Oleh: dr. Soe Hyo – Seok
Wabah hitam, flu Spanyol, flu Asia 1957, dan flu Hongkong tahun 1968, flu babi, flu burung, H1N1, Ebola, dan MERS, dari semua itu tidaklah ber¬lebihan untuk mengatakan bahwa sejarah penyakit menular adalah sejarah krisis umat manusia. Reali¬tas di dunia saat ini adalah, virus dapat mengancam keberadaan umat manusia.

Pemahaman esensi pernapasan, dengan melampaui pemahaman sederhana tentang kehidupan, dapat menjadi prinsip yang paling penting dalam melindungi tubuh dari virus dan mengobati penyakit.

Napas dan kesehatan

Kehidupan dimulai dan diakhiri dengan napas. Tangisan pertama yang keluar dari bayi yang baru lahir adalah awal dari kehidupan independen di Bumi. Dengan napas pertama, bayi mengambil energi alam semesta.

Jika kita berhenti bernapas, kita hanya bisa bertahan hidup selama beberapa menit. Pernapasan menciptakan dan memelihara kekuatan hidup.

Fakta-fakta ini telah dikenal umum, namun kita sering mengabaikan betapa berharganya pernapasan. Fenomena alam ini terjadi secara tidak sadar tanpa kita harus mengarahkannya.

Hal ini sangat sederhana dan mudah untuk memahami bagaimana tubuh manusia melindungi dirinya dan menyembuhkan penyakit yang ditularkan melalui fungsi paru-paru.

Paru-paru menghirup oksigen dari udara, sumber kehidupan, mendistribusikan ke seluruh tubuh, dan membuang limbah gas keluar dari tubuh. Jika paru-paru tidak sehat akibat kekeruhan yang disebabkan oleh berbagai zat beracun dari rokok, udara tercemar atau limbah, jika panas terakumulasi di paru-paru karena stres, malfungsi akan terwujud pada berbagai bagian tubuh kita.

Paru-paru memurnikan sistem kekebalan tubuh. Mungkin karena alasan ini, Sang Pencipta menempatkan paru-paru di posisi yang paling aman dan paling dilindungi di dalam tubuh. Di antara semua organ dalam, hanya jantung dan paru-paru yang terletak di dalam “istana” yang dijaga oleh tulang rusuk. Organ lain seperti hati, ginjal, dan limpa terletak di luar “istana” ini. Jantung dan paru-paru adalah organ terpenting, yang perlu dilindungi dengan prioritas tertinggi.

Pemahaman dasar-dasar kehidupan seperti ini akan memungkinkan pencegahan penyakit, dan pemahaman yang tepat tentang cara rasional untuk menyembuhkan penyakit. Tanpa pemahaman rasional terhadap penyebab yang mendasarinya, pendekatan yang tidak logis dalam mengobati penyakit akan muncul.

Kuncinya: restorasi

Kunci persiapan manusia untuk menghadapi zaman virus di masa depan, terletak di paru-paru. Setelah fakta ini diakui, akan menjadi sangat mudah baginya untuk membuka pintu kesehatan yang prima bagi umat manusia

Dalam merawat mobil, kita perlu mengganti filter oli secara teratur. Begitu juga dengan tubuh manusia, organ paru-paru bertugas menyaring sampah dari udara yang kita hirup, mencegah limbah mencapai jantung, yakni organ yang memompa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Jikalau mengabaikan paru-paru, berarti kita gagal memahami keajaiban yang tak terbatas apabila paru-paru dibersihkan.

Saya teringat perkataan Alonzo Clarke, seorang profesor abad ke-19 di New York College of Physicians and Surgeons. Dia mengatakan bahwa semua obat yang diminum untuk mengobati penyakit adalah racun yang menurunkan vitalitas tubuh. Alonzo percaya bahwa kita terbiasa terburu-buru mengirimkan begitu banyak pasien menuju akhir hayatnya, yang sebenarnya mereka mungkin dapat memulihkan dirinya sendiri ketika kesehatan mereka diserahkan sepenuhnya kepada alam.

Bapak kedokteran, Hippocrates, mengatakan bahwa dokter yang sesungguhnya ada dalam tubuh kita. Menurutnya, penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter dalam diri kita sendiri, maka tidak akan bisa disembuhkan oleh dokter yang paling terkenal sekalipun. Hippocrates percaya bahwa penyakit adalah suatu proses di mana restorasi (kemampuan penyembuhan secara alami) diterapkan.

Mengapa para dokter menyimpulkan seperti itu? Apa implikasi dibalik perkataannya untuk langkah yang harus diambil oleh kedokteran modern?

Ketika fungsi paru-paru (yang berupa filter bagi kesehatan tubuh) diperkaya, maka akan memungkinkan untuk membersihkan semua materi beracun dan limbah yang terakumulasi dalam tubuh. Ketika paru-paru diperkaya, fungsi restorasi yang merupakan fungsi utama dari sistem kekebalan tubuh, akan menjadi sepenuhnya diaktifkan.

Restorasi mengacu pada kekuatan yang berusaha untuk kembali ke kondisi asal ketika suatu kekuatan eksternal mengganggu keseimbangan semua hal dalam alam semesta. Tubuh pada tingkat tersebut, ketika kehilangan vitalitas normal dan keseimbangan internal yang telah rusak karena faktor eksternal, keseimbangan tubuh terganggu dapat dikembalikan dengan meningkatkan fungsi paru secara maksimal. Ini akan meningkatkan fungsi pemulihan sistem kekebalan tubuh untuk tingkat maksimum.

Hasil maksimum fungsi sistem kekebalan tubuh saat pemulihan kondisi kesehatan bawaan seseorang adalah sejak lahir dan memungkinkan penyembuhan penyakit seseorang secara tuntas. Ketika empat fungsi utama kekebalan tubuh, yaitu memori, pertahanan, pemurnian, dan restorasi, sepenuhnya dilakukan, tubuh akan dilengkapi dengan senjata yang dibutuhkan untuk memerangi dan mengatasi serangan virus apapun.

Pengalaman klinis

Sepanjang 42 tahun pengalaman klinis, saya telah mengamati kasus yang tak terhitung jumlahnya di mana orang menderita banyak penyakit ketika fungsi paru-parunya rusak. Saya juga telah menyaksikan penyembuhan tuntas dari penyakit ini ketika fungsi paru-paru telah dikembalikan ke tingkat semula.

Menurut pengamatan klinis saya, hanya dengan perbaikan fungsi paru-paru dapat membuat aritmia yang diderita pasien selama lebih dari satu dekade atau penyebab stroke (auricular fibrilasi) hilang. Akhirnya si pasien bisa berhenti mengonsumsi obat angina setelah lebih dari 10 tahun.

Sehingga saya berpikir hanya dengan menyehatkan paru-paru, maka perbaikan yang mengikuti peningkatan kesehatan paru-paru tersebut memang bisa disebut keajaiban. Semua ini adalah hasil dari kekuatan luar biasa dari membersihkan paru-paru.

Kunci untuk memberantas dan mengatasi virus yang menyerang tubuh, tidak berada di luar sana; ia telah ada di dalam tubuh dan hanya perlu diwujudkan.

Namun, manusia yang telah hidup di sepanjang peradaban sejarah tidak menyadari kebutuhan untuk membersihkan paru-paru. Kita telah mengabaikan fakta bahwa paru-paru juga perlu dibersihkan seperti mengganti filter oli mobil secara teratur. Kita sangat dianjurkan untuk menyadari hal ini mulai sekarang.

Kita dapat menyemarakkan hidup dengan daya maksimum pemulihan tubuh kita, suatu kemampuan luar biasa dari kehidupan, dimana fungsi paru-paru dipertahankan pada kondisi terbaiknya. Kemampuan kekebalan sebenarnya yang tersembunyi, yang kita sebut sebagai daya pemulihan, akan menjadi pesan harapan bagi umat manusia yang dihadapkan pada keputusasaan akibat sulitnya memerangi penyakit yang tak terhitung jumlahnya.

Jika kemampuan pemulihan tubuh kita, yang merupakan fungsi utama dari imunitas, ditingkatkan melalui pembersihan paru-paru, maka akan memungkinkan untuk mencapai umur panjang dengan kesehatan prima yang selalu didambakan manusia. Saya telah mendedikasikan seluruh hidup saya untuk penelitian yang bertujuan mewujudkan impian tersebut. Akhirnya, saya menyatakan kepada seluruh umat manusia bahwa mimpi ini bisa diwujudkan melalui kekuatan obat alami, daripada melalui obat-obatan kimia. (Ajg)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular