah sakit, tapi sudah terlambat.

Ibu dengan penuh kesedihan, membawa dua adik saya pergi mengambil jenazah paman, seluruh badannya babak belur, di dadanya ada empat tempat yang memar, lima bekas luka tongkat listrik, pinggang dan kaki dipukuli hingga hitam dan ungu, satu kaki pinggul besar putus, seluruh wajahnya berdarah, tidak terlihat lagi bentuk wajahnya.

Kamp kerja paksa dan polisi menolak permintaan ibu membawa pulang jenazah, hari berikutnya dengan rahasia mengkremasinya untuk menghilangkan jejak penganiayaan.

Pada tanggal 10 Juni pada hari tersebut ketika paman meninggal, kota kecil lokal yang selama berhari-hari udara dan suhu sangat panas, tiba-tiba suhu berubah tidak normal menjadi sangat dingin, langit terbang serpihan salju, salju turun sampai tebalnya satu kaki.

Paman dengan tragis telah pergi, saya kini kuliah di Amerika mengklarifikasi fakta kebenaran tentang Falun Gong, menceritakan kepada mereka kisah paman bisu, tentang jutaan praktisi Falun Gong di Tiongkok yang tanpa pamrih mengklarifikasi fakta kebenaran, dan juga tentang kebiadaban dan kejahatan Partai komunis Tiongkok yang menganiayaan Falun Gong. Tenanglah, paman, seluruh dunia tahu —– Falun Dafa baik!

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular