Keterangan foto: Xi Jinping melalui reformasi militer menempatkan orang-orang kepercayaannya di seluruh jajaran militer, melanjutkan pembersihan kekuatan faksi Jiang serta meningkatkan daya tempur dan daya gertak dalam militer, yang akan menjadi jaminan pokok kesuksesan dalam upaya gerakan menangkap Jiang Zemin serta melaksanakan perubahan politik. (Lintao Zhang/Getty Images)

Oleh: Xie Tianqi

Pada 24 – 26 November 2015 lalu, Rapat Kerja Reformasi Dewan Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok/ PKT digelar di Beijing. Tanggal 26 sore hari menjelang malam, media resmi melaporkan bahwa pidato Xi Jinping dalam rapat, mengungkap isi dari reformasi militer.

Pada 27 November 2015, situs renmin.com media resmi RRT mengumumkan laporan “Xi Jinping membahas pertahanan nasional dan pembangunan militer, “Reformasi adalah satu jurus krusial yang menentukan masa depan militer”. Pada awal artikel sudah disebutkan bahwa militer dalam hal reformasi total bersifat revolusioner bermakna tonggak bersejarah sedang digelar secara menyeluruh. Xi Jinping dalam Rapat Kerja Reformasi Dewan Militer menegaskan bahwa memperdalam Pertahanan Nasional dan Reformasi Militer adalah tuntutan jaman untuk merealisasikan Impian Tiongkok dan Impian Perkuatan Militer, adalah jalan yang harus dilalui untuk memperkuat dan memajukan militer, juga adalah satu jurus krusial yang menentukan masa depan militer.

Kemudian artikel menginventarisir ringkasan pidato Xi Jinping setelah menjabat, tentang pembangunan militer, dalam tiga bagian kecil masing-masing yang menonjol. Pertama, “Menguatkan roh kemiliteran” dalam arti menuruti perintah dari Pusat-Xi Jinping dan Dewan Militer dalam situasi apapun dan kapanpun. Kedua, “Menguatkan tuntutan Militer” yakni dalam arti bisa bertempur dan memenangkan pertempuran. Ketiga, “Menguatkan landasan Militer” yakni dalam arti mengendalikan militer dengan disiplin ketat.

Dalam arena birokrasi PKT terutama militer pada hakekatnya tidak berdasarkan supremasi hukum, ketika ketua Hu Jintao dan PM Wen Jiabao berkuasa, Jiang Zemin melalui militer dan badan politik partai dari atas ke bawah menempatkan dan mempromosikan sejumlah besar orang-orang kepercayaannya merongrong kekuasaan Hu dan Wen, sehingga mengakibatkan kebijakan dan perintah Hu dan Wen tidak bisa keluar dari Zhongnanhai (Kompleks pemerintahan pusat PKT). Kekuasaan militer juga dikuasai oleh dua orang kepercayaan Jiang Zemin yakni wakil ketua Dewan Militer jendral Guo Boxiong dan Xu Caihou. “Sistem tanggung jawab ketua Dewan Militer” berubah menjadi “Sistem tanggung jawab oleh wakil ketua Dewan Militer”. Untuk mendapatkan jaminan bahwa militer bisa “patuh pada 1 komando”, Xi Jinping harus mengganti para pimpinan sektor-sektor kunci angkatan bersenjata dari atas sampai bawah dengan orang-orang kepercayaannya.

Sejak Xi Jinping berkuasa, bersamaan dengan membersihkan pengaruh faksi Jiang dalam militer, ia juga sudah mengangkat sejumlah jendral kepercayaannya serta memutasikan sejumlah perwira-perwira loyalis yakni dari daerah militer Nanjing terutama korps 31 Fujian ke Komisi Militer dan di posisi kunci di seluruh daerah militer. Seiring dengan reformasi militer yang bergerak maju, Pusat Komisi Militer serta seluruh jenis angkatan dan seluruh daerah militer akan mengalami perubahan besar. Xi Jinping akan selangkah lebih maju menempatkan perwira-perwira tinggi kepercayaannya untuk menguasai seluruh posisi kunci dalam militer. Satu putaran pengaturan baru angkatan bersenjata mulai dari anggota Komisi Militer Pusat hingga ke komandan di semua tingkatan tidak boleh tidak dilakukan.

Jiang Zemin mengatur negara dan militer dengan korup, menyebabkan krisis daya tempur angkatan bersenjata. Hal tersebut telah menjadi konsensus di dalam maupun luar negeri. Ketika masih berkuasa Jiang Zemin juga menjadikan Komisi Politik dan Hukum serta kekuatan Polisi bersenjata menjadi “Pusat kekuasaan kedua”, anggaran untuk “Pasukan pribadi” dan ”Pemeliharaan stabilitas” pernah melebihi anggaran militer, bahkan perangkat dan perlengkapannya ada yang jauh melampaui pasukan militer.

Situasi diplomatik RRT dewasa ini sangat kompleks, permasalahan Laut Selatan dan Timur serta hubungan bilateral dengan Korut dan lain sebagainya semuanya sangat sensitive. Serangan teror internasional dan di dalam negeri sering terjadi. Sedangkan di belakang semua kejadiaan ini secara samar-samar menampakkan tanda-tanda penetrasi dan pengendalian semua arah dari kelompok Jiang Zemin di luar negeri. Bersamaan dengan membersihkan sistem Komite Politik dan Hukum, Xi Jinping juga meningkatkan daya tempur pasukan militer untuk mencapai efek gertakan di dalam dan luar negeri, mencegah faksi Jiang mengacaukan situasi juga merupakan urusan yang mendesak.

Beberapa tahun belakangan ini, Xi Jinping memerintahkan tiga jenis angkatan bersenjata yakni darat, laut dan udara melakukan latihan perang dengan kerap terutama pada saat situasi sensitif, maksudnya juga adalah demikian. Kelak, bersamaan dengan reformasi sistem dan instansi militer diduga kegiatan berbagai latihan militer untuk meningkatkan daya tempur militer akan menjadi salah satu pengaturan penting pihak angkatan bersenjata.

Setelah Kongres Rakyat ke 18, program anti korupsi Xi Jinping dalam militer sedikitnya sudah menangkap 43 orang perwira tinggi yang disebut “harimau” di tubuh militer, termasuk wakil ketua Komite Militer Xu Caihou dan Guo Boxiong. Tetapi dalam rapat kerja reformasi Dewan Militer kali ini Xi Jinping masih tetap menegaskan aksi anti korupsi di dalam militer, serta membentuk Komisi Disiplin Militer Pusat baru, membentuk Komisi Politik dan Hukum Komisi Militer baru, penyesuaian dan pembentukan kantor audit Komisi Militer Pusat. Membentuk dan meningkatkan tiga instansi untuk Komisi Militer Pusat berarti pembersihan kekuasaan faksi Jiang dalam militer akan tetap berlanjut.

Bila Militer melanjutkan “memukul harimau” bukan hanya sebagai jaminan reformasi militer, juga bisa bergerak maju bersama secara sinkron dengan gerakan akhir pemerintah Xi Jinping mengepung dan menumpas grup atau klan Jiang Zemin. Misalnya seperti salah satu tokoh bersifat simbolis Jiang Zemin dalam militer yakni sekretaris besarnya yang sekarang menjabat sebagai Wakil Direktur Departemen Politik Umum Jia Yanan serta “Klik Henan” yang berada di belakangnya akan menghadapi pembersihan.

Xi Jinping melalui reformasi militer menempatkan orang-orang kepercayaannya di seluruh tubuh militer, melanjutkan pembersihan pengaruh faksi Jiang, meningkatkan daya tempur serta daya gertak militer, akan memegang erat kekuasaan yang paling inti dalam kekuasaan yang tertinggi yakni kekuasaan militer.

Pemerintah Xi Jinping belakangan ini melakukan tindakan intensif mengepung dan menumpas klan dan sarang lama Jiang Zemin yakni kota Shanghai, dan melepaskan sinyal akan melakukan penangkapan Jiang Zemin serta melakukan perubahan situasi politik. Pengontrolan tuntas Xi Jinping terhadap kekuasaan militer akan menyediakan jaminan pokok kesuksesan gerakan mutakhirnya.

Xi Jinping menjalankan reformasi militer bukan hanya sebagai “Satu jurus krusial untuk menentukan masa depan militer” saja, lebih dari itu adalah satu jurus krusial yang menentukan perubahan besar situasi Tiongkok di masa mendatang. Zongnanhai melalui judul topic, “Xi Jinping: Reformasi militer adalah satu jurus krusial yang menentukan masa depan” sudah melepaskan sinyal ini. (lin/whs/rmat)

 

Share

Video Popular