Para tokoh lintas agama

JAKARTA – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah secara serentak pada 264 Kabupaten/kota seluruh Indonesia, Rabu (9/12/2015) diharapkan kepada masyarakat untuk memilih dengan mengedapankan hati sanubari serta memilih pemimpin yang bermoral, berintegritas, memiliki visi dan tak tercela.

“Tokoh lintas agama sangat menekankan kriteria pemimpin yang bermoral, memilki integritas moral tinggi dan tak tercela,” kata Presedium Intereligious Council Foundation (IRCF) Din Syamsuddin di sekretariat Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Menteng, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Menurut dia, calon yang tak tercela yakni tidak terbukti dari rekam jejak berupa melanggar nilai-nilai amoral dan kententuan negara serta kontitusi. Oleh karena itu, semestinya masyrakat mengetahui lebih luas tentang rekam jejak calon yang akan mereka pilih. Tak hanya sekedar berintegritas, sosok pemimpin juga harus dipilih berdasarkan pemimpin memiliki visi untuk pembangunan dan pemajuan.

Din menambahkan sosok pemimpin yang dipilih juga harus mempunyai jiwa kepemimpinan serta sisok figur mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat dari daerah mereka. Artinya sosok pemimpin dimaksud adalah pemimpin untuk semua, bukan untuk partai yang mengusungnya dan tidak secara sekterian. Pemimpin yang dipiih juga diharapkan bukan sosok yang mementingkan kepentingan politik, kelompok dan golongan.

Kehadiran Pilkada Serentak bagi masyarakat Indonesia, lanjut Din, disikapi sebagai kewajiban dan hak mereka sebagai warga negara yang baik. Menurut para tokoh agama yang tergabung dalam IRCF kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka dengan bertanggungjawab dengan mengedepankan hati sanubari dalam memilih pemimpin.

Para tokoh yang hadir mengajak kepada segenap rakyat Indoensia untuk mengikuti Pilkada dengan penuh semangat kebangsaan sebagai saudara sebangsa dan tanah air. Oleh karena itu, kepada seluruh masyrakat untuk menghindari perpecahan serta para calon untuk kedepankan sikap negarawan yakni siap untuk menang dan kalah. Termasuk kepada segenap tim sukses dan kepada penyelenggara pemilu untuk menyelenggarakannya dengan baik.

Tokoh agama yang hadir adalah Ketua Umum PB Al Washliyah, Yusnar Yusuf, Perwakilan Umat Budha Indonesia Suhadi Sandjaya, perwakilan Walubi, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu, Ketua Bagian Pendidikan dan Kebudayaan Parisada Hindu Dharma Nyoman Udayana, dan tokoh Konferensi Wali Gereja Indonesia Rudi Praktik.

Pemilihan kepala daerah secara serentak pada Rabu (9/12/2015) dilaksanakan pada 8 provinsi untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, 224 kabupaten untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati dan 36 kota untuk memilih Wali Kota dan Wakil Walikota di seluruh Indonesia. (asr)

Share

Video Popular