Erabaru.net. Sesuai dengan perkembangan iptek, internet, ponsel pintar, dan tablet PC, dengan cepat menjadi alat yang sangat diperlukan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.

Pola sosial pun berubah dengan cepat, kompetisi dalam pekerjaan, beban kehidupan, dan lain sebagainya juga meningkat, sehingga banyak orang sulit untuk beradaptasi, secara psikologis menanggung beban amat besar.

Mengakibatkan beberapa jenis penyakit “hati” baru yang berbeda dari penyakit psikologis tradisional, dan mulai berkembang serta menyebar sebagai tren pada lapisan usia yang berbeda.

Orang dahulu memiliki pepatah “Kemanunggalan antara alam dan manusia”.

Hanya melalui keselarasan dengan lingkungan eksternal, seseorang barulah dapat hidup dengan normal.

Koordinasi jiwa dan raga merupakan dasar dari kesehatan mental.

Pada era yang berubah dengan cepat ini, belajar bagaimana hidup selaras dan harmonis dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial, boleh jadi merupakan mata pelajaran yang dibutuhkan oleh manusia modern.

Berikut adalah 6 besar penyakit “hati” modern dengan usulan solusi sepadan yang mungkin bermanfaat di zaman modern yang sibuk dan penuh dengan stres ini.

1. Sifat menunda

Sebagian orang bersifat santai dan agak malas, mempunyai kebiasaan menunda pekerjaan, hal yang dapat ditangani besok, hari ini mutlak tidak akan dikerjakannya.

Menurut penelitian Profesor Piers Steel School of Business, University of Calgary, Kanada, menunjukkan bahwa lebih dari 80% pekerja kantor mengaku suka menunda.

Pasien penyakit penundaan, setiap kali bertekad untuk menyingkirkan kebiasaan menundanya tetapi sering kali gagal.

Disarankan untuk sementara mematikan jaringan ponsel, memblokir segala kemungkinan gangguan, agar diri sendiri dapat bekerja dengan tenang.

Atau membuat tugas menjadi suatu target kecil yang lebih mudah untuk diselesaikan. Setiap kali menyelesaikan target kecil, berikan diri Anda sebuah waktu santai sejenak sebagai hadiah.

2. Ketergantungan pada ponsel

Kecanduan ponsel adalah semacam penyakit mental yang baru, terutama diderita oleh 3 jenis orang yaitu wanita karier muda, pebisnis pria setengah baya yang berbeban kerja berat, dan siswa.

Banyak orang hampir tidak dapat meninggalkan ponsel, setiap saat memelototi ponselnya, jika ponsel lama tidak berdering, maka akan berpikir apakah ponselnya bermasalah, atau dengan keliru menganggap dering ponsel orang lain sebagai dering ponselnya.

Begitu ada sedikit waktu senggang lantas terus mengutak-atik ponsel, ponsel pun secara bertahap telah “membelenggu” kehidupan kita.

Para ahli Jepang memerkenalkan tiga tips untuk menjauhi kecanduan dari ponsel: 1. Kurangi penggunaan ponsel, misalnya ketika keluar rumah jangan membawa charger ponsel; 2. Matikan fungsi pemberitahuan informasi ponsel; 3. Mengatur password yang kompleks, bisa membuat orang merasa kesulitan dalam membuka ponsel melalui password.

3. Penyakit tidur larut malam

Banyak orang setelah bekerja seharian, jelas sangat lelah, tapi sesampainya di rumah rasa mengantuk itu berubah menjadi bersemangat, mulai main internet, bermain game, menonton film, chatting, sampai dini hari baru pergi ke tempat tidur.

Ahli psikologi menunjukkan orang-orang dengan gangguan tidur pada malam hari, di dalam karakternya rentan terhadap kebiasaan menunda pekerjaan dan membentuk kebiasaan molor pada pekerjaan dan belajar, sehingga sampai saat terakhir bakal tidak menyelesaikan tugas.

“Gangguan tidur pada malam hari” meskipun bukan penyakit, tetapi dapat memengaruhi pekerjaan dan pelajaran.

Cobalah untuk mengatur kondisi kehidupan diri sendiri, usahakan setengah jam lebih awal pergi tidur setiap hari, dan tingkatkan kesempatan untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan teman-teman, berikan tekanan pekerjaan suatu ventilasi (pelampiasan) yang tepat.

4. Penyakit galau

Ketika Anda merasa sangat cemas, tak ada jeleknya cobalah untuk mengalihkan perhatian, tarik nafas dalam –dalam selama beberapa menit dan mengatakan pada diri sendiri: “Ini bukan masalah besar.” Selain itu, perbaiki pola makan dengan perbanyak makan ikan, teh krisan, telur ayam, yoghurt, dan teh hijau. Kelima jenis makanan tersebut paling cocok untuk mengurai kegalauan.

5. Penyakit tua awal

“Penyakit tua awal” bukanlah fenomena normal, hal itu terutama bersumber dari tekanan sosial yang besar dan kapasitas mental orang muda yang telah menjadi lemah, berkaitan dengan psikologis ingin menghindari sesuatu.

Selain itu, ketidakseimbangan nutrisi, kebiasaan hidup yang buruk dan fungsi penurunan fisik juga merupakan salah satu penyebab.

Pada kenyataannya, ketika menghadapi masalah, secara berani bertanggungjawab dan berusaha dengan gigih mengatasi kesulitan, baru bisa mencapai nilai perwujudan diri.

6. Fobia memilih

Sebuah survei dari Amerika Serikat menunjukkan, orang setiap hari harus melakukan sekitar 70 pilihan, banyak orang penuh keraguan sebelum memilih, dan tidak dapat memutuskan.

Peluang untuk memilih menjadi banyak. Semestinya ini adalah hal baik, namun bagi sebagian orang, hal itu malah merupakan semacam rasa sakit dan penderitaan.

Orang dengan fobia memilih adalah orang yang sangat perfeksionis, mereka akan memaksa diri sendiri harus melakukan pilihan tunggal, dan harus merupakan pilihan ideal yang paling maksimal.

Dianjurkan ketika menghadapi pilihan, Anda harus memahami kebutuhan riil diri sendiri, tingkatkan rasa keamanan pribadi, beri implikasi psikologis yang positif kepada diri sendiri, jangan melakukan segala sesuatu dengan mengejar kesempurnaan.

Pertama, analisis diri mengapa takut memilih, kemudian harus sesuai dengan analisa diri sendiri, untuk melakukan perubahan dan memperbaiki diri. (Hui)

Share

Video Popular