Pada semester pertama tahun 2015, insiden atas 12 korban yang dilarikan ke rumah sakit karena keracunan seusai makan semangka di Qingdao, Tiongkok, membuat gempar masyarakat. Dari hasil pemeriksaan ahli terkait, kandungan “Aldicarb” (pestisida yang paling beracun) dalam buah semangka melebihi batas standar. Sebenarnya peristiwa buah “beracun” selalu terulang di sekitar kita, dan sudah menjadi ancaman serius bagi masyarakat, khususnya bahaya kesehatan anak-anak. Demi meraup keuntungan pribadi, sejumlah pedagang yang tidak bermoral menggunakan bahan pemacu pematangan agar buah-buahan matang lebih cepat.

Jangan konsumsi buah yang dimatangkan dengan bahan kimia

Buah-buahan yang dimatangkan dengan bahan pematangan, hormon dan bahan kimia untuk proses pematangan cepat lainnya, pertama-tama berpengaruh terhadap kualitas dari buah itu sendiri, demikian juga dengan rasa. Warna dan kilauannya akan lebih buruk lagi, selain itu nilai gizinya juga akan berkurang, karena dalam proses pematangan paksa, proses terbentuknya gula alami menurun, sintesis vitamin berkurang dan dampak buruk lainnya.

Bagaimana membedakan buah-buahan yang dimatangkan dengan bahan kimia

Bisakah Anda pastikan aneka buah-buahan segar yang bertebaran di pasar buah itu matang secara alami? Perlu diketahui, bahwa buah-buahan yang sengaja dimatangkan dengan zat tertentu itu sangat tidak baik bagi kesehatan. Di musim panas, buah-buahan seperti mangga, semangka, pisang dan buah-buahan lainnya besar kemungkinan telah dimatangkan secara kimiawi, jika tidak hati-hati, maka Anda akan tertipu oleh pedagang yang tidak bermoral!

Cara membedakan mangga matang alami dan non-alami

Lihat kulitnya: Mangga yang matang alami, warna fisiknya tidak akan merata. Sedangkan mangga yang disuntik dengan zat pematang sebagian besar tampak berwarna hijau zamrut di ujungnya, sementara bagian lain dari warna kulitnya itu terlihat menguning.

Membaui buah (mencium aroma buah): Aroma mangga yang matang alami jauh lebih tajam daripada mangga suntikan. Mangga yang dimatangkan secara khusus atau terpisah memiliki aroma bau yang khas.

Meraba: Mangga yang matang alami terasa lebih keras dan elastis, sedangkan mangga suntikan relatif lebih lunak.

Cara membedakan semangka alami dan suntikan

Menepuk : Semangka yang disuntik akan terdengar seperti “mengendap”, tidak senyaring dan sepadat semangka alami.

Melihat : Semangka yang matang alami, bijinya hitam, dan padat. Sedangkan biji semangka yang disuntik itu umumnya kecil dan putih, tidak sehitam dan sepadat biji semangka yang matang alami.

Mencicipi : Rasa manis semangka yang disuntik tidak merata, rasa manisnya akan terasa lebih tajam di sekitar tampuknya.

Cara pemolesan : Menyuntikkan pewarna di tampuk buah semangka setengah matang, dengan begitu, cairan sakarin dan daging semangka akan memerah, dan terasa manis saat dimakan.

Cara membedakan pisang alami dan non alami

Melihat : Kulit pisang yang sengaja dimatangkan umumnya tidak memiliki tanda kematangan dari pisang itu sendiri yakni “bintik pisang”.

Membaui : Pisang yang sengaja dimatangkan, aromanya akan tercium bau kimia.

Mencicipi : Pisang yang matang alami akan matang secara merata, sedangkan pisang yang sengaja dimatangkan jantungnya terasa keras.

Cara pemolesan : Pisang yang matangnya sekitar 70%, permukaannya dilumuri dengan zat pematang yang mengandung sulfur dioksida, satu dua hari kemudian pisang itu pun menjadi pisang bermutu tinggi dengan warnanya yang kuning segar dan dagingnya yang empuk, atau di dalam kotak pisang itu disuntik dengan gas formalin, beberapa hari kemudian pisang pun berubah menjadi menjadi kuning.

Cara membedakna jeruk alami dan suntikan

Melihat : Lentisel (lubang-lubang kecil) di permukaan buah jeruk impor umumnya jauh lebih banyak, terasa agak kasar ketika diraba, sebaliknya buah jeruk impor palsu, lubang-lubang kecil di permukaannya relatif lebih sedikit, dan terasa agak licin saat diraba.

Menggosok : Jeruk impor palsu warnanya akan berubah menjadi merah ketika digosok dengan kertas, karena dalam proses pengolahannya, jeruk impor palsu itu telah disuntik dengan pigmen atau zat pewarna.

Cara pemolesan : Jeruk yang ditumbuhi jamur itu dicuci bersih, diangin keringkan, kemudian diwarnai dengan parafin. Dengan demikian, jeruk yang semula ditumbuhi jamur dan kusam itu pun berubah seketika menjadi jeruk yang merah dan cerah.

Cara membedakan leci alami dan leci hasil polesan (suntikan)

Meraba : Ketika memilih leci “polesan”, tangan akan terasa lembab dan panas, bahkan terasa seperti dibakar.

Membaui : Leci yang matang alami akan tercium aroma harum yang samar-samar, sedangkan leci hasil “polesan” tercium aroma bau asam.

Melihat : Leci yang segar umumnya harus disimpan di bawah suhu rendah, jika ditempatkan semaunya oleh pedagang licik, maka sebaiknya berhati-hati, karena sebagian besar dipastikan bermasalah.

Cara pemolesan : Masa simpan buah leci tergolong pendek, umumnya pedagang akan membeli leci setengah matang bahkan leci hijau (belum matang), kemudian direndam dengan asam klorida encer.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular