JAKARTA – Koalisi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sehat Anti Papah Minta Saham menggungat irasionalitas DPR dalam kasus papa minta saham. Dalam aksi mereka, para tokoh-tokoh nasional ini protes ulah DPR khususnya MKD hingga akhirnya sidang dengan terperiksa Setya Novanto digelar secara tertutup.

“Bersama-sama kami menyampaikan irasionalitas akrobat politik yang sedang terjadi di DPR,” kata Saidiman, perwakilan Aliansi Masyarakat Sehat Anti Papah Minta Saham di Jakarta, Senin (7/12/2015).

Dia menambahkan aksi digelar menyikapi perkembangan politik terakhir di MKD, di mana pemeriksaan Ketua DPR, Setya Novanto berlangsung tertutup hingga tidak bisa diakses oleh publik. Tak hanya itu, kondisi parlemen disertai beberapa isu mengenai deal-deal politik tertutup yang mensinyalir MKD akan mengambil keputusan bahwa tidak ada pelanggaran etika yang dilakukan Novanto.

Oleh karena itu, pada kesempatan hadir di Gedung DPR RI, aliansi tokoh juga mengundang kepada semua warga negara Indonesia yang berfikiran sehat dan jernih untuk berkumpul menyatakan sikap secara bersama-sama.

Tuntutan Berhenti

Perwakilan Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) Taty Apriliyana menyampaikan 9 butir keprihatinan dan tuntutan PIA kepada Novanto untuk berhenti dari jabatan Ketua DPR RI. Bersamaan itu, Indonesia memasuki hari-hari prihatin dengan dugaan skandal rendah etika dan moral kepemimpinan pejabat publik yakni percapakan meminta saham dengan mencatut Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Dia mengatakan tindakan tersebut mempermalukan dan mencoreng kehormatan lembaga tinggi negara serta merendahkan moral dan martabat bangsa. Tindakan ini tak hanya cukup diselesaikan secara politik dan hukum, namun demikian perlu diselesaikan secara moral.

Sembilan butir tuntutan dan keprihatinan PIA terhada prilaku Ketua DPR adalah sebagai, Pertama, teladan terburuk, Kedua Miskin integritas, Ketiga Miskin etika dan nilai-nilai moral pemimpin, Keempat, tidak mampu menjunjung tinggi kebenaran, Kelima tidak amanah, Keenam, Keuntungan di atas ketertindasan, Ketujuh tidak menyesali kesalahan, Kedelapan telah meningkari sumpah jabatan selaku wakil rakyat dan Kesembilan warisan buruk sebagai anak bangsa.

Anggota MKD DPR RI, Akbar Faisal dari Fraksi Nasdem yang menerima kedatangan Aliansi Masyarakat Sehat Anti Papah Minta Saham memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menginisiasi gerakan tersebut. Dia menambahkan gerakan yang dilakukan menunjukkan masih mencintai Indonesia, walaupun ada bagian lain dari elit masih berupa cinta palsu.

Akbar menuturkan memang selama sidang MKD sempat terjadi insiden sangat keras berkaitan dengan permintaah sidang MKD digelar secara terbuka dan tertutup. Meski demikian, dia menuturkan hanya 7 pihak yang kemudian mendukung bahwa persidangan yang menghadirkan keterangan saksi dari Novanto digelar secara terbuka. Hingga akhirnya, pimpinan sidang langsung mengetok palu tanda digelarnya sidang secara tertutup.

Akbar pada kesempatan itu membantah bahwa seluruh anggota MKD menerima agar sidang digelar secara tertutup. Menurut dia, pihak mana pun yang menuding hal demikian merupakan kebohongan besar. Akbar yakni masih memiliki cara untuk melindungi diri dengan berbagai cara apa yang dinamakan dengan fitnah.

“Saya terima kasih kepada anda yang mempercayakan kepada kami atas kasus ini dan saya tidak akan mengecewakan anda ,” ujarnya. (asr)

Share

Video Popular