Keterangan foto: Setelah insiden terror di stasiun KA bawah tanah Leytonstone, keamanan langsung diperkuat. (Leon Neal/AFP/Getty Images)

Oleh Zhou Cheng di Inggris

Sebuah insiden yang melibatkan seorang pria menggunakan pisau yang dibawa untuk menggorok leher seorang pria lain terjadi di stasiun KA bawah tanah Leytonstone yang terletak di bagian timur laut London pada Sabtu (5/12/2015) malam. Pria pelaku meneriakkan ‘Ini demi Suriah’. Kepolisian London memastikan tindakan tersebut sebagai serangan teroris.

Menurut laporan, pada sekitar pukul 19:00 waktu setempat, seorang pria muda mengancam orang-orang yang berada di sekelilingnya dengan sebuah pisau yang ia genggam. Pria tersebut kemudian menggorok leher seorang pria berusiia 56 tahun yang sedang lewat menyebabkan darah bercucuran di lokasi. Seorang pria lain yang melihat kejadian langsung menyerang pria itu dengan maksud untuk mencegah timbulnya korban lebih banyak, tetapi ia pun terluka di leher saat pergulatan terjadi.

Orang-orang yang berada di sana segera berhamburan menyelamatkan diri. Petugas keamanan bergegas ke tempat kejadian setelah menerima laporan. Polisi menggunakan pistol listrik untuk melumpuhkan pelaku. Tembakan pertama tidak mengena sasaran, pelaku baru jatuh tersungkur setelah dilakukan penembakan kedua, tetapi ia belum melepas pisau di tangan sehingga polisi terpaksa melakukan tembakan ketiga yang diarahkan ke tangannya. Setelah badannya dibalik, diborgol kemudian dibawa pergi.

David Pathers nama pemuda berusia 33 tahun yang melakukan duel dengan penjahat demi menyelamatkan orang banyak itu dalam keterangannya mengatakan, “Leher saya juga terluka meskipun tidak terlalu serius. Saat itu saya sedang berjalan menuju pemberhentian KA, di depan lokat penjualaan tiket saya melihat segumpal darah di lantai lalu melihat seorang pemuda seperti kesetanan sedang mengayunkan pisau di tangan sambil mengeluarkan ucapan tentang hal dengan Suriah. Sejujurnya, saya melihat sorot matanya yang lain daripada orang biasa, mirip seperti orang yang sedang kerasukan setan. Saat saya dekati, dia lalu membaringkan diri ke lantai yang penuh darah, dan dari mulutnya keluar kata-kata yang berbunyi, Saya ingin semua orang yang ada di sini keluar dari stasiun.”

Karena timbul kekhawatiran terhadap pria membawa senjata tajam itu bisa membahayakan orang lain, David lalu bersama seorang pria lain berusaha untuk mencegah pria membawa pisau itu melukai wanita dan anak-anak yang berada di sekitar.

Kata David, “Seorang pria dengan ransel di punggung berjalan mendekati pelaku sambil berbicara, ‘Tenang dulu, mari kita bicarakan.”

Saya juga kemudian mendekat sehingga dia tersudut di area loket. Pelaku kemudian menyerang saya dengan pukulan, saya juga memukul dia. Setelah itu, ia menusukkan pisau ke leher saya hingga luka. Lalu ada seseorang yang menyeret saya menjauh. Meskipun kedengarannya agak gila, saya masih kembali ke pelaku dan sempat mengayunkan sebuah pukulan keras sebelum polisi tiba untuk meringkusnya.

Beberapa saksi mata semua mengakui bahwa pelaku saat menyerang meneriakkan “Ini demi Suriah, Darah kalian harus mengalir sampai habis.”

Seorang pemilik kios di stasiun itu menceritakan, “Saat kejadian itu saya sedang berada di dalam kios dan mendengar teriakan juga ucapan orang dalam suara yang keras. Saya melihat pelaku sedang memukul dengan keras seorang korban sehingga ia terjatuh. Lalu menendangi tubuhnya untuk waktu yang cukup lama. Orang-orang yang berada disekitar berteriak. Pelaku makin gencar melakukan pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri. Setelah itu pria pelaku pemukulan itu mengeluarkan pisau lalu menusuk tubuh korban. Terlihat pelaku beberapa kali melambaikan pisau, saya tidak tahu bagian mana dari tubuh korban yang ditusuk. Suasana sangat mengerikan saat itu, banyak calon penumpang yang lari berhamburan. Korban mungkin saja seorang seniman jalanan karena membawa sebuah gitar di punggungnya. Dan pria pelaku penusukan dan pemukulan itu sepertinya adalah orang Somalia atau Sudan, ia berbicara dengan aksen Arab.”

Pihak Kepolisian mengatakan bahwa kondisi luka dari pria yang lehernya tergorok tidak terlelau mengkhawatirkan. Komandan Metropolitan Police Service London yang bertanggung jawab atas tim anti terorisme mengatakan, “Kami menggolongkan insiden tersebut sebagai insiden serangan teroris. Dan saya menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap berwaspada.” (sinatra/rmat)

Share

Video Popular