Keterangan gambar: Gambar di dalam kotak tersebut di atas menunjukkan salah satu galaksi tertua dan paling gelap yang pernah ditemukan hingga saat ini, usianya hanya 400 juta tahun lebih muda dari alam semesta.(NASA, L. Infante

Oleh: Lin Yan

Dengan bantuan efek lensa gravitasi (gravitational lensing), astronom berhasil mengamati salah satu galaksi tertua dan paling gelap dengan usianya yang jauh lebih muda 400 juta tahun dari alam semesta yang pernah ditemukan hingga saat ini. Karena kecerahannya diperbesar 20 kali, sehingga para astronom mengatakan bahwa di masa mendatang akan bisa mengamati lebih banyak lagi galaksi kuno dan gelap.

Galaksi ini terletak di belakang sebuah cluster galaksi masif MACS J0416.1-2403, yang berjarak sekitar 4 miliar tahun cahaya dari bumi, dan memiliki massa satu juta kali massa matahari. Usia galaksi tersebut hanya berbeda 400 juta tahun dengan alam semesta. Karena efek lensa gravitasi dari galaksi tersebut diperbesar 20 kali, sehingga kecerahannya berhasil diamati teleskop ruang angkasa, demikian ungkap NASA, Kamis (3/12/2015) lalu.

Oleh ilmuwan, galaksi tersebut dijuluki “Tayna”, yang artinya “anak sulung” dalam dialek Aymara di wilayah dataran tinggi dan pegunungan Andes, Amerika Selatan. Sumber NASA mengatakan, meskipun sebelumnya teleskop Hubble dan Spitzer berhasil mendeteksi galaksi jauh lainnya, namun galaksi ini merepresentatifkan semacam galaksi baru yang lebih kecil dan gelap yang pada dasarnya bisa terlupakan secara teknik observasi saat ini. Objek-objek yang sangat redup ini mungkin lebih bisa merepresentatifkan karakteristik alam semesta awal, dan dengan mempelajari mereka dapat memperluas pemahaman tentang pembentukan maupun evolusi galaksi pertama di alam semesta.

Keterangan gambar: Ilmuwan berhasil mengamati galaksi tertua dan paling gelap dengan bantuan efek lensa gravitasi. (NASA, ESA, L. Infante)

“Berkat bantuan teknologi observasi sekarang, sehingga kami dapat mempelajari sifat-sifat benda pertamanya yang sangat lemah (warna dan ukuran galaksi-red) yang terbentuk tidak lama setelah big bang,” kata Leopoldo Infante, astronom dari Pontifical Catholic University, Cile.

Galaksi baru ini ditemukan di gugusan galaksi MACS J0416.1-24034 yang jauhnya sekitar 4 miliar tahun cahaya dari bumi, ukuran atau besarnya setara denga Large Magellanic Cloud-LMC atau Awan Magellan Besar, yang merupakan sebuah satelit Galaksi Bima Sakti. Namun, kecepatan menghasilkan bintang dari galaksi ini sepuluh kali jauh lebih cepat daripada Awan Magellan Besar.

Galaksi kuno ini terletak di belakang gugusan yang terbentuk dari 22 galaksi muda. Sementara itu, lensa gravitasi yang terbentuk dari galaksi tersebut setara dengan sebuah kamera yang ditempatkan di depan galaksi terkait, dan dengan memperbesar hingga 20 kali kecerahannya, sehingga terlihat oleh teleskop Hubble dam Spitzer.

 

Masih banyak galaksi yang menanti ditemukan di ruang alam semesta nun jauh di sana, atau dengan kata lain banyak galaksi yang bertebaran di alam semesta awal, sehingga perlu menggunakan James Webb Space Telescope untuk mengeksplorasi lebih dalam. (joni/rmat)

 

 

Share

Video Popular