Sebenarnya orang-orang yang ingin menikmati makanan enak dengan menimbang dari jenis, aroma dan rasanya itu tak bisa kita kritik. Namun, ketika semua makanan yang dibuat itu ditambah dengan zat kimia murah, maka hasrat atau keinginan untuk menikmati makanan enak itu sebenarnya sudah agak ekstrim. Jangan menukar makanan enak itu dengan kesehatan Anda.

Berikut delapan jenis makanan ini sebaiknya jangan terlalu sering dikonsumsi atau kalu bisa sebaiknya hindari demi kesehatan Anda.

1. Krim buatan, biang keladi penyakit jantung

Produk turunannya : Kue tart, teh susu, kopi instan.

Juni 2015 lalu, US Food and Drug Administration (BPOM-nya AS) mengumumkan bahwa mereka akan melarang penggunaan krim susu buatan (asam lemak trans) dalam makanan, untuk mengurangi insiden penyakit jantung. Para ahli mengatakan bahwa “krim alami” itu adalah hasil ekstrak dari susu segar. Selain lemak dalam susu itu sendiri, lainnya adalah air atau kadar yang terkandung dalam susu, rasanya relatif lebih manis saat dimakan, tapi harganya lebih mahal. Sedangkan “krim buatan” itu adalah minyak sayur yang dipadatkan melalui proses hidrogenasi katalitik, meniru bentuk dan rasa krim alami, yang ditambahkan dengan sejumlah bahan pengawet, esens (bahan pengharum), pewarna dan sebagainya, sampai mencapai hasil yang setara dengan rasa krim alami.

Krim-krim buatan ini banyak terdapat dalam makanan kita sehari-hari, misalnya kue (tart) krim, teh susu, kopi isntan, dimana semua yang disebutkan ini mengandung krim buatan, yang merupakan penyebab utama dari tingginya insiden penyakit jantung. Jika mengonsumsi krim buatan secara berlebihan dalam jangka waktu panjang, selain dapat menyebabkan penyakit jantung, juga memicu timbulnya tumor.

2. Jenis makanan pastry, makanan yang mengandung aditif

Produk turunannya : Chocolate pie, Custard pie, Custrad (makanan yang diolah dengan campuran telur dan susu kental. Umumnya disajikan sebagai dessert, tetapi juga digunakan untuk membuat puding).

Yakin bahwa tidak sedikit di antara kita pernah menikmati makanan-makanan ini, tapi coba Anda luangkan waktu satu menit saja untuk melihat (baca-red) komposisinya, akan Anda temukan kalau selain dari komposisi dasarnya, sepuluh sampai duapuluh sisa dari komposisinya itu rata-rata adalah aditif atau zat tambahan. Jadi, sedikitpun tidak berlebihan kalau kita katakan, bahwa itu semua adalah “aditif” yang disusupkan ke dalan makanan. Pastry, meskipun dikenal sebagai makanan “non-goreng”, tapi kandungan lemaknya tidaklah rendah.

Menurut penjelasan ahli terkait, formula makanan lezat manusia : Tinggi lemak + manis + renyah. Sekadar diketahui, makanan yang sesuai dengan formula ini, baik itu makanan ala Barat atau Timur, tanpa kecuali, kelezatannya sulit dibendung. Makanan-makanan jenis pastry ini adalah makanan sampah (junk food) rendah protein, tinggi kalori, tinggi lemak dan tinggi sodium yang tipikal. Sementara itu nutrisinya sangat minim sekali, dan perlu diketahui juga bahwa aneka rasa makanan itu pada dasarnya bergantung pada campuran aditif, dan jika terlalu sering/ banyak mengonsumsi makanan seperti ini dipastikan tidak baik bagi kesehatan.

3. Mentega buatan, rentan terserang penyakit kardio serebrovaskular (jantung, otak dan pembuluh darah)

Produk turunannya : Biskuit, Chocolate pie, salad dressing, es krim, teh susu mutiara.

Mentega buatan yang juga dikenal sebagai Non Dairy Creamer (krimer nabati), ditemukan oleh seorang ahli kimia Perancis bernama Hippolyte pada tahun 1869. Mentega alami adalah lemak padat kuning muda yang diesktrak dari krim atau susu, sedangkan yang digunakan mentega buatan adalah minyak sayur/nabati yang diproses secara kimia, seperti pemutihan, penyaringan dan sebagainya sebelum dihidrolosis menjadi mentega padat, yaitu margarin (mentega buatan) dipanaskan dengan katalis logam (nikel) dan gas hidrogen untuk membuatnya menjadi padat. Karena cita rasa dari mentega buatan itu terasa lembut dan praktis, sehingga dengan cepat menggantikan mentega tradisional.

Mentega buatan atau margarin itu adalah asam lemak trans, bahayanya terhadap kardiovaskular jauh lebih hebat daripada asam lemak jenuh mentega alami, yang secara signifikan akan meningkatkan insiden penyakit kardiovaskular dan diabetes, juga mempengaruhi perkembangan bayi dan anak-anak. Para ahli menyebutkan bahwa makanan sehari-hari yang mengandung asam lemak trans seperti biskuit, roti, Chocolate pie, salad dressing, es krim, teh susu mutiara dan sebagainya itu semua merupakan “daerah bencana” dari asam lemak trans.

4. Makanan laut buatan (palsu)

Produk turunannya : Bakso ikan, bakso udang, kepiting tongkat/sosis kepiting (segala jenis makanan dari daging yang dilumatkan)

Dalam beberapa tahun terakhir ini, produk makanan laut buatan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat, seperti misalnya aneka jenis bakso (ikan), bakso (udang), kepiting tongkat atau sosis dari lumatan daging kepiting dan sebagainya. Perlu diketahui makanan-makanan laut buatan/palsu yang diolah dari bahan baku ikan dengan kualitas rendah ini, bukan saja bergizi buruk, namun, juga dipastikan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Bakso-bakso seperti tersebut di atas sangat sedikit isinya (daging), bahkan tanpa isi daging sedikitpun. Dalam sebiji bakso-bakso itu mengandung gelatin, bahan pewangi, pewarna, pemutih dan puluhan jenis aditif lainnya.

Kalau memang isi dagingnya sedikit, tapi mengapa begitu enak dan harum ketika disantap terasa empuk dan gurih ? Untuk membuatnya seperti itu sangatlah mudah, cukup tambahkan dengan “bahan (kimia) untuk elastisitas makanan”, maka “butiran makanan”yang dibuat bulat seperti bakso itu akan menjadi “elastis”, apalagi jika ditambahkan dengan “karagenan”, sensasinya terasa sedang menyantap daging. Selain itu, jika ditambahkan lagi dengan sedikit ekstrak rasa ikan, maka bakso itu pun seketika menjadi aneka “bakso ikan” yang enak kesukaan Anda. Makanan-makanan laut buatan yang diolah dengan campuran aditif makanan ini, selain sangat rendah nilai gizinya juga sangat berbahaya bagi kesehatan.

5. Makanan daging olahan buatan, senyawa nitratnya menyebabkan kanker

Produk turunannya : Ham (sosis), bacon, daging kalengan.

Dalam produk daging olahan buatan mengandung nitrit, terutama daging olahan dalam kemasan kaleng, kandungannya lebih tinggi. Serapan nitrit yang berlebihan dapat menyebabkan keracunan makanan, memicu gejala sakit kepala, pusing, sesak napas, mual, muntah, sakit perut, diare dan gejala lainnya, bahkan menyebabkan kanker jika konsumsi dalam jangka waktu panjang.

Menurut keterangan ahli terkait, bahwa demi mendapatkan cita rasa yang lebih baik, maka akan ditambahkan lemak dan pati dan sebagainya pada produk makanan ham, daging kaleng dengan perbandingan tertentu, dan imbasnya menyebabkan daging bernutrizi rendah, tapi tinggi lemak, tinggi karbohidrat, rendah protein. Jadi jelaslah, produk makanan daging olahan buatan seperti ham dan sejenisnya itu sama sekali tidak bernilai gizi yang bisa dibandingkan, lebih baik menikmati daging segar.

6. Produk makanan jely buatan, makanan favorit anak-anak

Produk turunannya : Jely, puding

Jely merupakan makanan favoritnya anak-anak, makanan yang berwarna-warni, dengan rasanya yang enak manis dan terasa lembut ini, pasti pernah kita nikmati di masa kanak-kanak. Namun, menurut keterangan ahli, makanan seperti jely, pudding dan sejenisnya ini terbuat dari air, gula dan bahan pengenyal sebagai bahan pengolahannya.

Agar jely buatan ini terasa nikmat dan lembut di lidah, pasti akan diberi tambahan gel alginat, karagenan dan sebagainya, namun ketahuilah, bahan-bahan ini tidak dapat dicerna dan diserap oleh tubuh, kemungkinan juga akan tertinggal dalam usus bagi mereka yang pencernaannya buruk. Meskipun substansi agar-agar itu sendiri tidak berbahaya bagi tubuh, karena pada akhirnya akan dikeluarkan, namun dapat memengaruhi penyerapan kalsium, seng dan mineral lainnya, sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

7. Makanan pengembang

Produk turunannya : Keripik kentang, popcorn, shrimp strips (camilan udang).

Menurut keterangan ahli, bahwa produk makanan pengembang buatan umumnya menggunakan leavening agent atau bahan pengembang buatan, tapi ketahuilah di dalam leavening agent tersebut mengandung banyak timbal dan aluminium, yang dapat merusak sistem saraf. Setelah terserap oleh tubuh, hanya 10% -15% kandungan aluminium itu dapat dikeluarkan dari tubuh, sementara sebagian besar sisanya tertimbun di dalam tubuh, asupan dalam jangka waktu panjang dapat merusak fungsi otak, besar kemungkinan akan menjadi idiot jika serius. Anak-anak yang terlalu banyak mengonsumsi makanan pengembang seperti ini, dapat menyebabkan perkembangannya terhambat, dan osteomalacia (kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan rapuh sehingga tulang mudah mengalami patah tulang), atau bahkan merusak sistem saraf anak-anak.

8. MSG, akan keracunan jika terlalu berlebihan, dan menyebabkan kanker jika salah makan

Hingga detik ini banyak orang masih mempertahankan 3 jenis bahan penyedap masakan : garam, kecap, vetsin (micin). Menurut keterangan ahli, bahan utama dari vetsin adalah monosodium glutamat, yang dapat terurai menjadi neurotransmitter inhibitor di dalam tubuh manusia.

Asupan vetsin yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai fungsi neurologis dalam tubuh berada dalam kondisi terhambat, muncul gejala pusing, sakit kepala, kram otot dan gejala keracunan lain. Karena itu, tambahan vetsin atau micin dalam setiap menu masakan itu sebaiknya tidak lebih dari 0.5 mg.

Selain itu, ketika kandungan monosodium glutamate lebih dari 120 ℃, akan dengan mudah berubah menjadi zat karsinogenik atau zat penyebab kanker—- sodium pyroglutamate. Oleh karena itu, saat akan memasukkan vetsin, sebaiknya ditunda dulu waktunya. Ketika sedang menumis sayuran, sebaiknya baru masukkan vetsin 10 detik setelah api kompor dimatikan. Saat mengolah masakan daging, sebaiknya dua menit setelah api kompor dimatikan baru masukkan vetsin, cara mengolah masakan dengan tambahan bumbu vetsin atau micin seperti ini akan lebih aman.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular