JAKARTA – Sebagai rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Himpunan Falun Dafa Indonesia menggelar aksi damai dan teatrikal di kawasan monumen Kencana Arjuna Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015). Aksi ini digelar dengan tuntutan kepada bekas pejabat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jiang Zemin ke pengadilan sebagai aktor utama penganiayaan dan kejahatan genosida kepada praktisi Falun Gong di Tiongkok.

“Penganiayaan dan kejahatan ini masih berlangsung yang didalangi oleh Jiang Zemin terhadap rakyatnya yang berlatih Falun Gong atau Falun Dafa di Tiongkok,” ujar Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali.

Dia mengatakan kejahatan dan penganiayaan terbesar pada abad 21 yang dilakukan oleh Jiang Zemin ini diketahui dari luas wilayah penindasan, mekanisme dan metode penindasan, jumlah orang menjadi korban penganiayaan, sumber daya negara dan periode penindasan terhadap Falun Gong.

Spanduk tuntutan terhadap Jiang Zemin
Suasana pengadilan teatrikal terhadap Jiang Zemin

Luas wilayah penindasan terhadap praktisi Falun Gong terjadi pada seluruh pelosok di Tiongkok bahkan Jiang Zemin dengan kroninya serta memanfaatkan Kedubes RRT di seluruh dunia untuk melakukan interrvensi kepada pemerintah negara-negara di dunia untuk turut mengekang aktivitas Falun Dafa.

Tentang mekanisme dan metode penindasan, Jiang Zemin menyalahgunakan jajaran diplomatik, militer, keamanan negara, sisitem pendidikan, media negara, internet, peradilan, sumber keuangan negara serta struktural partai untuk melakukan penindasan terhadap praktisi Dafa di Tiongkok. Metode penganiayaan beragam mulai penculikan, pencucian otak, propoganda kebohongan, perampasan dan pengambilan organ tubuh praktisi Falun Dafa.

Aksi teatrikal dan foto korban penindasan

Sedangkan penyelidikan independen terhadap dugaan pengambilan organ praktisi Falun Dafa secara hidup-hidup di Tiongkok pada 2006 dilakukan oleh pengacara HAM Kanada David Matas dan mantan Sekretaris Negara Kanda untuk Asia Fasifik, David Kilgour.

Sementara jumlah praktisi Falun Gong di Tiongkok yang menjadi korban dan di bawah ancaman unntuk menjadi korban penindasan dan penganiayaan mencapai 100 juta orang di Tiongkok. Taka hanya sebatas praktisi Falun Gong, keluarga mereka juga mengalami korban intimidasi dan diskriminasi yang dihadapi anggota keluarga mereka.

Langkah Jiang Zemin serta kroninya untuk menindas Falun Gong menggunakan sumber daya negara Tiongkok dengan membentuk Kantor 610 pada 10 Juni 1999. Organisasi tersebut berada di atas kepolisian dan sistem yudisial dalam melaksanakan perintah Jiang terkait Falun Dafa yakni hancurkan reputasi mereka, bangkrutkan secara finansial dan hancurkan mereka secara fisik.

Seruan dan dukungan tuntutan pengadilan terhadap Jiang Zemin

Adapun periode penindasan terhadap praktisi Falun Gong berlangsung sejak 20 Juli 1999 hingga pada saat ini. Penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok masih terus berlangsung dan tak berhenti sehari pun. Kini penganiayaan tersebut menewaskan tak terhitung praktisi Falun Gong dan ratusan ribu lainnya sedang di tahan di kamp konsentrasi.

Penganiayaan dan Tuntutan Pengadilan

Pada 1999, Jiang Zemin telah mengabaikan anggota Komite Tetap Politbiro lainnya dan menyatakan tetap melancarkan serangan dan penindasan terhadap praktisi Falun Gong. Hanya atas dasar kecemburuan atas kemasyhuran dan ketenaran Falun Gong membuat Jiang Zemin gelap mata untuk memberangus Falun Gong di Tiongkok.

Oleh karena itu, praktisi Falun Gong di Indonesia menyerukan kepada pemerintah Tiongkok di bawah kepemimpinan Xi Jingping dan kepada pemerintah Indonesia segera menghentikan penganiayaan yang dilakukan oleh Jiang Zemin. “Ajukan Jiang Zemin ke Pengadilan atas kejahatan genosida yang telah dilakukannya,” ujar Gatot.

Melansir dari situs resminya, Falun Gong atau Falun Dafa adalah metode latihan yang berlandaskan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Latihan ini juga disertai metode pengolahan jiwa dan raga. Melalui olah raga disertai dengan lima perangkat latihan termasuk meditas. Sedangkan melalui olah jiwa berlandaskan pada prinsip Sejati-baik-sabar.

Selama 23 tahun sejak Falun Dafa diperkenalkan ke masyarakat secara luas sejak pertama kali pada 1992 kini telah menunjukkan manfaat bagi jiwa dan raga bagi yang berlatih Falun Dafa. Mereka yang berlatih mendapatkan banyak manfaat mulai dari kesehatan secara jiwa dan raga serta penerapan prinsip Sejati, Baik, Sabar dalam keseharian mereka. (asr)

Share

Video Popular