Oleh : Hu Nai-wen

Dalam beberapa bulan terakhir, epidemi demam berdarah dengue yang melanda pulau formosa Taiwan, tampaknya sulit berhenti dalam jangka pendek.

Seorang sahabat bermarga Tan yang menetap di Malaysia, menyampaikan pengalamannya di Malaysia dalam mengobati demam berdarah dengue. Pertama, minum air perasan dari daun pepaya, dan sebaiknya menggunakan daun pepaya jantan atau yang biasa disebut papaya gantung (staminate), kedua mengulum/mengemam porcupine dates atau geliga landak di bawah lidah. Sebagai catatan, masyarakat Tionghoa, Malaysia banyak menggunakan geliga landak sebagai obat alternatif untuk pengobatan kanker, demam berdarah, meningitis, herpes, infeksi tenggorokan, pneumonia, dan sebagainya.

Pohon pepaya, ada yang bisa menghasilkan buah (pepaya), sebaliknya juga ada yang tidak bisa berbuah. Yang bisa menghasilkan buah disebut pohon pepaya “betina”, sementara yang tidak bisa berbuah disebut pohon pepaya “jantan”.

Geliga Landak, adalah sejenis batu langka yang ditemukan di dalam perut landak, geliga landak ini bersifat dingin. Geliga landak terbagi dalam beberapa jenis yakni Geliga Darah (Blood-berbentuk padat, merah berdarah di bagian dalam namun putih di luar, sangat pahit dan aromatik.), Geliga Tepung (Powderly), Geliga berumput (Grassy), Geliga Hitam (Black Date) Geliga kernal (Kernal Date) dan sebagainya. Konon katanya geliga landak jenis darah ini sangat manjur dalam mengobati penyakit, tapi sangat langka ditemukan.

Berikut adalah kutipan asli terkait materi yang dikirim oleh seorang sahabat yang berprofesi sebagai seorang dokter di Malaysia mengenai pengobatan demam berdarah dengue :

Selama bertahun-tahun berkarier sebagai seorang dokter di Malaysia, tersebar kabar dari masyarakat setempat tentang resep yang manjur dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Cuci bersih daun pepaya segar, setelah itu cuci sekali lagi dengan air dingin, kemudian peras daun papaya itu sampai berair (sebaiknya daun dari pohon pepaya yang tidak menghasilkan buah, masyarakat Malaysia menyebutnya pohon pepaya jantan), tuang air perasan daun pepaya ke dalam mangkuk nasi, cukup setengah mangkuk saja, dan langsung diminum, satu hari 2 – 3 kali sekali minum. Anda bisa mencobanya dulu, bagi mereka/penderita yang baru jatuh sakit dalam 3 hari, seketika akan terasa nyaman setelah minum sekitar satu jam.

Jika tidak ada pohon pepaya, di Malaysia ada sejenis obat Tionghoa bermutu tinggi, yang disebut “Geliga Landak”, cukup dikulum atau diemam di bawah lidah, khasiatnya dalam mengobati demam berdarah dengue juga sangat baik.

Dalam pengobatan klinis, saya memberi pasien air /jus dari perasan daun pepaya, sesuai dengan gejala yang tidak sama di setiap periodenya, memeriksa dan mengobati dengan sejumlah besar obat tradisional Tiongkok, satu jam seusai minum obat tradisional Tiongkok, pasien tampak baik-baik saja dan sehat, waktu munculnya bintik merah juga jarang. Bagi penderita tahap akhir, dimana karena tidak nafsu makan, sehingga memicu fisiknya menjadi lemah, dan ini perlu penguatan/penambahan (suplemen) yang sesuai.

Sementara itu pengobatan ala Barat memiliki satu kesalahan besar terkait pengobatan penyakit yang disebabkan nyamuk, yaitu menggunakan antipiretik ketika demam, ini adalah metode pengobatan yang keliru dan fatal. Menurut penalaran saya yang mempelajari kedokteran Barat selama beberapa tahun, demamnya (fisik) manusia itu agar tubuh itu sendiri menghasilkan daya tahan yang lebih kuat untuk melawan serangan bakteri dan virus. Misalnya semacam leukosit (sel darah putih) dan trombosit, dimana jika menggunakan obat penurun demam, maka ke dua jenis sel ini akan menurun tajam. Leukosit yang terlalu rendah dan trombosit inilah salah satu sebab kematian pasien.

Jika trombosit dan sel darah putih telah berkurang, maka gunakan pare, siapkan 9 buah pare kecil, dibelah dan buang bijinya, kemudian diiris ; siapkan juga tiga ekor katak, buang kulit berikut jeroannya, cuci bersih, kemudian diiris kecil, jangan tambahkan air, tambahkan sedikit garam atau secukupnya, kukus sekitar ½ jam, setelah itu minum kuahnya, makan daging dan parenya,coba makan seperti ini selama beberapa hari (indeks sel darah putih dan trombosit) akan naik

Selama pengobatan, pasien mudah pusing kepala dan terpeleset, karena itu harus hati-hati merawat pasien.

Menurut pandangan kedokteran Tiongkok, gejala (penyakit) yang disebabkan nyamuk adalah gejala panas dari demam, daun pare itu sangatlah pahit, tapi justru pahitnya inilah obat yang berefek dingin, sifat dinginnya ini untuk menetralisir panas, dengan mengonsumsinya dapat mencapai tujuan pengobatan. Selain itu, geliga landak juga sangat pahit, obat yang bersifat dingin, tapi efeknya sangat baik dalam hal pengobatan. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular